Berita Terkini di Jawa Timur: Suspend SPPG, Pembobolan Rumah Mantan Wali Kota, dan Pembunuhan Bidan
Penghentian Operasional Sementara dari Badan Gizi Nasional (BGN)
Badan Gizi Nasional (BGN) telah menghentikan sementara operasional atau melakukan suspend terhadap sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur. Hal ini menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebanyak 372 SPPG di tingkat provinsi saat ini berstatus suspend dengan berbagai alasan. Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang terdampak kebijakan tersebut. Secara nasional, BGN mencatat sebanyak 8.182 SPPG pernah di-suspend di berbagai daerah di Indonesia dalam periode 2025–2026.
Dari total 27.208 SPPG yang telah beroperasi, angka tersebut setara sekitar 30 persen. Wakil Bendahara DPW Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Jawa Timur, Andy Syayuti, menyebut situasi ini cukup dinamis bagi pelaku usaha SPPG di lapangan.
Menurutnya, banyak mitra dapur terdampak kebijakan suspend. Selain itu, sebagian juga terpengaruh oleh rencana moratorium yang membuat dapur yang sudah dibangun belum dapat beroperasi.
“Saat ini banyak dapur yang disuspend. Ada juga rencana moratorium, sehingga dapur yang sudah dibangun belum bisa beroperasi. Situasi ini cukup menegangkan, tapi kami berharap ada solusi,” ujar Andy.
Ia menyebut jumlah SPPG terdampak di Jawa Timur cukup besar, meski data masih terus bergerak. “Kalau ditotal, jumlahnya bisa mencapai ratusan SPPG,” katanya. Untuk SPPG yang sudah dibangun namun belum beroperasi, ia menyebut jumlahnya juga mencapai ratusan unit di Jawa Timur.
Kondisi ini berdampak pada pelaku usaha, terutama terkait investasi yang sudah dikeluarkan.
Pembobolan Rumah Mantan Wali Kota Surabaya
Pada Jumat (5/6/2026) siang, rumah milik mantan Wali Kota Surabaya, Raden Soekotjo Sastrodinoto, di kawasan Kelurahan DR Soetomo, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, dibobol dua orang pria misterius.
Rekaman CCTV mengidentifikasi dua orang pria misterius menyatroni rumah dan memasuki dua kamar utama untuk mencari berbagai benda berharga. Namun, berdasarkan catatan penghuni rumah, kedua pelaku hanya berhasil memperoleh satu set bolpoin bermerek Parker yang bernilai tak seberapa.
Tidak ada korban jiwa atau luka dari para penghuni rumah selama dua orang pria misterius tersebut beraksi. Dua orang ART yang menjaga rumah tersebut, selamat.
Kasus tersebut sudah dilaporkan ke markas Kepolisian setempat untuk diselidiki. Kabarnya, sejumlah personel Polisi sudah melakukan pengecekan sekaligus olah TKP di rumah tersebut.
Cucu mantan wali kota, perempuan berinisial NW menceritakan, salah satu ART sempat memasuki rumah dan mendapati sejumlah kecurigaan kondisi rumah tersebut. Karena, kondisi pintu yang terhubung dengan ruang garasi kendaraan dan pintu menuju ruang tamu tampak terbuka.
Setelah melihat keanehan tersebut, ART yang pertama kali mengetahui kondisi tersebut, memanggil seorang ART lainnya. Lalu, mereka bergegas keluar rumah melalui pintu garasi samping, dan meminta pertolongan kepada petugas keamanan gedung pusat kecantikan di seberang rumah.
“Lalu mereka lari keluar lewat garasi sebelah sampe keluar pagar. Dan langsung minta tolong satpam seberang rumah untuk memastikan apakah maling ada di dalam apa tidak,” ujarnya saat dihubungi Infomalangraya.com, pada Sabtu (6/6/2026).
Berdasarkan rekaman CCTV rumah, pelaku mencoba merusak gembok pagar sejak pukul 13.04 WIB. Kemudian, mereka berhasil masuk ke halaman rumah dan berusaha menjebol pintu ruang tamu pukul 13.13 WIB. “(Para pelaku) selesai bongkar rumah jam 13.20 WIB. lalu ART baru ke ruang tengah untuk nyalakan lampu jam 16.47 WIB,” ungkapnya.
Pembunuhan Bidan RSU Besuki Akibat Cemburu
Pembunuh bidan RSU Besuki, Murtafia Rafika Dewi, yang ditemukan di saluran selokan di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, telah diamankan di Mapolres Situbondo, Minggu (7/6/2026).
Pelaku tiba di Mapolres, tadi pagi sekitar pukul 05.00 WIB, dan langsung menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Satreskrim Polres Situbondo. “Sekarang pelaku menjalani pemeriksaan,” katanya.
Motif pembunuhan, menurut Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Selimat, adalah cemburu. “Untuk sementara motifnya cemburu,” tukasnya.
Dikatakan, untuk proses autopsi terhadap jasad korban telah dilakukan oleh tim forensik rumah sakit Abdoer Rachem Situbondo. “Namun, hasilnya masih belum keluar,” pungkasnya.
Sebelumnya, seorang bidan rumah sakit umum (RSU) Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, ditemukan tewas di dalam saluran drainase di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2026) malam.
Bidan bernama Murtafia Rafika Dewi ini ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tertutupi potongan pohon di dalam selokan air atau saluran drainase tersebut. Korban dihabisi oleh suaminya sendiri, karena diduga dipicu cemburu. Setelah itu, jasadnya dibuang pelaku ke saluran drainase.







