Presiden Prabowo Subianto Mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 19 Agustus 2024. Sejak itu, Dadan memimpin pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi prioritas utama Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk memberikan makanan bergizi gratis kepada 82,9 juta penerima, termasuk peserta didik santri, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Sampai Mei 2026, program tersebut telah mencapai 61,9 juta penerima. Anggaran tahun ini mencapai Rp268 triliun.
Dengan jangkauan yang luas, program MBG terus menjadi sorotan pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan pengawasan agar program dengan anggaran besar tersebut berjalan dengan baik. Namun, keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Dadan dari jabatannya sebagai Kepala BGN mengejutkan banyak pihak.
Pemecatan Dilakukan Tanpa Peringatan
Pemecatan Dadan Hindayana dilakukan tanpa sebelumnya diketahui oleh publik. Hal ini disebabkan karena Dadan masih menjalankan tugas mendampingi Presiden Prabowo Subianto setelah kembali dari ibadah haji. Dadan dan istrinya mengikuti prosesi puncak ibadah haji di Tanah Suci menggunakan jalur reguler. Mereka berangkat pada 20 Mei 2026, setelah menunggu antrean kuota haji selama 12 tahun.
Kepulangan Dadan dipercepat 2 hari karena ada urusan mendesak dengan Presiden Prabowo Subianto. “Karena ada kegiatan yang cukup besar dengan presiden tanggal 2 Juni 2026 dan 3 Juni 2026, saya diminta pulang lebih awal dan kita mencari tiket komersial untuk mengejar,” kata Dadan.
Dalam Rangka Menjalani Agenda Besar
Pagi harinya, Selasa (2/6/2026), Dadan ikut menyambut kehadiran Presiden Prabowo Subianto saat meninjau SPPG di Palmerah dan pelaksanaan program MBG di SMPN 111 Jakarta. Malam harinya, kabar pencopotan Dadan diumumkan melalui pernyataan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Selain Dadan, dua wakil yakni Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya juga ikut lengsir dari BGN. Presiden lalu mengangkat Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN dan Agustina Arumsari serta Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.
Alasan Pemecatan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pencopotan Dadan sebenarnya telah diputuskan beberapa hari sebelumnya. Belakangan memang santer kabar bahwa pimpinan BGN akan dicopot. Bahkan ketika ada informasi OTT oleh pejabat penegak hukum, dugaan langsung dilayangkan kepada pimpinan BGN.
Salah seorang pejabat pemerintahan sempat mengatakan bahwa salah satu lembaga memang telah disorot kinerjanya oleh Presiden. Salah satunya karena pemborosan anggaran.
Usulan MBG untuk Anak PMI di Arab Saudi
Sebelum ‘dipecat’ dari jabatan Kepala BGN, Dadan masih menelurkan ide terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meninjau Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) dan mengusulkan membagikan MBG untuk anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) yang bersekolah di Arab Saudi.
Menurut Dadan, SIJ saat ini menampung sekitar 1.081 siswa yang merupakan anak-anak PMI. Ia menilai aspirasi tersebut wajar karena para siswa di luar negeri juga merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak untuk mendapatkan perhatian yang sama dari pemerintah. Dadan mengatakan akan melaporkan hasil peninjauan tersebut kepada Presiden untuk mengkaji kemungkinan pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Arab Saudi.
Respons Dadan Usai Dicopot dari BGN
Dadan Hindayana buka suara terkait keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mencopot dirinya dari jabatan kepala BGN. Ia mengatakan bahwa pergantian anggota kabinet merupakan hak Presiden Prabowo. “Beliau paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan,” kata Dadan.
Dadan berterimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto karena telah memberi kepercayaan selama 1,5 tahun menjabat Kepala BGN. Jabatan tersebut kata dia tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Dadan yakin Presiden Prabowo akan membawa kesejahteraan bagi bangsa Indonesia.








