Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Menggerakkan Asosiasi Profesi Mengatasi Krisis Literasi

    11 April 2026

    Tips memilih pom bensin terpercaya

    11 April 2026

    Apakah Indonesia Aman Jika Perang Dunia III Meletus?

    11 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 11 April 2026
    Trending
    • Menggerakkan Asosiasi Profesi Mengatasi Krisis Literasi
    • Tips memilih pom bensin terpercaya
    • Apakah Indonesia Aman Jika Perang Dunia III Meletus?
    • Jadwal dan harga tiket bus AKAP Bali ke Jawa Senin (6/4), cek sekarang!
    • Messi Cetak Gol Pertama di Stadion Baru, Inter Miami Hanya Peroleh 1 Poin
    • Hasil Spekta 8 Indonesian Idol 2026, Rio-Celyna Tampil Sempurna
    • Rismon Sianipar Kembali Terancam Penjara? Jusuf Kalla Laporkan Fitnah Ijazah Jokowi
    • Cara Pembayaran UTBK-SNBT 2026 yang Mudah dan Cepat di Berbagai Bank
    • Poco X8 Pro Max, Unggul untuk Gaming?
    • Lirik Lagu 2.0 BTS Viral Usai Rilis MV yang Terinspirasi Film Oldboy
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Siapkan Biaya Pendidikan dan Beri Motivasi, Pemkab Wonosobo Hadirkan Program Mayo Sekolah

    Siapkan Biaya Pendidikan dan Beri Motivasi, Pemkab Wonosobo Hadirkan Program Mayo Sekolah

    adm_imradm_imr28 Januari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Angka Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Wonosobo

    Jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Wonosobo pada tahun 2025 tercatat sebanyak 15.394 anak. Data ini merupakan hasil rilis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), namun hingga saat ini masih dalam proses pemutakhiran. Kepala Bidang Bina Program dan Pengembangan Disdikpora Kabupaten Wonosobo, Priyono, menjelaskan bahwa angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan.

    “Rilis akhir 2025 sebesar 15.394 hanya data mentah,” ujarnya. Untuk memastikan keakuratan data, Disdikpora Wonosobo melakukan verifikasi dan validasi (verval) sejak Januari 2025. Proses ini melibatkan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa, khususnya operator data pendidikan.

    Verifikasi dilakukan karena tidak semua yang tercatat dalam data ATS masih berada dalam kategori anak usia sekolah. Bisa saja ada yang usianya di atas 18 tahun atau domisilinya sudah pindah. Selain itu, beberapa anak mungkin telah lulus SMA secara data pendidikan. Proses verval bertujuan untuk memastikan bahwa anak yang tercatat benar-benar memenuhi kriteria ATS dan dapat ditangani melalui kebijakan pendidikan daerah.

    Priyono menekankan bahwa data ATS memiliki karakteristik akumulatif. Artinya, jumlah dasar tidak otomatis berkurang, melainkan akan terus bertambah jika tidak ada penanganan. Yang menjadi perhatian pemerintah bukan hanya pengurangan angka ATS, tetapi seberapa banyak anak yang berhasil kembali bersekolah setiap tahunnya.

    “Yang dilihat nanti hasil vervalnya, kemudian dari situ berapa yang bisa kembali bersekolah, proses itu saat ini masih berlangsung,” jelasnya. Jika tidak tertangani hingga usia dewasa, ATS akan berdampak langsung pada rata-rata lama sekolah, indikator penting dalam pembangunan pendidikan.

    Fase Transisi dan Hambatan

    Berdasarkan hasil pemetaan Disdikpora, sebagian besar ATS berada pada fase transisi dari SMP ke SMA. Pada fase ini, banyak siswa tidak melanjutkan pendidikan karena berbagai faktor, mulai dari motivasi pribadi, kondisi sosial budaya, hingga kendala ekonomi dan geografis.

    Di wilayah perdesaan, jarak sekolah yang jauh, keterbatasan transportasi umum, dan ketiadaan kendaraan pribadi menjadi hambatan nyata bagi anak-anak. Untuk mengatasi hal ini, Pemkab Wonosobo terus mengupayakan berbagai strategi untuk menekan angka ATS.

    Bantuan Biaya Pendidikan dan Program Motivasi

    Salah satu program utama adalah Mayo Sekolah, yang menyasar anak dari keluarga kurang mampu agar dapat kembali mengenyam pendidikan. Bantuan pendidikan dalam program ini diberikan dua kali dalam setahun dan difokuskan pada kebutuhan personal siswa, seperti seragam.

    Besaran bantuan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, yakni SD sebesar Rp300.000 per semester, SMP Rp600 ribu, dan SMA Rp900 ribu. Sementara untuk jalur non formal, besaran bantuan mulai dari Paket A Rp225 ribu, Paket B Rp400 ribu, dan Paket C Rp600 ribu.

    Priyono menegaskan bahwa bantuan biaya hanya diberikan ketika anak sudah memiliki keinginan untuk kembali bersekolah. “Kalau motivasinya sudah, baru kami intervensi biayanya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tidak semua ATS terkendala faktor ekonomi. Sebagian justru menghadapi persoalan motivasi dan lingkungan sosial.

    Untuk pencegahan, Disdikpora Wonosobo meluncurkan program Wonosobo Asa Cita, yang menitikberatkan pada motivasi dan inspirasi siswa. Program ini menyasar siswa SMP dan MTs, khususnya kelas akhir, agar terdorong melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

    Relawan dan Dampak Program

    Program Wonosobo Asa Cita melibatkan relawan dari berbagai latar belakang, mulai dari PNS, pengusaha, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Pada tahap pertama, tercatat 176 relawan terlibat. Sementara tahap kedua yang digelar akhir Januari 2025 melibatkan 179 relawan di 36 sekolah SMP dan MTs.

    “Pelaksanaan tahap pertama mendapat respons positif dari siswa. Siswa senang kehadiran relawan,” ujarnya. Meski demikian, Pemkab Wonosobo menilai keberhasilan program ini belum bisa diukur dalam waktu singkat. Dampak nyata baru akan terlihat saat proses penerimaan peserta didik baru, dan dapat dilihat berapa siswa yang benar-benar melanjutkan pendidikan.

    Ke depan, Pemkab berharap intervensi ini dapat disambut oleh pemerintah provinsi, mengingat kewenangan SMA berada di tingkat provinsi.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Menggerakkan Asosiasi Profesi Mengatasi Krisis Literasi

    By adm_imr11 April 20260 Views

    Doa Saat Musibah untuk Hati Tenang dan Kuat

    By adm_imr11 April 20261 Views

    Festival Autisme 2026: ‘Tak Lagi Sendiri’ Membangun Kepedulian

    By adm_imr11 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Menggerakkan Asosiasi Profesi Mengatasi Krisis Literasi

    11 April 2026

    Tips memilih pom bensin terpercaya

    11 April 2026

    Apakah Indonesia Aman Jika Perang Dunia III Meletus?

    11 April 2026

    Jadwal dan harga tiket bus AKAP Bali ke Jawa Senin (6/4), cek sekarang!

    11 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?