Kegiatan Manasik Haji untuk Anak-anak di Gayo Lues
Sebanyak seribu murid Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari 30 sekolah atau lembaga pendidikan di Kabupaten Gayo Lues mengikuti kegiatan manasik haji. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Pancasila, Kecamatan Blangkejeren, dan diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues pada hari Senin (20/4/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk simulasi ini akan berlangsung selama dua hari. Acara dibuka oleh Bunda PAUD Gayo Lues, Rita Elviani, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana bagi guru untuk mengajar dan mendidik anak-anak usia dini di sekolah, tetapi juga bertujuan menanamkan akhlak serta nilai-nilai ketauhidan kepada mereka.
“Harapan kami, para dewan guru terus menjadi guru yang dirindukan oleh anak-anak didiknya,” ujar Rita Elviani.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan
Secara terpisah, Ketua PAUD IGTKI Gayo Lues, Wirda Sarlinda, menjelaskan bahwa kegiatan manasik haji cilik diikuti sekitar 1.500 orang. Tujuannya adalah memberikan pengetahuan dan pengalaman langsung kepada anak-anak usia dini tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan karakter religius, sikap disiplin, serta mandiri pada anak-anak. Dengan demikian, diharapkan dapat melahirkan rasa cinta terhadap Baitullah pada generasi muda.
Selain itu, kegiatan manasik haji juga menjadi ajang menjalin silaturahmi antara guru, orang tua, serta lembaga pendidikan TK dan PAUD di kabupaten Gayo Lues.
Simulasi Kegiatan yang Menyenangkan
Anak-anak langsung mengikuti rangkaian kegiatan manasik haji, mulai dari memakai kain ihram, pelaksanaan wukuf dan tawaf, hingga sa’i tahallul dan pelaksanaan lempar jumrah. Kegiatan ini dirancang agar sesuai dengan usia anak-anak sehingga aman dan menarik untuk diikuti.
Simulasi ini dilakukan dengan penuh perhatian dan pengawasan dari para guru dan panitia agar setiap anak dapat memahami proses ibadah haji secara sederhana namun bermakna.
Pentingnya Pendidikan Agama pada Anak-Anak
Pendidikan agama pada usia dini sangat penting untuk membentuk karakter dan nilai-nilai keagamaan yang kuat. Dengan mengikuti kegiatan seperti manasik haji, anak-anak tidak hanya belajar tentang ritual ibadah, tetapi juga mengembangkan rasa hormat, disiplin, serta tanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk lebih memahami makna ibadah haji dan bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga menjadi bekal awal untuk masa depan mereka sebagai individu yang taat dan berakhlak baik.
Kesimpulan
Kegiatan manasik haji untuk anak-anak di Gayo Lues menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam memberikan pendidikan agama yang holistik dan menyenangkan. Dengan pendekatan yang sesuai dengan usia anak-anak, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga menjadi momen yang bermakna dalam hidup para peserta.







