Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Pemkab Lamongan Evaluasi Menu MBG, Polemik Emak-Emak Berakhir

    5 Maret 2026

    Cara Baru Anak Muda Berolahraga Sambil Hangout Bersama

    5 Maret 2026

    Gelar Konsolnas 2026, Kemendikdasmen Kolaborasi dengan Pemda

    5 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 6 Maret 2026
    Trending
    • Pemkab Lamongan Evaluasi Menu MBG, Polemik Emak-Emak Berakhir
    • Cara Baru Anak Muda Berolahraga Sambil Hangout Bersama
    • Gelar Konsolnas 2026, Kemendikdasmen Kolaborasi dengan Pemda
    • Tiga Pencuri Motor di Lamandau Terancam Hukuman Baru
    • Tiga Pantai Unik untuk Menyaksikan Sunset Ikonik di Bali
    • Dajjal: Arti Kata dan Kaitannya dengan Serangan Amerika-Israel ke Iran
    • Apa yang Terjadi Jika Manusia Bisa Melihat Gelombang WiFi?
    • Ulasan Lengkap Yamaha Freego S 2026 Magma Black: Teknologi Y Connected dan Desain Mewah
    • Permintaan Maaf Menag Nasaruddin Umar Usai Pernyataan Zakat Viral
    • Mengenal Peran Bea Cukai dalam Ekonomi dan Aturan Barang
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 122: Perbedaan Kebijakan Khulafa Al-Rasyidun dan Bani Umayyah

    Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 122: Perbedaan Kebijakan Khulafa Al-Rasyidun dan Bani Umayyah

    adm_imradm_imr27 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penjelasan Tentang Damaskus sebagai Pusat Peradaban Timur Islam

    Pada Bab 5 Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 7 Kurikulum Merdeka karya Rudi Ahmad Suryadi dkk. yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, terdapat materi tentang Damaskus sebagai pusat peradaban Timur Islam pada masa Kekhalifahan Umayyah (661–750 M). Materi ini memberikan wawasan penting mengenai sejarah perkembangan Islam di wilayah tersebut.

    Siswa diminta untuk menjawab soal-soal terkait materi tersebut secara mandiri sebelum melihat kunci jawaban. Tujuan dari hal ini adalah agar siswa mampu memahami konsep dengan lebih baik dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka. Kunci jawaban hanya berfungsi sebagai panduan dan bahan koreksi bagi orang tua, bukan sebagai jawaban akhir yang mutlak.

    Perbedaan Kebijakan Al-Khulafa al-Rasyidun dengan Bani Umayyah

    Soal pertama dalam bab ini meminta siswa membuat tabel yang menggambarkan perbedaan kebijakan antara Al-Khulafa al-Rasyidun dan Bani Umayyah dalam bidang pemerintahan dan pendidikan. Berikut penjelasannya:

    Sistem Pemerintahan

    • Al-Khulafa al-Rasyidun: Pemimpin dipilih melalui musyawarah dan kesepakatan para sahabat serta umat Islam. Sistem ini menekankan prinsip kebersamaan dan kepercayaan.
    • Bani Umayyah: Sistem pemerintahan berubah menjadi monarki turun-temurun, di mana kekuasaan diwariskan kepada anggota keluarga penguasa.

    Pusat Pemerintahan

    • Al-Khulafa al-Rasyidun: Madinah menjadi pusat pemerintahan karena merupakan pusat dakwah sejak masa Nabi Muhammad SAW.
    • Bani Umayyah: Pusat pemerintahan dipindahkan ke Damaskus yang dinilai lebih strategis untuk mengatur wilayah kekuasaan yang semakin luas.

    Gaya Kepemimpinan

    • Al-Khulafa al-Rasyidun: Kepemimpinan sederhana, dekat dengan rakyat, dan mengutamakan kehidupan yang bersahaja.
    • Bani Umayyah: Kepemimpinan lebih bersifat administratif, terpusat, dan mengikuti sistem pemerintahan kerajaan.

    Administrasi Negara

    • Al-Khulafa al-Rasyidun: Struktur pemerintahan masih sederhana dan belum memiliki banyak lembaga khusus.
    • Bani Umayyah: Administrasi negara menjadi lebih terorganisir dengan dibentuknya berbagai departemen atau diwan untuk mengatur keuangan, militer, dan pemerintahan daerah.

    Ekspansi Wilayah

    • Al-Khulafa al-Rasyidun: Wilayah Islam mulai meluas ke beberapa kawasan di luar Jazirah Arab.
    • Bani Umayyah: Ekspansi berlangsung lebih besar hingga mencakup Afrika Utara, Asia Tengah, bahkan mencapai wilayah Spanyol di Eropa.

    Kebijakan Pendidikan

    • Al-Khulafa al-Rasyidun: Fokus pada pengajaran Al-Qur’an dan hadis yang umumnya dilakukan di masjid.
    • Bani Umayyah: Pendidikan berkembang lebih luas dengan munculnya kajian tafsir, hadis, bahasa Arab, serta berbagai ilmu pengetahuan lainnya.

    Bahasa Administrasi

    • Al-Khulafa al-Rasyidun: Masih menggunakan bahasa daerah masing-masing.
    • Bani Umayyah: Bahasa Arab ditetapkan sebagai bahasa resmi pemerintahan untuk mempermudah pengelolaan administrasi negara.

    Perkembangan Ilmu Pengetahuan

    • Al-Khulafa al-Rasyidun: Salah satu pencapaian penting adalah pembukuan Al-Qur’an pada masa Khalifah Utsman bin Affan.
    • Bani Umayyah: Perkembangan ilmu semakin pesat dengan dimulainya kodifikasi hadis serta berkembangnya ilmu tata bahasa Arab (nahwu) untuk menjaga kemurnian bahasa Al-Qur’an.

    Tokoh-Tokoh Ulama pada Masa Dinasti Umayyah

    Soal kedua meminta siswa mencari informasi tentang tokoh-tokoh ulama dan karyanya pada masa Dinasti Umayyah di Damaskus. Beberapa contohnya adalah:

    • Hasan al-Basri: Bidang: Tasawuf, tafsir, hadis. Kontribusi: Pengembangan ilmu akhlak dan zuhud.
    • Muhammad ibn Shihab al-Zuhri: Bidang: Hadis. Kontribusi: Salah satu pelopor kodifikasi hadis secara sistematis.
    • Urwah ibn Zubayr: Bidang: Fikih dan sejarah Islam. Kontribusi: Periwayat hadis dan penulis sirah Nabi.
    • Ibn Shihab al-Zuhri: Karya: Pengumpulan dan penulisan hadis atas perintah khalifah.
    • Abu al-Aswad al-Du’ali: Bidang: Bahasa Arab. Kontribusi: Peletak dasar ilmu nahwu (tata bahasa Arab).

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Pemimpin Tertinggi Iran Tewas, Pernyataan Israel Diklaim Trump

    By adm_imr5 Maret 20260 Views

    8 Fakta Menarik Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Iran yang Dikabarkan Meninggal

    By adm_imr5 Maret 20262 Views

    7 tanda istri tak layak dipertahankan dalam Islam

    By adm_imr5 Maret 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pemkab Lamongan Evaluasi Menu MBG, Polemik Emak-Emak Berakhir

    5 Maret 2026

    Cara Baru Anak Muda Berolahraga Sambil Hangout Bersama

    5 Maret 2026

    Gelar Konsolnas 2026, Kemendikdasmen Kolaborasi dengan Pemda

    5 Maret 2026

    Tiga Pencuri Motor di Lamandau Terancam Hukuman Baru

    5 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?