FIFA Membatalkan 60 Tiket Piala Dunia 2026 Akibat Gangguan Sistem Pembayaran
FIFA baru-baru ini mengumumkan bahwa sekitar 60 tiket Piala Dunia 2026 dibatalkan akibat gangguan pada sistem pembayaran di situs resmi. Kesalahan teknis yang terjadi saat proses checkout menyebabkan beberapa tiket terbit secara gratis atau tercatat dengan harga “0 USD”. Hal ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi para penggemar sepak bola yang sedang menantikan kesempatan untuk menyaksikan turnamen besar tersebut.
Dalam pernyataannya, FIFA menyampaikan permintaan maaf atas kejadian ini dan menjelaskan bahwa masalah terjadi pada tahap checkout. Sistem gagal memproses pembayaran dengan benar, sehingga sejumlah tiket dialokasikan tanpa biaya. Meski demikian, FIFA menegaskan bahwa tiket yang terdampak masih bisa diklaim kembali asalkan pembeli menyelesaikan pembayaran sesuai dengan harga resmi.
Gangguan ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah tingginya permintaan tiket Piala Dunia 2026. Turnamen ini diproyeksikan sebagai edisi terbesar dalam sejarah, dengan jumlah pertandingan dan negara peserta yang lebih banyak dibanding sebelumnya. Namun, sistem penjualan tiket FIFA justru kembali menuai kritik dari berbagai pihak.
Beberapa penggemar menilai proses pembelian tiket terlalu rumit dan harga yang ditawarkan semakin mahal. FIFA sebelumnya juga menerapkan sistem harga dinamis atau surge pricing, yang membuat harga tiket dapat berubah tergantung permintaan. Kebijakan ini mendapat pro dan kontra di kalangan penggemar sepak bola global.
Di sisi lain, FIFA juga mengoperasikan platform resmi penjualan kembali tiket. Platform ini mengenakan komisi sekitar 15 persen dari transaksi pembeli dan penjual. Tujuannya adalah mengurangi praktik calo tiket di pasar sekunder. Namun, kebijakan tersebut juga tidak lepas dari kritik. Sebagian pihak menilai biaya tambahan justru membuat harga tiket semakin tinggi bagi penonton.
Selain itu, sistem penjualan tiket FIFA saat ini juga berada dalam sorotan otoritas di Amerika Serikat. Jaksa di beberapa wilayah, termasuk New York dan New Jersey, dilaporkan tengah meninjau kemungkinan pelanggaran aturan perlindungan konsumen dalam proses penjualan tiket.
Gangguan sistem yang menyebabkan tiket gratis lalu dibatalkan ini menambah daftar panjang masalah teknis dalam distribusi tiket Piala Dunia 2026. Sejumlah analis menilai kasus ini menunjukkan adanya tekanan besar pada sistem digital FIFA. Lonjakan trafik pembelian tiket dianggap menjadi salah satu faktor yang memicu error pada sistem checkout.
Format Baru Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen pertama dengan format yang diperluas. Jumlah peserta bertambah, dan pertandingan akan digelar di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dengan total 104 pertandingan di 16 kota.
Format baru memakai 12 grup berisi masing-masing empat tim. Dua tim teratas serta delapan peringkat ketiga terbaik lolos ke fase 32 besar, membuat jumlah pertandingan bertambah drastis dibanding Piala Dunia sebelumnya di Qatar 2022.
Berikut daftar lengkap 48 negara yang ikut serta Piala Dunia 2026:
- Amerika Serikat
- Kanada
- Meksiko
- Australia
- Iran
- Jepang
- Yordania
- Qatar
- Arab Saudi
- Korea Selatan
- Uzbekistan
- Curacao
- Haiti
- Panama
- Selandia Baru
- Fiji
- Brasil
- Kolombia
- Ekuador
- Paraguay
- Uruguay
- Aljazair
- Tanjung Verde
- Mesir
- Ghana
- Pantai Gading
- Maroko
- Senegal
- Afrika Selatan
- Tunisia
- Republik Demokratik Kongo
- Austria
- Belgia
- Kroasia
- Inggris
- Prancis
- Jerman
- Belanda
- Norwegia
- Portugal
- Skotlandia
- Spanyol
- Swiss
- Swedia
- Turki
- Republik Ceko
- Bosnia dan Herzegovina
- Irak
Piala Dunia 2026 dimulai pada 11 Juni 2026, liputan Selebrasi Lokal Piala Dunia 2026 dapat disimak di link berikut <<< LINK SELEBRASI LOKAL >>>.







