Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Kabupaten Tulungagung
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Tulungagung pada Jumat (10/4/2026) malam. Dalam operasi tersebut, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dan sejumlah pejabat daerah diamankan. Informasi ini dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, yang menyatakan bahwa salah satu pihak yang ditangkap adalah Bupati Tulungagung.
Gatut Sunu Wibowo merupakan pengusaha material yang baru menjabat sebagai Bupati Tulungagung sejak Februari 2025. Ia lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada 17 Desember 1967. Sebelum menjadi bupati, ia dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang material bangunan dengan jaringan usaha yang luas di wilayah Tulungagung hingga Trenggalek.
Karier politiknya tergolong melesat cepat. Gatut resmi bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pada November 2021. Dalam waktu singkat, ia berhasil menduduki jabatan strategis, seperti Wakil Bupati Tulungagung dari tahun 2021 hingga 2024, yang mendampingi Maryoto Birowo. Setelah itu, ia terpilih sebagai Bupati Tulungagung dalam kontestasi Pilkada setelah membangun basis kepercayaan publik yang kuat.
Riwayat Pendidikan
Pendidikan menjadi landasan bagi Gatut dalam memimpin. Berikut adalah riwayat pendidikan lengkap Gatut Sunu Wibowo:
- S2: UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (Lulus 2023)
- S1: Universitas Merdeka Malang (Lulus 1992)
- SMA: SMAK Santo Thomas Aquino (Lulus 1988)
- SMP: SMP Negeri Bandung, Tulungagung (Lulus 1985)
- SD: SDN Gandong 1 (Lulus 1982)
Harta Kekayaan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2022, Gatut Sunu Wibowo memiliki total kekayaan sekitar Rp17,8 miliar. Rincian kekayaannya meliputi:
- Tanah dan Bangunan Seluas 346 m2/150 m2 di TULUNGAGUNG, HASIL SENDIRI Rp205.950.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 180 m2/150 m2 di SURABAYA, HASIL SENDIRI Rp1.800.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 144 m2/120 m2 di TULUNGAGUNG, HASIL SENDIRI Rp333.330.000
- Tanah Seluas 3045 m2 di TULUNGAGUNG, HASIL SENDIRI Rp1.812.500.000
- Tanah Seluas 2494 m2 di TANAH LAUT, HASIL SENDIRI Rp1.187.619.000
Daftar Pejabat yang Ditangkap
Sebelumnya, 12 pejabat dan staf Pemkab Tulungagung diangkut oleh KPK ke Jakarta pada Sabtu (11/4/2026). Mereka diduga terlibat dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang terjadi pada Jumat (10/4/2026). Empat pejabat lainnya tidak ikut dibawa ke Jakarta.
Bus pelat kuning AG 7064 US yang membawa para pejabat ini dikawal oleh mobil Satuan Lalu Lintas. Kelambu bus ditutup sehingga tidak ada wajah-wajah yang terlihat di dalamnya.
Beberapa pejabat yang tidak ikut rombongan antara lain:
- Plt. Sekda Kabupaten Tulungagung, Soeroto
- Kepala Dinas Kesehatan Desi Lusiana Wardani
- Direktur RSUD dr. Iskak Zuhrotul Aini
- Kepala Dinas Sosial Reni Prasetyawati
Sementara itu, ada 12 nama yang ikut dalam rombongan, yaitu:
- Kabag Pemerintahan Arif Effendi
- Anggota DPRD Kabupaten Tulungagung (adik kandung Bupati Gatut Sunu), Jatmiko Dwijo Seputro
- Kabag Kesra Makrus Mannan
- Kepala Dinas Pertanian Suyanto
- Kepala Satpol PP Hartono
- Kabag Umum Yulius Rama Isworo
- Kepala Dinas PUPR Erwin Novianto
- Kabag Prokopim Aris Wahyudiono
- Kepala Bakesbangpol Agus Prijanto Utomo
- Ajudan Bupati Yoga Dwi Ambal
- Kepala BPKAD Dwi Hari Subagyo
- Staf di Bagian Umum Setda Kabupaten Tulungagung, Oki
Rombongan ini dibawa ke Surabaya dan selanjutnya akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.







