Pelantikan Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Kabinet
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi melantik Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH). Pelantikan ini dilakukan di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Senin 27 April 2026. Keputusan pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 51/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri serta Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Prosesi pelantikan dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Jumhur Hidayat, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI), kini mengisi posisi menteri yang sebelumnya dipegang oleh Hanif Faisol Nurofiq.
Jumhur Hidayat memiliki latar belakang aktivis pergerakan dan tokoh buruh. Ia dikenal sebagai sosok yang aktif dalam pemberdayaan rakyat. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dari tahun 2007 hingga 2014. Pada tahun 2021, Jumhur sempat divonis 10 bulan penjara dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong.
Riwayat Pendidikan dan Karier
Jumhur Hidayat lahir di Bandung, 18 Februari 1968. Ia merupakan putra dari pasangan Mohammad Sobari Sumartadinata dan Ati Amiati. Ayahnya adalah seorang pejabat di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), namun Jumhur dididik untuk hidup sederhana. Pendidikan formalnya cukup beragam; ia pernah bersekolah di SD Menteng Pulo Pagi Jakarta Selatan, kemudian pindah ke SD Menteng 02 Pagi Jakarta Pusat. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Jakarta Pusat dan pindah ke SMPN 1 Denpasar. Di bangku SMA, ia bersekolah di SMAN 1 Denpasar sebelum akhirnya pindah ke SMAN 3 Bandung.
Setelah lulus dari SMAN 3 Bandung, Jumhur melanjutkan studinya di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan mengambil jurusan Teknik Fisika. Namun, ia terlibat dalam aksi penolakan Menteri Dalam Negeri Rudini dan akhirnya dipecat dari ITB. Ia kemudian melanjutkan studi di Universitas Nasional Jakarta dan lulus pada tahun 1996.
Peran dalam Kabinet
Dalam reshuffle kabinet terbaru, selain Jumhur Hidayat, Prabowo juga melantik lima pejabat baru lainnya. Prosesi pelantikan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Setelahnya, dibacakan keputusan presiden terkait pelantikan lima pejabat, termasuk Jumhur. Kemudian, Prabowo membacakan dan mendiktekan sumpah jabatan yang diikuti oleh Jumhur dan lima pejabat lainnya.
Para menteri yang dilantik berbaris untuk diambil sumpahnya. Mereka adalah Jumhur Hidayat, Hanif Faisol Nurofiq, Dudung Abdurachman, Hasan Nasbi, Abdul Kadir Karding, dan Muhammad Qodari. Setiap pejabat bersumpah bahwa mereka akan setia kepada UUD Negara RI tahun 1945, menjalankan peraturan perundang-undangan, serta menjunjung tinggi etika jabatan dan bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab.
Jabatan yang Dilantik
Enam pejabat yang dilantik, yaitu:
- Jumhur Hidayat dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
- Hanif Faisol Nurofiq dilantik sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
- Dudung Abdurachman dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
- Hasan Nasbi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
- Abdul Kadir Karding diangkat sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.
- Muhammad Qodari dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI.
Sejarah Reshuffle Kabinet
Prabowo-Gibran telah melakukan lima kali reshuffle kabinet sejak masa jabatannya. Berikut daftar reshuffle yang dilakukan:
- Reshuffle I: 19 Februari 2025
- Reshuffle II: 8 September 2025
- Reshuffle III: 17 September 2025
- Reshuffle IV: 8 Oktober 2025
- Reshuffle V: 27 April 2026
Setiap reshuffle dilakukan untuk memperbaiki struktur kabinet dan meningkatkan efektivitas pemerintahan. Salah satu perubahan penting dalam reshuffle terakhir adalah pengangkatan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup.
Pengakuan dari Sekolah Dasar
Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Denpasar memberikan apresiasi atas pencapaian Jumhur Hidayat. Kepala Sekolah SMAN 1 Denpasar, Made Rida, mengatakan bahwa Jumhur dulu akrab dipanggil Dencik oleh teman-temannya saat masih sekolah di sana. Meskipun Jumhur tidak menamatkan pendidikannya di SMAN 1 Denpasar karena harus pindah ke tempat lain, ia tetap merasa bangga karena alumni SMANSA bisa menjadi Menteri.
Rida juga menyebutkan bahwa Jumhur adalah siswa berprestasi yang berhasil masuk ke Institut Teknologi Bandung (ITB) pada masa itu. Ia berharap pelantikan Jumhur sebagai Menteri LH dapat memotivasi semangat anak-anak SMANSA Denpasar untuk berbakti dan memberikan yang terbaik bagi negeri ini.







