Perayaan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar Dimulai dengan Pagelaran Budaya Simalungun
Perayaan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar Tahun 2026 resmi dimulai pada malam hari Sabtu (18/04/2026). Rangkaian kegiatan dimulai dengan Pagelaran Seni Budaya Simalungun Marsombuh Sihol yang berlangsung di pelataran Monumen Raja Sang Naualuh Damanik, Jalan Sang Naualuh Damanik, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur. Acara ini menjadi pembuka dari rangkaian perayaan yang akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Pagelaran seni budaya ini menampilkan berbagai perlombaan, penampilan musik, dan tarian tradisional. Acara juga dimeriahkan oleh bintang tamu seperti Yongki Purba, Sanggar Menari Himapsi, serta Sinalsal. Kehadiran mereka menambah semarak acara yang dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat.
Acara dibuka secara resmi oleh Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Antonius Sitanggang SSTP MSi. Dalam sambutannya, Junaedi selaku perwakilan Wali Kota menyampaikan bahwa pagelaran seni budaya ini menjadi kegiatan perdana dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar.
“Hasil diskusi sebelumnya, disepakati bahwa rangkaian Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar harus diawali dengan kegiatan budaya Simalungun, Marsombuh Sihol,” ujar Junaedi.
Ia juga menjelaskan bahwa lokasi acara di Monumen Raja Sang Naualuh Damanik memiliki makna penting dalam memahami sejarah kota. “Monumen ini merupakan hasil kerja keras semua pihak yang didukung penuh oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar hingga dapat berdiri di lokasi yang strategis,” tambahnya.
Junaedi berharap di bawah kepemimpinan Wali Kota Wesly Silalahi, kegiatan seni budaya Simalungun dapat lebih ditingkatkan. “Semoga nilai-nilai luhur kearifan lokal dapat bertahan sebagai jati diri Kota Pematangsiantar,” harapnya.
Upaya Melestarikan Budaya Simalungun
Ketua Umum Tumpuan Damanik Boru Panogolan (TDBP) Siantar-Simalungun, Satben Rico Damanik, menyampaikan bahwa TDBP telah berkembang hingga tingkat kecamatan dan nagori/kelurahan di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Ia berharap acara Marsombuh Sihol tidak hanya digelar tahun ini, tetapi juga di tahun-tahun mendatang.
“Selama peringatan Hari Jadi Kota Pematangsiantar, baru kali ini diberi satu slot sehari untuk pagelaran budaya Simalungun. Semoga pemangku kepentingan di Kota Pematangsiantar memerhatikan suku Simalungun,” ujarnya.
Satben Rico menegaskan bahwa TDBP ingin berbudaya, bukan berpolitik. “Kami ingin menanamkan rasa cinta terhadap Simalungun dan memberi ruang kepada kami untuk menunjukkan etnis Simalungun,” tegasnya.
Menurutnya, Monumen Raja Sang Naualuh Damanik diperjuangkan oleh pihaknya dengan dukungan Pemko Pematangsiantar. “Di Monumen Raja Sang Naualuh Damanik, kami ikrarkan untuk menjunjung etnis Simalungun dan menjaga marwah Simalungun di Kota Pematangsiantar,” ujarnya.
Perlombaan dan Kolaborasi Budaya
Satben Rico juga menjelaskan bahwa dalam acara ini terdapat beberapa perlombaan, seperti mewarnai gambar Raja Sang Naualuh Damanik, lomba pidato terkait karakter Raja Sang Naualuh Damanik, dan lomba busana Simalungun. Ia menegaskan bahwa Marsombuh Sihol bukan hanya acara milik TDBP dan Himapsi, melainkan acara untuk semua masyarakat Kota Pematangsiantar.
“Kita ajak masyarakat untuk berbudaya Simalungun yang baik. Malam ini mari nikmati senandung Simalungun di Tanoh Habonaron do Bona,” ajaknya.
Ketua Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) Kota Pematangsiantar, Nico N Sinaga, mengucapkan terima kasih kepada Pemko Pematangsiantar dan Wali Kota Wesly Silalahi. “Kami menerima mandat dari Pemko Pematangsiantar melalui Dinas Pariwisata untuk melaksanakan kegiatan ini semaksimal mungkin,” ujarnya.
Nico menekankan bahwa perlombaan yang melibatkan siswa-siswi dari sekolah-sekolah tidak hanya mencari juara, tetapi juga untuk edukasi budaya sejak dini. “Kita juga gelar kegiatan di sini agar kita tidak melupakan sejarah dan perjuangan Raja Siantar, Sang Naualuh Damanik,” katanya.
Rencana Rangkaian Acara Berikutnya
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kota Pematangsiantar, Hamzah Fanshuri Damanik SSTP MSi, menyampaikan bahwa kegiatan Marsombuh Sihol merupakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar. Rangkaian acara selanjutnya akan digelar pada Kamis (23/04/2026), Jumat (24/04/2026), dan Sabtu (25/04/2026).
Tujuan kegiatan Marsombuh Sihol, lanjut Hamzah, adalah untuk melestarikan budaya Simalungun sebagai warisan leluhur, meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap budaya, serta mendorong sektor pariwisata Kota Pematangsiantar.
“Ini momen baik untuk meletakkan fondasi Festival Budaya Etnis Simalungun,” sebut Hamzah.
Turut hadir dalam acara ini, antara lain tumpuan marga-marga Simalungun, lembaga adat Simalungun, organisasi pemuda Simalungun, dan lainnya.







