Kembali ke Kota Pahlawan: Kenangan dan Kuliner yang Menginspirasi
Pada Jumat (28/2/2026), empat tokoh publik ternama, yaitu Hesti Purwadinata, Ananda Omesh, Angga Nggok, dan Imam Darto, menggelar acara live podcast Podkesmas di Atrium Tunjungan Plaza, Surabaya. Acara ini menjadi ajang nostalgia bagi para peserta dan audiens yang hadir, khususnya dalam merayakan Kota Pahlawan.
Kenangan Pribadi dengan Kota Surabaya
Ananda Omesh menyampaikan bahwa Surabaya memiliki peran penting dalam kehidupannya. Ia mengungkapkan bahwa kota ini sangat dekat dengan keluarganya. Istri dari Ananda, Dian Ayu Lestari, dibesarkan di Surabaya, sehingga kota ini menjadi tempat yang penuh kenangan baginya. Pasangan ini menikah di Masjid Agung Surabaya pada tahun 2012 dan sering kali membagikan momen-momen mudik ke kota tersebut.
“Pernikahan kami di Surabaya. Surabaya begitu luar biasa. Kota yang sangat dekat dengan saya,” ucap Ananda Omesh saat berbicara dalam acara “Kembali ke Matahari” yang digelar di Atrium Tunjungan Plaza.
Mencicipi Rasa Kuliner Legendaris Surabaya
Selain berbagi kenangan pribadi, empat tokoh publik ini juga membahas aneka kuliner legendaris yang ada di Surabaya. Mereka menyebutkan beberapa makanan ikonik seperti mie ayam, bebek sinjay, soto cak har, rawon setan, dan rawon kalkulator. Setiap makanan ini memiliki cerita unik dan menjadi bagian dari budaya lokal.
Hesti Purwadinata juga menunjukkan antusiasme terhadap kuliner Surabaya melalui postingan media sosialnya. Ia membagikan thread yang menanyakan rekomendasi mie ayam terenak di Surabaya. Respons yang diterima sangat banyak, menunjukkan betapa populer mie ayam di kota ini.
“Saya sudah membuat thread tentang mie ayam terenak di Surabaya. Saya ingin makan mie ayam, dan itu (muncul) banyak banget (rekomendasi),” kata Hesti.
Tradisi Lebaran dan Kampanye Belanja Baju
Selain itu, mereka juga berbicara tentang tradisi menjelang Lebaran, khususnya tentang mencari baju baru bersama keluarga. Bagi Hesti Purwadinata dan Ananda Omesh, pengalaman ini menyimpan banyak kenangan sekaligus menjadi alasan mereka tertarik terlibat dalam kampanye “Kembali ke Matahari”.
Melalui kolaborasi ini, keduanya dipercaya untuk mengurasi koleksi fashion yang merepresentasikan gaya keluarga modern Indonesia-praktis, nyaman, namun tetap stylish untuk berbagai kesempatan.
“Sekarang Matahari seperti mengembalikan memori ke masa lalu, koleksinya juga stylish, kekinian banget, barrel pants. Yang aku pilih, aku kurasi sendiri, sesuai gaya ku,” ujar Hesti.
Sementara itu, Ananda Omesh lebih condong pada gaya minimalis bernuansa earth tone. Ia menyukai warna-warna kalem seperti krem, putih, cokelat, dan hijau, sehingga mudah dipadupadankan.
“Aku suka yang simpel, santai. Yang penting bisa dipakai Lebaran, tapi juga cocok untuk kerja atau nongkrong. Jadi nggak cuma dipakai sekali,” tambah Omesh.
Pengalaman Bersama dan Kenangan yang Tak Terlupakan
Acara ini tidak hanya menjadi ajang diskusi tentang kuliner dan mode, tetapi juga menjadi momen yang menyentuh bagi semua peserta. Melalui obrolan yang ringan dan natural, mereka berhasil menciptakan suasana yang dekat dengan keseharian audiens.







