Keterlibatan Jatmiko Dwijo Seputro dalam OTT KPK
Jatmiko Dwijo Seputro, adik kandung Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menjadi sorotan setelah ikut diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia memberikan penjelasan mengenai kronologi keterlibatannya sebagai saksi dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.
Penjelasan Jatmiko Mengenai Kejadian
Jatmiko menyatakan bahwa dirinya sedang berada di rumah saat peristiwa tersebut terjadi. Ia menegaskan bahwa informasi yang menyebutnya terjaring dalam OTT di Pendopo adalah tidak benar. Ia mengundang awak media ke Blitar untuk meluruskan informasi tersebut.
“Ini penting saya sampaikan untuk meluruskan sebagian informasi bahwa saya ikut terjaring dalam OTT di Pendopo,” ujar Jatmiko saat berkunjung ke Pasar Legi, Kota Blitar, pada Sabtu (18/4/2026) malam.
Ia menjelaskan bahwa pertama kali bersinggungan dengan penyidik KPK saat menghadiri pengajian di rumah kakaknya. Saat hendak meninggalkan lokasi, ia mengaku langsung berpapasan dengan tim KPK yang sedang melakukan penggeledahan.
“Lalu saya dibawa ke Polres (Tulungagung) dan dimintai keterangan sampai pagi, Sabtu pagi,” ujarnya.
Setelah itu, ia dibawa bersama sejumlah pejabat lain ke Surabaya, sebelum diterbangkan ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
Pemeriksaan Maraton dan Pertanyaan Berulang
Pemeriksaan terhadap Jatmiko berlangsung cukup panjang dan berulang, baik di Polres Tulungagung maupun di Gedung KPK Jakarta. Pertanyaan utama yang terus diulang adalah soal kemungkinan keterlibatan dirinya dalam dugaan praktik suap jabatan di lingkungan Pemkab Tulungagung.
Meski begitu, ia menegaskan posisinya hanya sebagai saksi dan bukan pihak yang terjaring OTT. Menariknya, telepon genggam milik Jatmiko juga ikut disita penyidik KPK dan hingga kini belum dikembalikan.
Proses Pemeriksaan dan Langkah KPK
Secara prosedural, pemeriksaan saksi seperti yang dialami Jatmiko merupakan bagian penting dalam proses pendalaman perkara oleh KPK untuk memperkuat alat bukti. Kasus yang tengah diusut diduga berkaitan dengan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, yang menyeret sejumlah pejabat daerah dalam rangkaian OTT.
Pemeriksaan keluarga pejabat, termasuk Jatmiko, menjadi bagian dari upaya KPK untuk memetakan aliran informasi dan potensi keterkaitan dalam perkara tersebut. Meski pemeriksaan ini memicu perhatian publik, seluruh pihak tetap harus menempatkan asas praduga tak bersalah sebagai prinsip utama dalam melihat perkembangan kasus.
Keterbukaan Jatmiko dalam memberikan klarifikasi menjadi catatan tersendiri di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap kasus ini. Namun, pada akhirnya, publik masih menanti langkah lanjutan dari KPK untuk mengungkap duduk perkara secara utuh dan transparan.
Rekam Jejak Jatmiko Dwijo Saputro
Jatmiko Dwijo Saputro, S.H., adalah politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Tulungagung untuk masa bakti 2024–2029. Ia terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 yang mencakup Kecamatan Bandung, Besuki, dan Pakel, serta dilantik secara resmi pada 26 Agustus 2024.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat, Jatmiko dikenal cukup aktif turun ke masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial. Beberapa di antaranya meliputi bakti sosial kesehatan, seperti pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis bagi warga.
Dari sisi latar belakang keluarga, ia merupakan adik dari Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Hubungan ini turut membuat namanya kerap menjadi perhatian dalam dinamika politik lokal.
Namun, pada April 2026, Jatmiko ikut terseret dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Tulungagung. Ia kemudian diamankan dan dibawa ke Jakarta bersama sejumlah pihak lain untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam perkara tersebut, Jatmiko masih berstatus sebagai saksi. Pihak penegak hukum hingga kini terus mendalami kemungkinan keterlibatan berbagai pihak dalam kasus yang diduga berkaitan dengan praktik pemerasan.
Perkembangan ini membuat sosok Jatmiko tidak hanya dikenal lewat aktivitas politik dan sosialnya, tetapi juga menjadi bagian dari sorotan publik terkait isu hukum yang sedang berlangsung.







