Isu Anggaran Rumah Dinas Gubernur Kalimantan Timur yang Kembali Menarik Perhatian
Rencana anggaran rumah dinas Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp25 miliar kembali memicu perdebatan publik. Angka tersebut menunjukkan besarnya dana yang dialokasikan untuk kebutuhan infrastruktur resmi gubernur, yang sekaligus menjadi sorotan terhadap prioritas penggunaan anggaran daerah.
Sebelumnya, Rudy Mas’ud, Gubernur Kalimantan Timur, juga sempat menuai perhatian luas karena rencana pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar. Rencana tersebut dianggap terlalu besar di tengah tuntutan efisiensi anggaran. Akhirnya, rencana itu dibatalkan setelah mendapat tanggapan dari masyarakat dan berbagai pihak. Kini, isu serupa kembali muncul dengan adanya anggaran rumah dinas yang mencapai angka yang tidak sedikit.
Penjelasan dari Rudy Mas’ud
Menanggapi isu ini, Rudy Mas’ud menegaskan bahwa anggaran tersebut telah melalui proses yang sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku dalam sistem pemerintahan. Ia menyatakan bahwa rumah jabatan tersebut sudah puluhan tahun tidak ditempati, sehingga banyak hal yang harus diperbaiki. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa kebutuhan renovasi bukan sekadar kosmetik, melainkan menyangkut kelayakan fungsi bangunan.
Ia juga memastikan bahwa seluruh proses penganggaran dilakukan secara transparan dan akuntabel, mulai dari tahap perencanaan hingga pengesahan. Menurutnya, mekanisme yang dijalankan telah melibatkan berbagai pihak sesuai aturan yang berlaku. Proses tersebut mencakup pembahasan internal di lingkungan pemerintah daerah hingga mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat. Dengan demikian, ia menegaskan bahwa tidak ada prosedur yang dilangkahi dalam pengajuan anggaran tersebut.
Saat ditanya terkait pertimbangan teknis besaran anggaran tersebut, Rudy memilih untuk menyerahkan penjelasan lebih rinci kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Ia menilai bahwa tim tersebut memiliki kapasitas teknis untuk menjelaskan komponen biaya secara lebih detail.

Profil Singkat Rudy Mas’ud
Rudy Mas’ud lahir di Balikpapan pada 7 Desember 1981. Saat ini, usianya menginjak 44 tahun. Ia merupakan seorang pengusaha sekaligus politikus yang menjabat sebagai Gubernur Kaltim periode 2025–2030.
Sebelum berkiprah di dunia politik, Rudy merupakan pengusaha di berbagai sektor. Di antaranya transportasi bahan bakar, galangan kapal, dan penyimpanan bahan bakar. Karier politiknya dimulai saat ia menjadi Ketua Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kaltim pada 2018. Organisasi tersebut merupakan sayap organisasi dari Partai Golkar.
Pada 2020, ia menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kaltim. Selanjutnya, pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Rudy maju sebagai calon legislatif DPR RI dapil Kaltim dan terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2019–2024. Di DPR, ia menjadi anggota komisi VII yang membidangi energi, riset, dan teknologi.
Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Rudy mencoba peruntungannya dengan mencalonkan diri sebagai Gubernur didampingi Seno Aji sebagai wakil gubernur. Keduanya diusung oleh berbagai partai seperti PKB, Gerindra, Golkar, Partai NasDem, Partai Buruh, PKS, PAN, PBB, PSI, PPP, Partai Garuda, dan Partai Kebangkitan Nusantara.
Riwayat Pendidikan dan Jejak Karier
Berikut adalah riwayat pendidikan dan jejak karier Rudy Mas’ud:
Riwayat Pendidikan:
– SDN 008 Balikpapan, 1987–1993
– SMP N 4 Samarinda, 1993–1996
– SMA N 2 Balikpapan, 1996–1999
– S1 Ekonomi Universitas Mulawarman Samarinda, 1999–2006
– S2 Universitas Mulawarman Samarinda, 2017
Jejak Karier:
– Anggota DPR RI, 2019–2024
– Dirut PT Barokah Bersaudara Perkasa, 2018 sampai sekarang
– Komisaris PT Eissu Prima Usaha, 2015
– Dirut PT Cakra Buanamas Utama, 2015–2018
– Dirut Eissu Prima Usaha, 2015–2018
– Komisaris PT Cakra Buanamas Utama, 2014–2015
– Dirut PT Barokah Bersaudara Perkasa, 2007–2013







