Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Sang Legenda, Cara Kota Magelang Pertahankan Identitas di Era Modern

    25 Juni 2026

    Dua Jemaah Haji Kediri Meninggal di Tanah Suci

    25 Juni 2026

    Kadri Laetje Bocorkan Rahasia BPBJ Malut Jadi Center of Excellence Level 3

    25 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 25 Juni 2026
    Trending
    • Sang Legenda, Cara Kota Magelang Pertahankan Identitas di Era Modern
    • Dua Jemaah Haji Kediri Meninggal di Tanah Suci
    • Kadri Laetje Bocorkan Rahasia BPBJ Malut Jadi Center of Excellence Level 3
    • Awal Kasus Dokter Ratna yang Kini Dituntut 4,6 Tahun
    • Agar Bulan Wakaf Nasional Tak Hanya Seremoni
    • Kisah Ma Ukay: Kehidupan Penuh Perjuangan di Gubuk Reyot Pangandaran
    • Lelah ke mall? Coba kuliner viral di Pasar Cihapit Bandung saat liburan sekolah
    • PLN Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 8-11 Juni, Wilayah Ini Akan Mati 5 Jam
    • Rekomendasi Wisata Pelajar di Kendari: Kebun Raya dan Pantai Nambo
    • Terjemahan Lirik “Shape of My Heart”: Menilik Kembali Apa yang Sudah Kulakukan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Sekolah Swasta Gratis Tingkatkan Minat Belajar dan Semangat Mengajar

    Sekolah Swasta Gratis Tingkatkan Minat Belajar dan Semangat Mengajar

    adm_imradm_imr28 Mei 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Program Sekolah Swasta Gratis Berdampak Positif bagi Sekolah dan Orang Tua

    Program sekolah swasta gratis yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan dampak positif yang signifikan bagi sejumlah sekolah di Jakarta. Selain meringankan beban orang tua, program ini juga membuat sekolah-sekolah yang sebelumnya kesulitan menarik murid kembali diminati masyarakat.

    Pada tahun 2026, Pemprov DKI Jakarta memperluas jumlah sekolah swasta gratis dari 40 menjadi 103 sekolah. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp253.625.139.600. Sebanyak 40 sekolah swasta penerima lanjutan akan mendapatkan pendanaan selama 12 bulan, mulai Januari hingga Desember 2026. Sementara itu, 63 sekolah swasta penerima baru akan menerima pendanaan selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2026.

    Program ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB yang tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk memperluas akses pendidikan, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa program sekolah swasta gratis merupakan salah satu cara untuk memastikan anak-anak tetap memperoleh pendidikan yang layak. Ia berharap kebijakan ini dapat memutus rantai ketidakberuntungan dalam keluarga kurang mampu.

    Selain program sekolah swasta gratis, Pemprov DKI Jakarta juga memastikan berbagai bantuan pendidikan tetap berlanjut, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), dan program pemutihan ijazah. Kebijakan-kebijakan ini diharapkan menjadi pijakan lahirnya generasi Jakarta yang lebih maju melalui akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

    Sekolah Swasta Kembali Diminati

    Kepala SMK Kesehatan Gapura Merah Putih, Dona Ulfa, mengatakan bahwa program sekolah swasta gratis memberi dampak besar bagi sekolahnya. Sekolah yang berlokasi di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, merupakan salah satu dari 40 sekolah swasta penerima lanjutan.

    Menurut Dona, dampak paling terasa terlihat dari meningkatnya minat masyarakat. Jika sebelumnya sekolah kesulitan mendapatkan satu kelas siswa baru, kini jumlah pendaftar meningkat tajam. “Sebelumnya, kami mendapatkan siswa satu kelas aja itu agak sulit. Sekarang, yang mendaftar itu sampai 187 orang. Padahal, kuotanya 36 orang,” ujarnya.

    Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu, ketika pendaftar di SMK Kesehatan Gapura Merah Putih hanya sekitar 50 orang. Saat ini, sekolah tersebut memiliki sekitar 108 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar.

    Proses penerimaan peserta didik baru tetap dilakukan melalui seleksi. Setiap calon siswa wajib mengikuti pemeriksaan kesehatan, tes tertulis, dan wawancara sesuai karakter pendidikan kesehatan. Namun, seluruh proses seleksi itu tidak dipungut biaya karena sudah ditanggung melalui program sekolah swasta gratis.

    Program tersebut juga membantu sekolah dalam mengelola keuangan. Dona mengatakan, sekolah tidak lagi bergantung pada pembayaran biaya pendidikan dari orang tua siswa yang sebelumnya kerap terlambat. “Kedua, memang pihak sekolah kan gak lagi menunggu-nunggu dana dari orang tua. Biasanya kan kita akhirnya tertunggak, biasanya ijazah jadi belum terbayarkan,” katanya.

    Ia menambahkan, program itu juga berdampak pada kesejahteraan guru. Menurut Dona, honor guru di sekolahnya meningkat signifikan setelah program berjalan. “Ya, karena sebelumnya kita memang honornya kecil. Saya aja kepala sekolah honornya Rp1,2 juta. Nah, dengan sekolah swasta gratis, alhamdulillah banget, saya baru ngerasain duit UMR,” paparnya.

    Selain untuk operasional dan kesejahteraan guru, dana program sekolah swasta gratis digunakan untuk membenahi sarana dan prasarana sekolah. Dona menyebut sekolahnya kini dapat memperbaiki fasilitas yang sebelumnya tertunda. “Jadi meningkat. Saya jadi punya CCTV baru, saya punya monitor baru, kelas sudah ada karpetnya. Plafon kelas tadinya juga jebol, akhirnya bisa direnov,” ujarnya.

    Ringankan Beban Orang Tua dan Sekolah

    Kepala SD Bhakti Luhur, Chaeruddin, mengatakan bahwa program sekolah swasta gratis memberikan manfaat besar bagi sekolahnya. Mayoritas siswa di sekolah yang berlokasi di Petogogan, Jakarta Selatan, berasal dari keluarga menengah ke bawah. “Karena kondisi anak-anak kami memang dari menengah ke bawah. Alhamdulillah dengan mendapat azas manfaat dari SSG (sekolah swasta gratis), kami, anak-anak sudah tidak merasa was-was,” kata dia.

    Chaeruddin mengatakan, sebelum program berjalan, sebagian siswa kerap mengeluh tidak mampu membayar SPP. Di sisi lain, sekolah tetap harus memenuhi kewajiban membayar gaji guru. Kondisi itu mulai terbantu setelah sekolahnya masuk dalam program sekolah swasta gratis.

    Kepala SMK PGRI 15 Jakarta, Syaprudin, juga mengaku merasakan manfaat serupa. Menurut dia, sekolah kini tidak lagi harus menunggu pembayaran SPP dari orang tua siswa untuk membayar honor guru dan pegawai. “Yang tadinya kita setiap bulan memberikan insentif honor pada pegawai atau guru nunggu orang tua, ya sekarang ini sudah tidak lagi. Tinggal menggunakan dari dana yang ada,” kata Syaprudin.

    Syaprudin mengatakan, program tersebut juga membuat sekolah dapat melengkapi sarana dan prasarana. Sebelumnya, sekolah harus menabung dari pembayaran SPP untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah. “Alhamdulillah, selain memang melengkapi sarana prasarana, harus diperhatikan kesejahteraan guru dan pegawai. Itu sudah kita tingkatkan,” ujar dia.

    Ia memastikan, SMK PGRI 15 Jakarta tidak lagi memungut biaya kepada siswa setelah mengikuti program sekolah swasta gratis. Bahkan, biaya yang sudah dibayarkan siswa untuk tahun ajaran 2025/2026 dikembalikan seluruhnya. “Bahkan dari tahun lalu pun uang yang masuk ke sekolah kita kembalikan semuanya. Dari uang pembangunan, uang kegiatan, termasuk uang formulir sekalipun, kita kembalikan total,” kata Syaprudin.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Soal IPA SMP Kelas 8 Semester 2: Ujian Akhir dan Kenaikan Kelas 2026

    By adm_imr25 Juni 20260 Views

    Kisah Perjuangan Kasatpol PP Sekadau dari SMP hingga Jabatan Eselon II

    By adm_imr25 Juni 20261 Views

    Kisah Camat Marah Pecahkan Kaca Sekolah Gara-Gara Nilai Anak, Bupati Beri Reaksi

    By adm_imr24 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sang Legenda, Cara Kota Magelang Pertahankan Identitas di Era Modern

    25 Juni 2026

    Dua Jemaah Haji Kediri Meninggal di Tanah Suci

    25 Juni 2026

    Kadri Laetje Bocorkan Rahasia BPBJ Malut Jadi Center of Excellence Level 3

    25 Juni 2026

    Awal Kasus Dokter Ratna yang Kini Dituntut 4,6 Tahun

    25 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?