Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    6 Tahun Kasus Kekerasan Jurnalis, LBH Pers Makassar Ajukan Praperadilan

    12 Maret 2026

    Nasib Oknum Satpol PP Madiun yang Tipu Warga Rp150 Juta dengan Nama Maidi

    12 Maret 2026

    2 Alasan Richard Lee Jadi Tersangka dan Ditahan, Dianggap Mengabaikan Hukum, Doktif Kini Lega

    12 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 12 Maret 2026
    Trending
    • 6 Tahun Kasus Kekerasan Jurnalis, LBH Pers Makassar Ajukan Praperadilan
    • Nasib Oknum Satpol PP Madiun yang Tipu Warga Rp150 Juta dengan Nama Maidi
    • 2 Alasan Richard Lee Jadi Tersangka dan Ditahan, Dianggap Mengabaikan Hukum, Doktif Kini Lega
    • Insentif Kendaraan Listrik Dikaji, Purbaya Hitung Defisit Saat Bahlil Dorong Konversi Motor
    • Boni Hargens Dukung Pernyataan Dasco tentang Persatuan Nasional
    • Masuki Era Keunggulan Maksimal, USU Tantang Panggung Global
    • Drama Penangkapan di Bangka Barat, Warga Tertegun Lihat Polisi Bawa Senjata Panjang
    • Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadan 4 Maret 2026 di Berau
    • Ramalan Kesehatan Zodiak Besok 5 Maret: 11 Zodiak Alami Masalah Kesehatan
    • Promo Ramadan 4 Maret 2026: Roma Kelapa Rp31.900, Indomie Rp14.500
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Ramadan 2026: Kisah Perajin Semarang yang Konsisten Ajarkan Ngaji Selama 7 Tahun

    Ramadan 2026: Kisah Perajin Semarang yang Konsisten Ajarkan Ngaji Selama 7 Tahun

    adm_imradm_imr25 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kehidupan Seorang Transpuan yang Mengajar Anak-Anak di Kampung Randusari

    Di balik sebuah rumah berlantai dua di sudut kampung Randusari, Semarang Selatan, terdengar suara bacaan huruf hijaiyah yang pelan dan tenang. Suara itu berasal dari empat anak kecil yang duduk bersila di ruang tamu. Mereka terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki yang fokus memandang buku Iqro.

    Ruang tamu tersebut memiliki suasana yang unik. Di pojok kanan, terdapat alat rias yang ditempatkan di atas kursi. Di sisi lain, ada almari kaca bening setinggi 2 meter yang berisi baju pengantin. Di hadapan anak-anak, seorang transgender perempuan (transpuan), Silvy Mutiari (46) sedang memandu mereka belajar mengaji secara bergantian.

    Sesekali Silvy mengoreksi bacaan anak-anak yang salah membaca huruf dan harakat. Dengan pakaian jilbab dan baju lengan panjang hitam yang dipadukan dengan rok motif kotak-kotak corak warna-warni, ia sesekali membetulkan posisi duduknya. Silvy telah menjadi guru mengaji bagi sejumlah anak di kampungnya selama tujuh tahun terakhir.

    Murid-muridnya adalah anak dari tetangganya sendiri. “Orang tua mereka meminta saya mengajarkan mengaji, ada tujuh anak,” ujar Silvy kepada Tribun, Jumat (20/2/2026). Menurutnya, orang tua mungkin memilih dirinya sebagai guru mengaji karena latar belakangnya yang sudah pandai membaca Alquran sejak kecil. Bahkan, ibunya dulu juga merupakan guru ngaji di kampung.

    “Ibu sejak tahun 2005 mengajarkan anak-anak di sini ngaji, beliau sudah meninggal dunia, lalu diteruskan kakak perempuan saya dan saya sendiri baru mulai tahun 2019,” katanya. Silvy mengaku ingin meneruskan semangat ibunya dan juga melatih dirinya agar tidak lupa cara membaca Al-Quran.

    “Kalau tidak dilatih, nanti bisa lupa,” ujarnya. Baginya, mengajar mengaji juga menjadi benteng untuk dirinya sendiri. “Jadi, ketika ada godaan berbuat negatif, ada pengingat bahwa saya ini guru ngaji masak berbuat begitu.”

    Silvy mengajar tanpa pamrih. Ia tidak memungut bayaran sepeserpun dari anak-anak. Namun, orangtua sering memberikan uang meskipun ia menolak. “Katanya untuk membeli rokok atau jajan,” katanya sambil tersenyum tipis. Ia enggan membuka kelas mengaji secara profesional dan hanya mengajar atas dasar kemauannya sendiri.

    “Ya senyaman anak-anak saja, jam pelajaran mengaji juga fleksibel,” bebernya. Contohnya saat awal Ramadan, waktu mengaji dialihkan ke pagi hari karena anak-anak libur sekolah. Kesepakatan waktu belajar mengaji disepakati bersama dengan murid-muridnya.

    Selain mengajar anak-anak, Silvy juga dikenal sebagai guru mengaji bagi ibu-ibu warga setempat. Ia menyebut, cara mengajar anak-anak dan ibu-ibu berbeda. “Kalau ibu-ibu ada diselingi guyonan ya, kalau anak-anak tentu membuat mereka nyaman saja,” ujarnya.

    Dalam beberapa kesempatan, Silvy juga diminta oleh tetangganya untuk memimpin acara tahlilan, yasinan orang meninggal baik peringatan 7 hari maupun 40 hari. “Kalau memimpin doa tersebut berdasarkan request warga, baru saya datang gitu memimpin doa,” paparnya.

    Kota Toleransi Semarang

    Silvy mengungkap, kepercayaan tetangganya untuk dirinya mengajar mengaji tidak lepas dari kondisi Kota Semarang yang toleransinya cukup baik. Sebagai transpuan, kata Silvy, cenderung lebih kondusif daripada daerah-daerah lain.

    “Harapannya mungkin lebih ditingkatkan toleransinya,” terangnya. Ia juga berpesan, masyarakat jangan langsung memberikan stigma kepada kelompok transpuan. Sebab, ketika sudah memberikan stigma negatif, maka perbuatan baik pun akan terlihat jelek.

    “Harapannya masyarakat mungkin hilangkan dulu pandangan negatif terhadap siapapun komunitasnya, khususnya waria atau transpuan, supaya bisa melihat diri kami yang bisa berkegiatan positif di tengah masyarakat,” terangnya.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Jadwal Imsakiyah 7 Ramadhan 1447 H Semarang, 25 Februari 2026: Shalat dan Buka Puasa Lengkap

    By adm_imr12 Maret 20261 Views

    AHY Mengapresiasi Peran LDII dalam Pendidikan dan Dakwah

    By adm_imr11 Maret 20263 Views

    Tunjangan Guru Madrasah Cair Bertahap Pekan Ini

    By adm_imr11 Maret 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    6 Tahun Kasus Kekerasan Jurnalis, LBH Pers Makassar Ajukan Praperadilan

    12 Maret 2026

    Nasib Oknum Satpol PP Madiun yang Tipu Warga Rp150 Juta dengan Nama Maidi

    12 Maret 2026

    2 Alasan Richard Lee Jadi Tersangka dan Ditahan, Dianggap Mengabaikan Hukum, Doktif Kini Lega

    12 Maret 2026

    Insentif Kendaraan Listrik Dikaji, Purbaya Hitung Defisit Saat Bahlil Dorong Konversi Motor

    12 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?