Kehadiran Jokowi di Lampung, Momentum Besar bagi PSI
Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diagendakan untuk melakukan perjalanan keliling Indonesia bersama dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Rencana ini telah diumumkan sebelumnya oleh Ketua DPP PSI, Bestari Barus, yang menyebutkan bahwa agenda Jokowi akan dimulai dari Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat (Jabar). Kini, persiapan untuk menyambut kedatangan Jokowi di Lampung sudah berjalan secara maksimal.
Pada Minggu (7/6/2026), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Lampung menggelar Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) sebagai bagian dari persiapan menyambut Jokowi. Acara ini dihadiri oleh para pengurus partai serta tokoh-tokoh penting PSI, termasuk sejumlah elite partai yang juga akan ikut dalam kunjungan ke Lampung.
Lampung dipilih sebagai provinsi pertama yang dikunjungi Jokowi. Hal ini menunjukkan bahwa partai memandang pentingnya wilayah ini sebagai basis utama. Ketua DPP PSI, Benny Kisworo, menyampaikan rasa bangga atas keputusan Jokowi untuk mengunjungi Lampung. Ia percaya bahwa kehadiran Jokowi akan menjadi energi besar bagi masyarakat dan partai.
“Kita bersyukur Lampung menjadi yang pertama dikunjungi beliau. Mungkin beliau berharap Lampung bisa menjadi satu di antara lumbung suara PSI,” ujar Benny. Ia berharap seluruh elemen masyarakat yang mencintai Jokowi bisa bergabung dengan PSI.
Persiapan Struktur Partai Hingga Tingkat Desa
Bukan hanya sekadar kunjungan singkat, PSI Lampung memiliki harapan besar agar Jokowi dapat tinggal lebih lama di daerah ini. Mereka berharap mantan presiden itu bisa tinggal selama tiga hari agar dapat menyisir setidaknya sepertiga wilayah Lampung dan melihat langsung potensi daerah yang ada.
Persiapan karpet merah untuk menyambut Jokowi telah berjalan maksimal. Selain itu, rombongan Jokowi tidak akan datang sendiri. Sederet tokoh elite seperti Ketua Umum, Ketua Harian, hingga Raja Juli Antoni dijadwalkan bakal turun gunung langsung ke Lampung.
Di balik kemeriahan rencana kedatangan Jokowi, PSI Lampung sadar betul bahwa fondasi partai harus diperkuat terlebih dahulu. Melalui Rakorwilsus ini, fokus utama dialihkan untuk membentuk Dewan Pimpinan Ranting Tingkat Desa (DPRT) secara masif di seluruh pelosok Lampung. Langkah ini diambil agar antusiasme masyarakat jelang kedatangan Jokowi bisa langsung diwadahi ke dalam struktur partai yang sah.
Target PSI pada Pemilu 2029
Benny menambahkan bahwa modal sosial PSI saat ini sangat kuat mengingat tingkat kepuasan dan kesukaan masyarakat Lampung terhadap sosok Jokowi masih bertengger di atas 75 persen. “Sesuai janji beliau saat Kongres Nasional di Makassar, beliau akan turut berdarah-darah membantu membesarkan PSI,” kata Benny.
Senada dengan pusat, Ketua DPW PSI Lampung, Achmad Ridho Julian, bergerak cepat dengan meluncurkan ribuan paket logistik partai untuk didistribusikan ke pengurus di seluruh kabupaten dan kota se-Lampung. Penguatan infrastruktur dari tingkat wilayah hingga desa ini memicu optimisme baru untuk menembus ambang batas parlemen pada kontestasi politik mendatang.
“Kita terus matangkan persiapan dan langkah-langkah politik. Target kami jelas, PSI harus menjadi partai parlemen dan memastikan setiap daerah pemilihan (dapil), baik di tingkat RI, provinsi, hingga kabupaten/kota, memiliki perwakilan dari PSI pada Pemilu 2029 nanti,” kata Ridho.
Tidak Ada yang Salah
Menurut Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali, tidak ada salahnya bagi Jokowi keliling Indonesia. Ia heran dengan pihak-pihak yang mempertanyakan pengaruh Jokowi untuk PSI di 2029 nanti, mengingat statusnya yang sudah bukan Presiden lagi.
Ahmad Ali menegaskan bahwa Jokowi ingin berkeliling Indonesia karena kecintaannya terhadap masyarakat. “Apa sih masalah buat mereka kalau Pak Jokowi berkeliling? Mau ada manfaatnya buat PSI atau tidak, kenapa harus diperdebatkan?” tanya Ali.
Ali menekankan bahwa yang salah adalah ketika Jokowi meminta uang jalan kepada anaknya, yakni Wapres Gibran Rakabuming Raka. “Yang salah itu kalau kemudian dia berkeliling menggunakan dana APBN minta uang jalan sama Gibran. Nah itu salah itu,” katanya.
“
Namun, jika Jokowi ingin berkeliling Indonesia, itu semata-mata karena kecintaannya terhadap masyarakat. “Ataukah salah kalau Pak Jokowi itu berkeliling? Ataukah kemudian ada aturan yang dia langgar? Etika maupun moral? Yang salah itu kalau kemudian dia berkeliling menggunakan dana APBN minta uang jalan sama Gibran. Nah itu salah itu,” lanjutnya.
Ali menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah memikirkan apakah Jokowi bisa menguntungkan PSI atau tidak. Apalagi, dalam Rakernas PSI bulan Januari 2026 lalu, Jokowi telah menyatakan siap mati-matian berkeliling Indonesia untuk PSI. “Siapa pun tentunya yang mau ingin datang membantu membesarkan PSI, pasti dengan senang hati kami terima.”






