Kegiatan Stimulasi Anak di Pos Kesehatan Desa Sumingkir
Di Pos Kesehatan Desa (PKD) Sumingkir, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, suasana terasa lebih ramai dari biasanya. Anak-anak tampak sibuk bermain sambil belajar. Beberapa dari mereka menyusun puzzle, ada yang mulai mengenal huruf, dan sebagian lainnya asyik bermain bersama orang tua mereka.
Kegiatan ini rutin dilaksanakan melalui kelas stimulasi dalam Program SPRING. Salah satu yang aktif mendampingi adalah Indah Mulyati. Ia merupakan kader sekaligus fasilitator kelas stimulasi. Menariknya, Indah juga merasakan manfaat program ini sebagai seorang ibu, karena anaknya juga menjadi peserta dalam kegiatan tersebut.
Program SPRING dijalankan Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Tanoto Foundation untuk mendukung tumbuh kembang anak usia 0 sampai 6 tahun. Lewat program ini, kader dan orang tua diajak lebih memahami pentingnya stimulasi perkembangan anak sejak dini.
Indah mengaku, sebelum ikut program tersebut, ia belum benar-benar memahami apa yang dimaksud dengan stimulasi perkembangan anak. Setelah mengikuti pelatihan, ia mulai paham bahwa banyak hal sederhana di rumah ternyata bisa menjadi bagian penting dari proses belajar anak.
“Menurut saya sangat bermanfaat karena kita jadi bisa memantau perkembangan anak-anak. Kadang ibu-ibu muda sekarang juga masih belum paham apa itu stimulasi,” ujarnya.
Ilmu yang didapat dari pelatihan itu kemudian ia praktikkan dalam keseharian. Sebagai ibu rumah tangga yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, Indah mencoba menerapkan stimulasi lewat aktivitas sederhana, seperti bermain, bernyanyi, dan mengajak anak belajar dengan cara yang menyenangkan.
Ia juga melihat perubahan pada anaknya setelah rutin mengikuti kelas stimulasi. Menurutnya, anak menjadi lebih berani karena terbiasa bertemu dan bermain dengan teman sebaya.
“Kalau di sini kan ketemu anak-anak lain, jadi lebih percaya diri. Sekarang lebih berani,” katanya.
Perjalanan Indah menjadi fasilitator bermula saat ia mengikuti pelatihan kader bersama kader posyandu dan tokoh masyarakat di puskesmas. Dalam pelatihan itu, peserta dikenalkan pada berbagai aktivitas stimulasi dan cara menerapkannya.
Setelah itu, beberapa peserta dipilih untuk menjadi fasilitator, termasuk Indah. Peran baru tersebut justru membuatnya semakin percaya diri. Selain menambah pengetahuan tentang tumbuh kembang anak, ia juga merasa lebih berani saat harus berinteraksi dengan warga.
Meski begitu, pelaksanaan kelas stimulasi tidak selalu berjalan lancar. Ada kalanya anak-anak rewel atau tertidur saat jadwal kegiatan dimulai. Saat itu terjadi, materi tetap dibagikan melalui grup agar orang tua bisa melanjutkan stimulasi di rumah.
Cuaca juga kerap menjadi kendala. Saat hujan turun cukup deras pada pagi hari, tidak semua orang tua bisa membawa anaknya ke lokasi kegiatan. Namun kondisi itu tidak menyurutkan semangat kader maupun orang tua untuk tetap terlibat.
Bagi Indah, kelas stimulasi memberi manfaat besar, bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga bagi para orang tua. Anak-anak punya ruang untuk bermain dan belajar bersama, sementara orang tua jadi lebih paham cara mendampingi tumbuh kembang anak sejak dini.
Manfaat Program SPRING Bagi Masyarakat
Program SPRING memiliki beberapa manfaat yang signifikan bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan orang tua. Berikut beberapa di antaranya:
Peningkatan Kesadaran Orang Tua: Program ini membantu orang tua memahami pentingnya stimulasi perkembangan anak sejak dini. Banyak ibu-ibu muda yang awalnya tidak paham konsep stimulasi, kini lebih sadar akan peran mereka dalam mengembangkan potensi anak.
Peningkatan Kemampuan Anak: Anak-anak yang mengikuti kelas stimulasi menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Mereka menjadi lebih percaya diri, lebih berani, dan terbiasa berinteraksi dengan teman sebaya.
Penguatan Peran Kader: Kader seperti Indah Mulyati mendapatkan pelatihan yang memperluas pengetahuan mereka tentang tumbuh kembang anak. Hal ini meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan mereka dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Kemudahan Akses Informasi: Saat kegiatan terganggu oleh cuaca atau situasi lain, materi tetap dapat disampaikan melalui grup, sehingga orang tua tetap bisa melanjutkan stimulasi di rumah.
Tantangan dalam Pelaksanaan Kegiatan
Meskipun program SPRING memberikan manfaat yang besar, pelaksanaannya juga menghadapi beberapa tantangan. Misalnya:
Anak yang Rewel atau Tertidur: Beberapa kali, anak-anak tidak siap mengikuti kegiatan karena rewel atau tertidur. Untuk mengatasi ini, materi tetap disampaikan melalui grup agar orang tua bisa melanjutkan stimulasi di rumah.
Kendala Cuaca: Hujan deras sering mengganggu kehadiran orang tua dan anak. Meskipun demikian, semangat kader dan orang tua tetap tinggi, sehingga kegiatan tetap berlangsung.







