Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Pemakaman Keluarga Korban Laka di Probolinggo Berlangsung Haru, 4 Korban dalam Satu Liang

    22 April 2026

    Unhan buka pendaftaran S2 2026: Prodi, Syarat, dan Jadwal

    22 April 2026

    Pernyataan Bahlil Lahadalia tentang Penyebab Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

    22 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 22 April 2026
    Trending
    • Pemakaman Keluarga Korban Laka di Probolinggo Berlangsung Haru, 4 Korban dalam Satu Liang
    • Unhan buka pendaftaran S2 2026: Prodi, Syarat, dan Jadwal
    • Pernyataan Bahlil Lahadalia tentang Penyebab Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi
    • Jadwal Kapal Pelni KM Tidar: Makassar-Kupang 20-25 April, Balikpapan-Surabaya Hingga 5 Mei 2026
    • Pembobolan sistem jembatan kripto, kerugian Rp 5 triliun
    • Eks Pejabat BNI Aek Nabara Tipu Jemaat Gereja Rp 28 M, Investasi Kafe, dan Kabur Sebelum Pensiun
    • 40 Soal Ujian Semester 2 Agama Islam Kelas 4 Lengkap Kunci Jawaban 2026-2027
    • Masyarakat Siap Menghadapi Biaya Kesehatan Kapan Saja
    • Asal-usul Coto Makassar dan Resep Legendaris
    • Tips Gym Konsisten untuk Pemula ala Abdul Hakim: Gerakan Dasar hingga Pemilihan Tempat
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Iran disebut pakai satelit China untuk awasi pangkalan AS

    Iran disebut pakai satelit China untuk awasi pangkalan AS

    adm_imradm_imr22 April 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Jakarta, IDN Times – Iran dilaporkan menggunakan satelit buatan China bernama TEE-01B untuk mengawasi pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah, baik sebelum maupun setelah melancarkan serangan drone dan rudal. Informasi ini terungkap melalui dokumen militer yang bocor serta data pelacakan satelit yang dilaporkan Financial Times pada Rabu (15/4/2026).

    Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) diketahui memperoleh satelit tersebut pada akhir 2024. Pasukan Dirgantara IRGC membeli perangkat itu senilai 36 juta dolar AS (setara Rp612 miliar) dalam mata uang renminbi China dan mulai mengendalikan operasionalnya sejak September 2024, sementara peluncuran satelit dilakukan pada 6 Juni 2024.

    1. IRGC mengakses infrastruktur China untuk operasi satelit

    Perusahaan China, Earth Eye Co., yang merancang TEE-01B semula menyebutkan fungsi satelit itu untuk kebutuhan sipil, termasuk sektor pertanian, penanganan darurat, dan transportasi kota. Namun, pengoperasiannya justru dilakukan oleh Pasukan Dirgantara IRGC, bukan melalui jalur sipil Iran.

    Dalam kesepakatan yang berlaku, IRGC juga mendapatkan akses ke stasiun darat milik Emposat, perusahaan layanan pengendalian dan data satelit yang berbasis di Beijing. Fasilitas tersebut digunakan untuk mengelola operasional satelit secara langsung.

    Data citra satelit beserta informasi waktu dan orbit menunjukkan bahwa TEE-01B merekam sejumlah pangkalan militer AS pada Maret 2026. Salah satu lokasi yang dipantau adalah Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi pada 13–15 Maret 2026, bertepatan dengan serangan Iran yang merusak lima pesawat pengisian bahan bakar milik Angkatan Udara AS, yang kemudian dikonfirmasi Presiden AS Donald Trump.

    Selain itu, pemantauan juga mencakup Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, wilayah sekitar pangkalan Armada Kelima AS di Manama, Bahrain, serta bandara Erbil di Irak. Area lain yang ikut diamati meliputi Camp Lemonnier di Djibouti, Camp Buehring dan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, hingga Bandara Internasional Duqm di Oman.

    2. Kemampuan satelit China melampaui teknologi Iran

    Dilansir Middle East Eye, TEE-01B mampu menghasilkan citra dengan resolusi hingga setengah meter. Tingkat ketajaman ini melampaui kemampuan satelit militer tercanggih Iran, Noor-3, yang hanya memiliki resolusi sekitar lima meter.

    Kemampuan resolusi tinggi tersebut memberi keuntungan bagi IRGC dalam mengenali sasaran secara lebih rinci sebelum serangan dilakukan. Selain itu, hasil citra juga digunakan untuk mengevaluasi dampak serangan yang telah dilancarkan.

    Seorang pakar Iran dari Paris Institute of Political Studies, Nicole Grajewski, menilai penggunaan satelit tersebut berkaitan langsung dengan kepentingan militer.

    “Satelit ini jelas digunakan untuk tujuan militer, karena dijalankan oleh Pasukan Dirgantara IRGC dan bukan oleh program luar angkasa sipil Iran,” katanya kepada Financial Times, dikutip New York Post.

    Ia juga menyoroti ketergantungan Iran terhadap dukungan teknologi asing dalam konflik yang berlangsung.

    “Iran benar-benar membutuhkan kemampuan yang disediakan asing ini selama perang ini, karena memungkinkan IRGC untuk mengidentifikasi target sebelumnya dan memeriksa keberhasilan serangannya,” jelasnya.

    3. Keterkaitan perusahaan China picu worotan AS

    Earth Eye Co. sebelumnya diketahui mempromosikan kerja sama dengan sejumlah universitas di China yang memiliki hubungan dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Sementara itu, Emposat dilaporkan memiliki kaitan dengan Pasukan Dirgantara PLA berdasarkan temuan Kongres AS.

    Penggunaan satelit buatan China oleh IRGC memunculkan pertanyaan terkait sejauh mana keterlibatan Beijing dalam mendukung Iran. Laporan terdahulu menyebut China memasok sistem rudal permukaan-ke-udara, drone kamikaze, serta perangkat pertahanan udara portabel untuk memperkuat militer Iran.

    Di sisi lain, pemerintah China berkali-kali membantah tuduhan tersebut. Trump menyatakan bahwa China telah menyepakati untuk tidak memasok senjata ke Teheran setelah pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping menjelang rencana pertemuan puncak yang dijadwalkan ulang akibat konflik.

    “Mereka telah setuju untuk tidak mengirim senjata ke Iran,” tulis Trump di Truth Social.

    Sebagai tanggapan atas laporan tersebut, Trump mengancam akan mengenakan tarif hingga 50 persen terhadap produk impor asal China. Ia juga menyampaikan kepada Fox News bahwa Xi Jinping akan memberinya “pelukan besar yang gemuk” saat ia tiba di Beijing.

    Presiden Iran: Kami Ingin Akhiri Perang dengan Bermartabat AS Akan Memburu dan Menyita Kapal Iran di Perairan Internasional AS Siap Lanjut Perang jika Iran Tak Sepakat Damai

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Perundingan Lebanon-Israel di Washington: Jalur Normalisasi Diplomasi?

    By adm_imr22 April 20261 Views

    Tiongkok Peringatkan Indonesia: Izin Militer AS Ancam Kedaulatan dan Piagam ASEAN

    By adm_imr22 April 20264 Views

    Trump Sebut Iran Langgar Gencatan Senjata Usai Serang Kapal di Selat Hormuz

    By adm_imr21 April 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pemakaman Keluarga Korban Laka di Probolinggo Berlangsung Haru, 4 Korban dalam Satu Liang

    22 April 2026

    Unhan buka pendaftaran S2 2026: Prodi, Syarat, dan Jadwal

    22 April 2026

    Pernyataan Bahlil Lahadalia tentang Penyebab Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

    22 April 2026

    Jadwal Kapal Pelni KM Tidar: Makassar-Kupang 20-25 April, Balikpapan-Surabaya Hingga 5 Mei 2026

    22 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?