Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    83,8 persen warga Bandung puas, perubahan sekolah kini semakin terasa nyata

    27 April 2026

    Dunia Hancur, Mata Kiri Veri AFI Buta Akibat Ablasio Retina dan Turun Berat Badan

    27 April 2026

    Mengenal Konsep Rezeki dalam Islam

    27 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 27 April 2026
    Trending
    • 83,8 persen warga Bandung puas, perubahan sekolah kini semakin terasa nyata
    • Dunia Hancur, Mata Kiri Veri AFI Buta Akibat Ablasio Retina dan Turun Berat Badan
    • Mengenal Konsep Rezeki dalam Islam
    • Alumni Inspiratif Berbagi Pengalaman di Acara Pelepasan Wisudawan FIS
    • Gempa 2,3 SR Guncang Jember, Cek Informasi BMKG
    • Di tengah tekanan saham perbankan, BI diprediksi tetap tahan suku bunga, apa dampaknya?
    • Pengusaha kehilangan Rp7,2 juta setelah 250 kg telur raib oleh TNI palsu, alasan bazar sembako
    • Anak Batuk Pilek Setiap Bulan, Wajar atau Tidak? Ini Penjelasan Dokter
    • 5 Ayam Goreng Lezat di Semarang yang Wajib Dicoba Pecinta Kuliner
    • DPRD Badung Kritik Rendahnya Serapan dan Promosi Wisata
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Khamenei Meninggal Saat Bertugas, IRGC Akan Balas Lebih Dahsyat: Tangan Pembalasan Iran

    Khamenei Meninggal Saat Bertugas, IRGC Akan Balas Lebih Dahsyat: Tangan Pembalasan Iran

    adm_imradm_imr4 Maret 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peristiwa Mengejutkan dalam Sejarah Iran

    Media Iran, Fars News Agency, akhirnya mengungkap waktu dan lokasi wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei. Dikatakan bahwa Khamenei terbunuh pada Sabtu (28/2/2026) pagi, meski detail lebih lanjut tidak diberikan. Fars hanya menyatakan, “Khamenei meninggal di kantornya saat menjalankan tugas yang diemban kepadanya.” Kematian Khamenei juga dikonfirmasi oleh kantor berita Tasnim dan Fars, namun rincian mengenai penyebabnya tetap dirahasiakan.

    Menyusul kabar duka ini, Iran mendeklarasikan 40 hari masa berkabung dan menetapkan tujuh hari libur nasional. Sebelumnya, menurut laporan New York Times, citra satelit dari Airbus Defence and Space memperlihatkan kerusakan parah pada bangunan utama kompleks tersebut. Serangan yang diduga dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terjadi pada Sabtu (28/2/2026), membuat struktur utama hancur total. Kompleks Beit-e Rahbari dikenal bukan hanya sebagai kediaman Khamenei, tetapi juga sebagai lokasi strategis untuk menerima pejabat senior Iran. Foto udara menunjukkan bahwa bangunan yang menjadi tempat tinggal langsung Khamenei, beserta perimeter keamanannya, tampak rata dengan tanah. Peristiwa ini menandai salah satu momen paling mengejutkan dalam sejarah modern Iran, meninggalkan pertanyaan besar tentang dampak politik dan keamanan ke depan.

    IRGC Ancam Balas Sedahsyat Mungkin

    Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan dimulainya operasi ofensif paling dahsyat dalam sejarah negara, menyusul konfirmasi kematian Khamenei. Pernyataan tersebut diterbitkan kantor berita Fars pada Minggu (1/3/2026), dengan menyebutkan bahwa operasi ofensif itu akan dimulai beberapa saat lagi. IRGC menegaskan, serangan tersebut akan menargetkan wilayah pendudukan dan pangkalan Amerika di Timur Tengah, demikian laporan Al Jazeera. “Tangan pembalasan bangsa Iran untuk hukuman yang berat, tegas, dan akan disesali para pembunuh Imam Umat tidak akan melepaskan mereka,” demikian bunyi pernyataan Garda. IRGC lebih lanjut menyampaikan duka atas wafatnya Khamenei. “Kita kehilangan seorang pemimpin besar dan kita berduka atas kepergiannya,” tulis pernyataan yang dimuat Fars. “IRGC akan berdiri teguh dalam menghadapi konspirasi domestik dan asing,” lanjutnya.

    Trump Bersumpah Bombardir Iran Tanpa Henti Pasca Kematian Khamenei

    Ketegangan global mencapai titik paling berbahaya dalam beberapa dekade terakhir. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa pengeboman terhadap Iran akan terus dilakukan tanpa batas waktu, selama dianggap perlu untuk mencapai apa yang ia sebut sebagai perdamaian dunia. Pernyataan tersebut muncul di tengah situasi geopolitik yang semakin genting, setelah Trump mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam rangkaian serangan udara besar-besaran. Dunia internasional pun tersentak, menyadari bahwa konflik ini telah memasuki babak baru yang jauh lebih berisiko.

    Serangan Berlanjut Tanpa Henti

    Melalui platform media sosial Truth Social, Sabtu (28/2/2026), Trump menegaskan bahwa serangan udara tidak akan dihentikan dalam waktu dekat. Ia menyampaikan pernyataan keras yang langsung menyita perhatian dunia. “Pengeboman berat dan presisi akan terus berlanjut, tanpa gangguan sepanjang minggu ini atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan kita yakni PERDAMAIAN DI SELURUH TIMUR TENGAH DAN, BAHKAN, DUNIA!” Pernyataan itu menegaskan sikap Washington yang tidak sekadar melakukan serangan terbatas, melainkan menjalankan strategi militer berkelanjutan dengan tujuan yang jauh melampaui kawasan Timur Tengah.

    Serangan Terpadu AS–Israel di Jantung Iran

    Operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang diberi nama Operation Epic Fury dilaporkan dimulai pada pukul 01.15 dini hari waktu setempat. Serangan udara tersebut menyasar berbagai target strategis, mulai dari pusat komando militer hingga fasilitas peluncuran rudal dan drone. Target utama meliputi fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), lapangan udara militer, sistem pertahanan udara, serta infrastruktur peluncuran rudal balistik Iran. Skala serangan ini menandai salah satu operasi militer paling masif dalam sejarah konflik AS–Iran.

    Kematian Khamenei

    Trump secara resmi mengumumkan bahwa Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan tersebut, mengakhiri 36 tahun kekuasaannya sebagai pemimpin tertinggi Iran sejak 1989. Pernyataan itu disampaikan setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lebih dahulu mengungkapkan klaim serupa. Dalam pernyataannya, Trump menggambarkan situasi ini sebagai momentum besar bagi rakyat Iran. “Ini adalah peluang terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali Negara mereka,” kata Trump. Ia juga menambahkan klaim bahwa moral aparat keamanan Iran mulai runtuh. “Kami mendengar bahwa banyak dari IRGC, militer, serta pasukan keamanan dan polisi mereka tidak lagi ingin bertempur dan sedang mencari kekebalan dari kami.” Menurut laporan Axios, jasad Khamenei ditemukan di kompleks kediamannya yang hancur akibat serangan Israel.

    Pukulan Telak bagi Struktur Negara Iran

    Lembaga kajian militer Institute for the Study of War (ISW) menyebut Israel menerapkan strategi serangan yang berfokus pada “pemenggalan” kepemimpinan, sementara Amerika Serikat lebih banyak menargetkan sasaran militer strategis. ISW juga mengutip laporan yang menyebut sejumlah tokoh penting Iran turut tewas, termasuk komandan IRGC, menteri pertahanan, kepala intelijen, hingga sekretaris dewan pertahanan. Khamenei sendiri menggantikan pendiri Revolusi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Sesuai konstitusi Iran, dewan ulama kini harus memilih pemimpin tertinggi baru. Namun, rangkaian serangan terhadap elite pemerintahan disebut membuat struktur kepemimpinan Iran berada dalam kondisi kacau dan rawan krisis suksesi.

    Korban Sipil dan Balasan Iran

    Bulan Sabit Merah Iran melaporkan lebih dari 200 orang tewas dan hampir 750 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan tengah menyelidiki laporan bahwa salah satu serangan menghantam sekolah putri di Iran selatan yang disebut menewaskan lebih dari 80 siswi. ISW menilai respons Iran terhadap serangan AS dan Israel berlangsung dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Iran telah merespons serangan AS dan Israel dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata ISW. Sedikitnya 35 rudal dilaporkan telah diluncurkan ke wilayah Israel. Selain itu, Iran juga mengirim rudal dan drone ke berbagai pangkalan AS di kawasan Teluk Persia, termasuk Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait.

    Trump dan Opsi “Jalan Keluar”

    Di tengah eskalasi yang terus meningkat, Trump mengungkapkan kepada Axios bahwa ia masih memiliki beberapa opsi yang disebut sebagai “jalan keluar”. Salah satu opsi bahkan membuka kemungkinan serangan tambahan di masa depan. “Saya bisa melanjutkan lebih lama dan mengambil alih seluruhnya, atau mengakhirinya dalam dua atau tiga hari dan mengatakan kepada Iran, ‘Sampai jumpa lagi dalam beberapa tahun jika Anda mulai membangun kembali program nuklir dan rudal Anda,’” ujarnya. Trump menegaskan bahwa Iran akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih dari dampak serangan ini. “Bagaimanapun juga, mereka akan membutuhkan beberapa tahun untuk pulih dari serangan ini.”

    Diplomasi Buntu, Dunia Menunggu

    Serangan ini terjadi setelah perundingan antara diplomat AS dan Iran mengenai program nuklir mengalami kebuntuan. Trump bersama anggota parlemen dari kedua partai tetap menentang pengembangan senjata nuklir oleh Iran, tudingan yang selama ini dibantah oleh Teheran. Dengan situasi yang terus memburuk dan arah konflik yang belum jelas, dunia kini menanti: apakah eskalasi ini akan berujung pada perdamaian seperti yang diklaim Washington, atau justru membuka bab paling berbahaya dalam sejarah konflik global modern.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    PR menanti kebijakan pemerintah, dari regulasi hingga birokrasi

    By adm_imr27 April 20261 Views

    Profil Hendrikus Rahayaan, Atlet MMA Pembunuh Nus Kei, Motif Dendam

    By adm_imr26 April 20261 Views

    Gen Z dan Politik: Jarak, Bahasa, serta Kepercayaan

    By adm_imr26 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    83,8 persen warga Bandung puas, perubahan sekolah kini semakin terasa nyata

    27 April 2026

    Dunia Hancur, Mata Kiri Veri AFI Buta Akibat Ablasio Retina dan Turun Berat Badan

    27 April 2026

    Mengenal Konsep Rezeki dalam Islam

    27 April 2026

    Alumni Inspiratif Berbagi Pengalaman di Acara Pelepasan Wisudawan FIS

    27 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?