Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Promo es krim spesial hari ini: beli 2 gratis 1 di Alfamart dan Indomaret

    11 April 2026

    Destinasi wisata keluarga di Boyolali hanya bayar parkir

    11 April 2026

    Berita Terkini: Persekat Tegal Tak Kalah dari Bekasi City, Samakan Skor

    11 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 11 April 2026
    Trending
    • Promo es krim spesial hari ini: beli 2 gratis 1 di Alfamart dan Indomaret
    • Destinasi wisata keluarga di Boyolali hanya bayar parkir
    • Berita Terkini: Persekat Tegal Tak Kalah dari Bekasi City, Samakan Skor
    • 18 Juta Keluarga Penerima Bansos 2026, Segera Periksa NIK KTP Anda!
    • Fakta Bebasnya Anggota DPRD Saripah, PDIP hingga Pengacara Minta Komisi III Panggil Kapolres
    • WIKA kehilangan Rp1,8 triliun per tahun akibat Whoosh
    • Harga HP Xiaomi dan POCO Terbaru: Xiaomi 17, Redmi Note 15, Poco X8, Poco F8 Pro, Redmi 15R
    • 5 Lagu Legendaris yang Sering Muncul di Film, Pasti Kenal!
    • Cara tucking baju untuk gaya lebih rapi
    • Mata kiri Rachel Vennya jadi sorotan, luka ramai dibahas di medsos
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Dulu Bermalas-malasan, Kini Firdiansyah Bangun Kampung Robot dan Ribuan Sekolah

    Dulu Bermalas-malasan, Kini Firdiansyah Bangun Kampung Robot dan Ribuan Sekolah

    adm_imradm_imr26 Januari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Latar Belakang dan Perjalanan Hidup Firdiansyah

    Firdiansyah, seorang pengusaha sukses di bidang pendidikan robotik, dulu mungkin hanya dikenal sebagai anak desa yang nakal dan tidak memiliki masa depan. Namun, kini ia menjadi sosok yang memberi inspirasi bagi banyak orang. Dari masa kecilnya yang penuh tantangan hingga kini menjadi pelaku usaha yang mengembangkan program robotik di ribuan sekolah di seluruh Indonesia.

    Lahir di Desa Yosowilangun, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Firdiansyah tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sederhana. Ayah dan ibunya adalah pedagang di Pasar Yosowilangun. Keadaan ekonomi keluarga yang kurang mampu membuat Firdiansyah sering menghadapi kesulitan, bahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Nasi aking, yaitu nasi sisa yang dibersihkan dan dikeringkan di bawah sinar matahari, sering menjadi makanan utamanya.

    Anak Nakal yang Berubah

    Di masa kecilnya, Firdiansyah dikenal sebagai anak yang sering membuat onar. Ia sering mendapat marahan dari guru dan bahkan pernah di diskors karena tingkah lakunya. Tidak hanya di desa, kenakalan Firdiansyah juga terjadi di sekolah. Namun, di balik sikapnya yang nakal, tersimpan rasa ingin diakui dan mimpi yang besar.

    Suatu hari, seorang guru di SMP Yosowilangun menyadarkan Firdiansyah akan pentingnya punya mimpi. Guru tersebut menegaskan bahwa tanpa prestasi, tidak ada yang bisa dibanggakan. Dari sana, Firdiansyah mulai berubah. Ia rajin belajar, sering mengunjungi perpustakaan, dan meniru kebiasaan Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie, seperti gemar membaca buku dan olahraga.

    Pencapaian Akademis dan Impian Kuliah

    Keberhasilan Firdiansyah dalam belajar membuat rangkingnya naik drastis. Bahkan, nilai Ujian Nasional (NEM) yang ia peroleh menjadi yang terbaik se-Kecamatan Yosowilangun. Meski begitu, kondisi keluarganya yang masih sulit membuat Firdiansyah harus memilih jalur prestasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

    Impiannya adalah kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Sayangnya, ia diterima di Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Di ITS, Firdiansyah tidak hanya fokus pada studi, tetapi juga aktif berbisnis. Ia menjual jasa fotocopi, komputer, dan les elektronika. Selain itu, ia juga aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), bahkan sampai dipilih sebagai Ketua Umum HMI Cabang Surabaya.

    Karier di Dunia Kerja dan Pengalaman Bisnis

    Setelah lulus dari ITS, Firdiansyah bekerja di beberapa perusahaan besar seperti Angkasa Pura, Telkom, Garuda Indonesia, dan Nokia. Meski gajinya mencapai belasan juta, ia merasa jenuh dengan pekerjaan karyawan. Pada akhirnya, ia memutuskan untuk resign dan membangun bisnis sendiri.

    Awalnya, Firdiansyah membuka bimbingan belajar, tetapi akhirnya menemukan peluang lebih menjanjikan dengan membuka program pendidikan robotik. Kampung Robot pertamanya dibuka di Tangerang, Banten, lalu dilanjutkan di kampung halamannya, Desa Yosowilangun.

    Membangun Kampung Robot

    Dengan modal BPJS Ketenagakerjaan sekitar Rp 20 juta, Firdiansyah memulai bisnisnya sendirian. Ia menyusun kurikulum, membuat silabus, dan melakukan pemasaran dari sekolah ke sekolah. Di awal, jumlah sekolah yang terlibat tidak stabil, kadang hanya tiga, lalu naik menjadi lima, dan turun lagi menjadi dua.

    Untuk meningkatkan kualitas program, Firdiansyah pergi ke Singapura dan Malaysia pada 2009. Di sana, ia mengikuti seminar dan belajar bagaimana edukasi teknologi dibangun. Dari pengalamannya, ia merekam dan mencatat semua informasi yang berguna.

    Kesuksesan dan Harapan Masa Depan

    Setelah 17 tahun berjalan, program robotik yang dirintis Firdiansyah telah mencapai sekitar 1.000 sekolah di 20 provinsi di Indonesia. Banyak siswa yang berhasil meraih prestasi internasional, termasuk medali emas lomba robot tingkat ASEAN di Malaysia pada 2024.

    Firdiansyah percaya bahwa di masa depan, semua entitas akan membutuhkan percepatan kinerja yang didukung oleh teknologi. “Semua konvergensi teknologi akan mengarah ke robotik atau mesin cerdas, jadi kemampuan ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Menggerakkan Asosiasi Profesi Mengatasi Krisis Literasi

    By adm_imr11 April 20261 Views

    Doa Saat Musibah untuk Hati Tenang dan Kuat

    By adm_imr11 April 20261 Views

    Festival Autisme 2026: ‘Tak Lagi Sendiri’ Membangun Kepedulian

    By adm_imr11 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Promo es krim spesial hari ini: beli 2 gratis 1 di Alfamart dan Indomaret

    11 April 2026

    Destinasi wisata keluarga di Boyolali hanya bayar parkir

    11 April 2026

    Berita Terkini: Persekat Tegal Tak Kalah dari Bekasi City, Samakan Skor

    11 April 2026

    18 Juta Keluarga Penerima Bansos 2026, Segera Periksa NIK KTP Anda!

    11 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?