Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Humanisasi AI: Pemikiran Global atau Kekuasaan Digital?

    5 Maret 2026

    Dua Pemain Asing Arema FC Diusir Aremania Usai Kalah dari Borneo FC

    5 Maret 2026

    Apa Itu Selat Hormuz? Penutupan oleh Iran yang Pengaruhnya Dirasakan Dunia Global

    5 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 5 Maret 2026
    Trending
    • Humanisasi AI: Pemikiran Global atau Kekuasaan Digital?
    • Dua Pemain Asing Arema FC Diusir Aremania Usai Kalah dari Borneo FC
    • Apa Itu Selat Hormuz? Penutupan oleh Iran yang Pengaruhnya Dirasakan Dunia Global
    • 30 Ucapan Selamat Datang Bulan Maret 2026: Bahasa Inggris dan Maknanya, Penuh Doa dan Harapan
    • China Hentikan Tarif Pertanian Kanada Usai Kunjungan PM Carney
    • Nasib Raihan Terancam, Diusir dari UIN Suska Usai Serang Mahasiswi
    • Doa Hari Kedua Ramadhan 1447 H dan 4 Amalan Penghapus Dosa
    • 5 Manfaat Berjalan Kaki Setelah Sahur, Jangan Langsung Tidur
    • Jangan Asal Bungkus! Kemasan Takjil Berisiko bagi Kesehatan
    • 8 Fakta Menarik Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Iran yang Dikabarkan Meninggal
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Iksan Chan Bawa FC Bekasi City Kalahkan PSMS Medan 1-2

    Iksan Chan Bawa FC Bekasi City Kalahkan PSMS Medan 1-2

    adm_imradm_imr2 Maret 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    PSMS Medan Kembali Gagal Menang dalam Laga Kontra FC Bekasi City

    PSMS Medan kembali merasakan kekalahan dalam pertandingan lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026. Pada laga yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu (28/2/2026) malam, Ayam Kinantan harus mengakui keunggulan FC Bekasi City dengan skor akhir 1-2.

    Pertandingan dimulai dengan permainan yang cukup hati-hati dari kedua tim. Dalam lima menit pertama, laga lebih banyak diwarnai duel di lini tengah tanpa adanya peluang berbahaya. Namun, PSMS berhasil mengancam pada menit ke-7 lewat umpan silang Adlin Cahya yang disambut oleh Felipe Cadenazzi. Sayangnya, kiper FC Bekasi City, Ikram Algifarri, sigap mengamankan bola.

    Tiga menit kemudian, Cadenazzi kembali mendapat peluang emas setelah memanfaatkan kesalahan backpass dari lini belakang tuan rumah. Ia berhasil mencuri bola dan tinggal berhadapan dengan Ikram, tetapi sentuhan terakhirnya terlalu jauh sehingga bola langsung disapu oleh sang kiper.

    Memasuki menit ke-13, laga mulai memanas. Zikri Ferdiansyah diganjar kartu kuning usai melakukan tekel. Dari situasi bola mati, Rizky mengirim umpan ke arah Raju Dimas, tetapi tandukannya masih melenceng dari gawang yang dikawal Reky Rahayu.

    FC Bekasi City membalas ancaman pada menit ke-17 lewat Ezechiel yang menerima umpan spekulatif Dimas. Beruntung, Saddam Hi Tenang sigap menutup ruang tembak sehingga peluang hanya berbuah sepak pojok.

    Menit ke-19, kartu kuning kembali keluar, kali ini untuk Syukron setelah mengganggu distribusi bola Reky Rahayu saat PSMS hendak melancarkan serangan balik cepat. PSMS terus meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-21, peluang emas lahir dari skema sepak pojok. Antoni Nugroho mengirim bola ke kotak penalti dan Erwin Gutawa yang tak terkawal sukses menanduknya. Namun, Ikram tampil gemilang dengan menepis bola.

    Pada sepak pojok kedua, Erwin kembali mendapat kesempatan, tetapi lagi-lagi Ikram menjadi penyelamat gawang tuan rumah. Tensi pertandingan kian meningkat. Menit ke-34, Ragil Dimas menerima kartu kuning usai melanggar Clayton Da Silva. Clayton yang mengambil tendangan bebas langsung melepaskan sepakan keras ke arah gawang, tetapi Ikram kembali menunjukkan refleks apiknya dan mengubah bola menjadi sepak pojok.

    Peluang terbaik PSMS hadir pada menit ke-42. Berawal dari kesalahan lini belakang FC Bekasi City, Antoni Nugroho merebut bola dan mengalirkannya kepada Cadenazzi. Sang striker kemudian memberikan umpan backheel kepada Clayton Da Silva yang berdiri bebas. Sepakan placing kaki kanan Clayton hanya membentur tiang gawang, padahal posisi gawang sudah kosong karena Ikram keluar dari posisinya.

    Di menit yang sama, Saddam kembali menerima kartu kuning setelah menghentikan serangan balik Iksan Chan. Hingga tambahan waktu tiga menit berakhir, skor tetap 0-0 meski kedua tim silih berganti menciptakan peluang.

    Memasuki babak kedua, PSMS mencoba mengubah pendekatan taktik. Namun baru satu menit laga berjalan, tuan rumah langsung memecah kebuntuan lewat gol cepat Ramadhan. Gol tersebut membuat mental pemain PSMS sempat goyah.

    Situasi semakin sulit ketika Zikri Ferdiansyah menerima kartu kuning kedua usai dianggap melanggar Renan Silva. PSMS pun harus bermain dengan 10 orang. Zikri sendiri tampil menggantikan Kim Jeung-ho yang absen akibat akumulasi kartu.

    Unggul jumlah pemain dimanfaatkan maksimal oleh tuan rumah. Ikhsan Chan, mantan pemain PSMS musim lalu, sukses menggandakan keunggulan FC Bekasi City dan membawa skor menjadi 2-0. Meski bermain pincang, PSMS tak menyerah. Tekanan terus dilancarkan hingga akhirnya hadiah penalti didapat setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang.

    Cadenazzi yang maju sebagai algojo sukses menaklukkan Ikram dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Sayangnya, hingga peluit panjang dibunyikan, PSMS gagal menyamakan kedudukan.

    Usai laga, pelatih PSMS, Eko Purdjianto, tak menutupi kekecewaannya. Ia menilai gol cepat di awal babak kedua menjadi faktor krusial yang memengaruhi mental bertanding para pemainnya. Ia juga menyinggung beberapa keputusan wasit yang dianggap memengaruhi konsentrasi pemain, meski tetap menyatakan menghormati kepemimpinan pertandingan dan berencana menyampaikan evaluasi secara resmi kepada komisi wasit.

    “Di babak kedua, Bekasi mengambil inisiatif untuk agresif dan pemain kita lengah dengan satu gol cepat yang membuat semangat turun. Dari awal saya sudah bilang ke pemain untuk respect kepada wasit. Tapi ada beberapa keputusan yang membuyarkan konsentrasi pemain kita. Respect terhadap kepemimpinan wasit, tapi ini jadi catatan buat kita. Kita akan membuat report ke komisi wasit,” tegas Eko.

    Ia mengungkapkan bahwa timnya sebenarnya mampu bermain baik dan menciptakan peluang, namun kurang efektif dalam penyelesaian akhir. Ia juga menyoroti banyaknya kartu kuning yang diterima PSMS yang menurutnya perlu menjadi bahan evaluasi.

    “Kita sangat kecewa. Kita main bagus tapi nggak bisa bikin gol. Dengan kelengahan kita, mereka bisa mencetak gol. Kenapa kartu kuning begitu mudah diberikan untuk PSMS, ini jadi catatan untuk komisi wasit,” ujarnya.

    Meski demikian, Eko tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Ia menilai permainan timnya cukup baik, hanya saja kurang efektif dalam penyelesaian akhir.

    “Clayton main bagus, cuma belum cetak gol. Kiper Bekasi juga bagus. Untuk peluang PSMS, secara pribadi saya tetap fight sampai akhir kompetisi. Peluang memang tipis, tapi kami akan maksimalkan sisa pertandingan dan berharap hasil yang lebih baik,” ucapnya.

    Hal senada turut disampaikan Nazar Nurzaidin. Ia mengakui kekecewaan atas hasil akhir pertandingan, terutama karena banyak momen yang dinilai dapat mengubah jalannya laga. Menurutnya, pertandingan berjalan menarik dan penuh determinasi, namun terdapat sejumlah keputusan yang dirasakan kurang menguntungkan timnya.

    “Kecewa dengan hasil pasti. Pemain dan penonton mungkin tahu apa yang dilakukan referee. Ada banyak keputusan yang mengganggu. Pertandingan seru, tapi menurut saya banyak keputusan yang kurang tepat,” katanya.

    Kekalahan ini menjadi malam pahit bagi PSMS sekaligus penutup sebelum kompetisi memasuki jeda Ramadan dan Idul Fitri sekitar satu bulan. Setelah jeda, PSMS dijadwalkan menghadapi PSPS Pekanbaru pada 28 Maret 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    8 Fakta Menarik Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Iran yang Dikabarkan Meninggal

    By adm_imr5 Maret 20262 Views

    7 tanda istri tak layak dipertahankan dalam Islam

    By adm_imr5 Maret 20262 Views

    Renungan Harian Katolik: Dengarkanlah Dia, Minggu 1 Maret 2026

    By adm_imr5 Maret 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Humanisasi AI: Pemikiran Global atau Kekuasaan Digital?

    5 Maret 2026

    Dua Pemain Asing Arema FC Diusir Aremania Usai Kalah dari Borneo FC

    5 Maret 2026

    Apa Itu Selat Hormuz? Penutupan oleh Iran yang Pengaruhnya Dirasakan Dunia Global

    5 Maret 2026

    30 Ucapan Selamat Datang Bulan Maret 2026: Bahasa Inggris dan Maknanya, Penuh Doa dan Harapan

    5 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?