Pelatihan P3K dan PHBS untuk Kader UKS di SMPN 1 Darul Kamal
GEN-A, yang merupakan organisasi yang fokus pada pendidikan dan pengembangan generasi muda di Nanggroe Aceh, baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan Praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi kader UKS siswa SMPN 1 Darul Kamal Aceh Besar. Kegiatan tersebut berlangsung pada 20 Mei 2026 dan diikuti oleh sebanyak 16 siswa kader UKS.
Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membangun lingkungan sekolah yang lebih sehat, aman, dan tanggap darurat. Dengan menghadirkan materi tentang P3K dan PHBS, peserta diharapkan dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam menghadapi kondisi kedaruratan serta memahami pentingnya penerapan budaya hidup bersih dan sehat.
Fokus pada Teori dan Praktik Langsung
Pelatihan tidak hanya berfokus pada penyampaian teori, tetapi juga menekankan praktik langsung, diskusi kelompok, serta evaluasi keterampilan peserta. Hal ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi nyata.
Dalam sesi PHBS, Najwa Aqila, S.Kep., memberikan materi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah. Peserta diajarkan cara melakukan cuci tangan dengan enam langkah yang benar, edukasi mengenai pola makan sehat dan bergizi, serta pemahaman tentang pubertas pada remaja. Selain itu, peserta juga diajak mempraktikkan langsung teknik cuci tangan dan membangun kebiasaan hidup sehat yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Najwa Aqila menekankan bahwa penerapan PHBS di lingkungan sekolah merupakan langkah dasar dalam mencegah berbagai penyakit sekaligus membangun budaya hidup sehat sejak usia remaja. Menurutnya, pemahaman mengenai pubertas juga penting diberikan agar remaja mampu menghadapi masa pertumbuhan dengan pengetahuan yang benar dan tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru.
Pelatihan P3K untuk Menghadapi Kondisi Darurat
Sementara itu, materi P3K disampaikan oleh Annisa Khaira Hijria, S.Kep., yang membahas penanganan awal pada kondisi darurat ringan seperti luka, perdarahan ringan, keseleo, mimisan, luka bakar ringan, hingga penanganan pingsan di lingkungan sekolah. Peserta tidak hanya mempelajari teori dasar, tetapi juga dilatih melakukan simulasi pertolongan pertama secara langsung melalui praktik kelompok dan ujian praktik individu.
Annisa Khaira Hijria menjelaskan bahwa kemampuan dasar P3K penting dimiliki oleh siswa karena mereka sering menjadi pihak pertama yang berada di lokasi saat kecelakaan kecil terjadi di sekolah. Menurutnya, penanganan awal yang cepat dan tepat dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih serius sebelum mendapatkan bantuan lanjutan.
Interaktivitas dalam Pelatihan
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui metode demonstrasi, focus group discussion (FGD), simulasi kasus, serta evaluasi praktik. Peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi dan menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan berlangsung.
“Pelatihan hari ini sangat menyenangkan, kami jadi tahu cara-cara penanganan luka dan bagaimana perawatan diri yang baik,” ujar Syifa Ulrahmah, siswi kelas 7 SMPN 1 Darul Kamal.
Balia Bulqan, siswa kelas 8 SMPN 1 Darul Kamal, juga menyampaikan hal serupa. Ia mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru terkait penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, pola hidup sehat, serta pemahaman tentang pubertas dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil Evaluasi dan Harapan GEN-A
Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi PHBS. Nilai rata-rata pretest peserta tercatat sebesar 85 persen dan meningkat menjadi 89,4 % pada posttest setelah pelatihan berlangsung. Selain itu, pada evaluasi praktik P3K, sebanyak 12 dari 16 peserta atau sekitar 75 % peserta dinyatakan lulus dalam ujian praktik yang dilaksanakan pada akhir kegiatan.
Melalui kegiatan ini, GEN-A berharap para kader UKS tidak hanya mampu memahami dasar-dasar PHBS dan P3K, tetapi juga dapat menjadi pelopor perilaku hidup sehat serta memiliki kesiapsiagaan dalam membantu penanganan awal kondisi darurat di lingkungan sekolah. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang sehat, aman, dan peduli terhadap kesehatan sesama siswa.






