Peran Al-Qur’an dalam Kehidupuan Ramadan
Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Bulan ini menjadi momen penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disampaikan oleh Prof. Naqiyah, Guru Besar Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.
Menurutnya, Al-Qur’an menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan diturunkannya kitab suci yang menjadi petunjuk bagi umat manusia. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 disebutkan bahwa Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi manusia serta pembeda antara kebenaran dan kebatilan. Ia menjelaskan bahwa Ramadan adalah bulan yang sangat mulia karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup bagi umat manusia.
Tradisi Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadan
Tradisi membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadan menjadi amalan yang sangat populer di kalangan umat Islam. Banyak Muslim yang menargetkan khatam Al-Qur’an satu hingga beberapa kali selama Ramadan. Namun, ia mengingatkan bahwa tilawah Al-Qur’an seharusnya tidak hanya berfokus pada jumlah bacaan semata. Pertanyaannya adalah apakah tilawah yang kita lakukan hanya sekadar membaca ataukah memiliki dampak terhadap kualitas diri, keluarga, dan masyarakat?
Dia menekankan pentingnya menjadikan tilawah Al-Qur’an sebagai jalan menuju transformasi sosial, yaitu perubahan positif dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Menurutnya, membaca Al-Qur’an memang dianjurkan dan memiliki pahala besar, terlebih pada bulan Ramadan yang dikenal sebagai bulan penuh rahmat. Meski demikian, membaca Al-Qur’an akan lebih bermakna jika disertai dengan tadabbur, yakni upaya memahami dan merenungkan makna ayat-ayat yang dibaca.
Pentingnya Tadabbur dalam Tilawah Al-Qur’an
Tadabbur Al-Qur’an dapat mendorong umat Islam untuk mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sudah saatnya kita tidak hanya membaca Al-Qur’an secara biasa, tetapi juga mentadabburi maknanya agar dapat memberikan dampak dalam kehidupan. Dia menambahkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an seharusnya dapat tercermin dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Teladan tersebut dapat dilihat dari kehidupan para tokoh Islam terdahulu yang berupaya menghidupkan ajaran Al-Qur’an dalam keseharian mereka. Jika umat Islam mampu mentadabburi Al-Qur’an secara konsisten, meskipun dalam skala kecil, ia meyakini hal tersebut dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan sosial. Sekecil apa pun upaya kita untuk memahami dan mengamalkan Al-Qur’an, insyaallah akan memberikan dampak besar dalam kehidupan masyarakat.
Ajakan untuk Memanfaatkan Ramadan dengan Baik
Di akhir pesannya, Prof. Naqiyah mengajak umat Islam, khususnya civitas akademika UIN Saizu, untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah sekaligus menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an. Dia berharap tilawah Al-Qur’an yang dilakukan selama Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas diri, keluarga, dan kehidupan sosial masyarakat.
Semoga Ramadan tahun ini menjadi momentum bagi kita untuk membaca dan memahami Al-Qur’an sehingga dapat membawa perubahan yang lebih baik dalam kehidupan.







