Program Sekolah Garuda: Rekrutmen Guru untuk Tahun Ajaran 2026/2027
Sekolah Garuda merupakan program pendidikan unggulan yang resmi diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia pada Oktober 2025. Program ini dirancang khusus untuk menampung siswa-siswa berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Tujuan utama dari Sekolah Garuda adalah pemerataan akses pendidikan sains dan teknologi, sehingga siswa dari berbagai latar belakang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Program ini menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Melalui kurikulum sains dan teknologi bertaraf internasional, Sekolah Garuda menargetkan pembentukan generasi emas Indonesia 2045. Selain fokus pada akademik, sekolah ini juga menekankan penguatan kepemimpinan, karakter, serta membuka akses menuju perguruan tinggi terbaik dunia.
Sekolah Garuda menyasar siswa berprestasi, termasuk kategori Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa (CIBI), dengan dukungan beasiswa hingga 80 persen. Di sisi lain, siswa juga dibekali nilai pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pembentukan karakter. Untuk mendukung operasional sekolah, pemerintah membuka pendaftaran guru SMA Garuda Baru Tahun Ajaran 2026/2027 pada 2–15 Februari 2026.
Rekrutmen Guru untuk Empat Lokasi Sekolah
Rekrutmen guru ini terbuka luas bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG), baik yang sudah memiliki sertifikat pendidik maupun PPG Calon Guru. Namun, pendaftaran tidak diperuntukkan bagi PNS, PPPK, TNI, Polri, maupun mereka yang terlibat politik praktis. Ketentuan tersebut dibuat agar membuka peluang lebih besar bagi calon guru yang memiliki komitmen membangun pendidikan Indonesia melalui Sekolah Garuda.
Pada tahun ajaran 2026/2027, rekrutmen guru dibuka untuk empat lokasi sekolah, yaitu Belitung Timur (Bangka Belitung), Bulungan (Kalimantan Utara), Konawe (Sulawesi Tenggara), dan Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur). Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi https://sscasn.bkn.go.id.
Syarat Umum dan Khusus Pendaftaran
Pelamar harus Warga Negara Indonesia, berusia maksimal 32 tahun per 1 Mei 2026, sehat jasmani dan rohani, tidak pernah terlibat pidana, bukan anggota partai politik, serta bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia. Pelamar juga wajib memiliki kualifikasi pendidikan sesuai jabatan, sertifikat pendidik PPG, serta kemampuan bahasa Inggris aktif.
Selain IPK minimal 3,25, pelamar harus mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi. Kemampuan bahasa Inggris dibuktikan dengan skor minimal IELTS 5,5, TOEFL iBT 51, atau PTE Academic 45,4. Pelamar juga harus bebas NAPZA dan siap tinggal di lingkungan sekolah berasrama.
Cara Pendaftaran dan Dokumen yang Diunggah
Calon pelamar wajib membuat akun di laman SSCASN menggunakan data kependudukan resmi. Akun hanya bisa dibuat satu kali, dan pelamar harus mencetak kartu pendaftaran setelah proses selesai. Dokumen yang wajib diunggah meliputi surat lamaran dan surat pernyataan bermaterai, e-KTP, pas foto terbaru, ijazah dan transkrip nilai asli, sertifikat pendidik, serta sertifikat kemampuan bahasa Inggris.
Jadwal Seleksi dan Informasi Lengkap
Tahapan seleksi berlangsung dari Februari hingga Mei 2026, dimulai dari pengumuman seleksi, pendaftaran, seleksi administrasi, seleksi kompetensi CAT BKN, seleksi tambahan, hingga penerbitan SK PPPK pada 5 Mei 2026. Informasi lengkap terkait pendaftaran, formasi, dan tahapan seleksi Guru Sekolah Garuda 2026 dapat diakses melalui Instagram resmi @sekolahgaruda.ri, @kemdiktisaintek.ri, @ditjensaintek, serta situs resmi https://sekolahgaruda.kemdiktisaintek.go.id.
Dana yang Dialokasikan untuk Sekolah Garuda
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah melalui APBN 2025 mengalokasikan dana sebesar Rp2 triliun, atau 0,27 persen dari total Anggaran Pendidikan, untuk penyelenggaraan Sekolah Garuda. Dari jumlah tersebut, Rp1 triliun dialokasikan sebagai dana abadi sekolah unggul guna memastikan keberlanjutan program dalam jangka panjang.
Peluncuran Sekolah Garuda dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di 16 titik wilayah. Dari jumlah itu, 12 sekolah ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi, sementara empat lainnya merupakan Sekolah Garuda Baru yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Pemerintah menargetkan 80 Sekolah Garuda Transformasi dan 20 Sekolah Garuda Baru akan dibina dan dibangun hingga tahun 2029.








