Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Gatot Nurmantyo: Indonesia Menghadapi Krisis Ganda

    25 Juni 2026

    Pengamat NTT: Jokowi Tetap Magnet Politik

    25 Juni 2026

    HKTI Kediri Perkuat Koperasi Tebu untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

    25 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 25 Juni 2026
    Trending
    • Gatot Nurmantyo: Indonesia Menghadapi Krisis Ganda
    • Pengamat NTT: Jokowi Tetap Magnet Politik
    • HKTI Kediri Perkuat Koperasi Tebu untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
    • Warga dan Pengusaha Terdampak, PLN: Sistem Kelistrikan Jawa Membaik
    • Penggeledahan 5 Jam Silmy Karim, KPK Sita 17 Kendaraan Termasuk Porsche
    • Doa Tasua 9 Muharram, Pembeda Umat Islam dan Penyempurna Puasa Asyura
    • Hindari Mesin Gym Ini Jika Alami Nyeri Punggung
    • Menjelajah Sate Bandeng Legendaris di Serang Banten
    • Cara cek pemadaman listrik PLN: Jadwal dan informasi gangguan terkini
    • Jadwal Kapal Pelni Gunung Dempo 2026: Makassar ke Sorong Besok
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Kisah Modestus Arpikini: Mimpi dari Kamoro Menuju Sakura

    Kisah Modestus Arpikini: Mimpi dari Kamoro Menuju Sakura

    adm_imradm_imr28 Mei 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kehidupan Modestus Arpikini: Dari Pesisir Mimika ke Dunia Internasional

    Modestus Arpikini, seorang pemuda asli suku Kamoro dari pesisir Mimika, telah membuktikan bahwa pendidikan formal bisa menjadi jembatan untuk mengubah takdir. Dengan semangat dan ketekunan, ia berhasil melampaui berbagai rintangan dan kini menempuh studi di Politeknik Kelautan dan Perikanan.

    Awal Perjalanan Pendidikan

    Modestus lahir pada 17 Maret 2005, di Kampung Akar, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Sejak kecil, ia tumbuh di lingkungan yang terbatas akses pendidikan. Namun, ia tidak pernah menyerah. Langkah pertamanya dimulai saat ia harus meninggalkan rumah untuk menempuh pendidikan di SMP YPPK Le Cocq D’Armandville Kokonao.

    Jarak geografi yang jauh memaksa dirinya terbiasa mandiri dan menempa mentalitas bertahan hidup di dalam lingkungan asrama sekolah Katolik. “Kami dapat fasilitas asrama dan makan tiga kali sehari. Karena di sana Katolik, kami juga ibadah bersama,” kenang Modestus saat zoom meeting bersama wartawan.

    Rintangan dan Keberanian

    Perjalanan pendidikan Modestus tidak selalu mulus. Saat melanjutkan studi di SMK Tunas Bangsa Pariwisata Timika, gangguan kesehatan parah sempat membuatnya menunda aktivitas belajar. Ia akhirnya memutuskan untuk pindah sekolah agar bisa melanjutkan studi.

    Di SMK St. Yohanis Don Bosco Timika, ia memilih program keahlian Teknik Jaringan Komputer hingga berhasil menyelesaikan pendidikan menengah atas dengan baik. Setelah lulus, realitas ekonomi sempat membuatnya ragu untuk melanjutkan kuliah.

    Kesempatan Emas dari YPMAK

    Namun, takdir baik menjemput dedikasinya melalui perantara tangan suster pembina asrama yang melihat potensi besar di dalam diri sang pemuda. Nama Modestus diajukan kepada YPMAK, lembaga pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia yang fokus membuka akses pendidikan bagi anak-anak suku Amungme dan Kamoro.

    “Karena kehendak Tuhan akhirnya saya diterima kuliah,” ucapnya dengan nada penuh rasa syukur. Penerimaan beasiswa tersebut menjadi catatan sejarah baru dalam hidup Modestus yang belum pernah menginjakkan kaki keluar dari tanah Papua.

    Prestasi yang Mengagumkan

    Rasa cemas dan haru bercampur menjadi satu ketika dirinya harus melangkah naik ke atas kabin pesawat terbang untuk pertama kalinya. “Saya pertama kali naik pesawat itu bingung dan sedih karena harus tinggal orangtua,” kenang taruna muda tersebut.

    Kini, Modestus telah berstatus sebagai taruna tingkat satu pada Program Studi Agribisnis Perikanan di Politeknik Kelautan dan Perikanan. Di kampus kedinasan berasrama tersebut, ia langsung menggebrak lewat prestasi akademik yang sangat membanggakan di tingkat nasional.

    Meski baru setahun mengecap atmosfer perkuliahan, pemuda pesisir Mimika ini sukses menyabet Medali Emas Juara 1 Olimpiade PPKN Tingkat Nasional. Prestasi gemilang tersebut menjadi bukti sahih bahwa anak-anak asli Kamoro memiliki daya saing yang sejajar dengan mahasiswa dari seluruh penjuru Nusantara.

    Mimpi yang Semakin Tinggi

    Tidak puas hanya sampai di tingkat nasional, Modestus kini tengah merajut mimpi baru yang jauh lebih tinggi dan menantang. Di sela-sela kesibukan asrama kedinasan, ia secara konsisten mengalokasikan waktu untuk mempelajari tata bahasa dan kebudayaan Jepang.

    “Sekarang saya fokus belajar bahasa Jepang untuk lanjut ke Jepang,” tegas Modestus mengenai target masa depan. Melalui pencapaian yang telah diraih, Modestus tidak pernah lupa mengekspresikan apresiasi mendalam kepada YPMAK yang telah mendanai seluruh biaya pendidikannya.

    Ia berkomitmen penuh untuk mengembalikan kebaikan tersebut dalam bentuk dedikasi dan prestasi yang mengharumkan nama daerah. “Saya berterima kasih kepada YPMAK yang telah membiayai kami di sini. Untuk teman-teman di Timika kita harus mampu dan meraih mimpi, jangan pernah takut,” seru Modestus menyemangati generasi muda Papua.

    Harapan dan Inspirasi

    Bagi Modestus Arpikini, jalur pendidikan formal adalah kunci utama untuk merombak struktur masa depan dan memutus rantai keterbatasan. Keberhasilan yang ia raih menjadi penanda penting bahwa mimpi anak-anak Kamoro tidak boleh berhenti di tepian pantai Mimika, melainkan harus terbang tinggi hingga ke negeri seberang.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Gatot Nurmantyo: Indonesia Menghadapi Krisis Ganda

    By adm_imr25 Juni 20261 Views

    Jejak Karier Said Iqbal dari Buruh Pabrik ke Penasihat Presiden Prabowo

    By adm_imr24 Juni 20261 Views

    Setelah Pergub Dicabut, Apa yang Harus Diselesaikan?

    By adm_imr24 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Gatot Nurmantyo: Indonesia Menghadapi Krisis Ganda

    25 Juni 2026

    Pengamat NTT: Jokowi Tetap Magnet Politik

    25 Juni 2026

    HKTI Kediri Perkuat Koperasi Tebu untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

    25 Juni 2026

    Warga dan Pengusaha Terdampak, PLN: Sistem Kelistrikan Jawa Membaik

    25 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?