SMKN 4 Kutacane Menghadapi Kekurangan Fasilitas dan Transportasi
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Kutacane, yang terletak di Kabupaten Aceh Tenggara, saat ini menghadapi berbagai tantangan dalam hal fasilitas dan transportasi. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah kekurangan Ruang Kelas Baru (RKB) dan musala. Kepala Sekolah SMKN 4 Kutacane, Supian SPd MS, menjelaskan bahwa sekolahnya masih membutuhkan dua unit RKB tambahan.
Selain itu, musala yang tersedia tidak cukup untuk menampung seluruh siswa, yang sebagian besar beragama Islam. Hal ini membuat pembangunan musala baru menjadi kebutuhan mendesak. Selain itu, pagar sekolah sepanjang sekitar 50 meter juga belum memiliki tembok, sehingga diperlukan penyelesaian segera untuk meningkatkan keamanan lingkungan sekolah.
Jumlah siswa di SMKN 4 Kutacane saat ini mencapai 132 orang. Namun, kondisi transportasi siswa juga menjadi perhatian serius. Selama dua tahun terakhir, pihak sekolah terpaksa meminjam bus dari Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Tenggara untuk mengantar dan menjemput siswa dari Kecamatan Tanoh Alas. Hal ini disebabkan oleh jembatan Pantai Dona yang putus akibat banjir beberapa tahun lalu.
Akibatnya, bus harus melewati Jembatan Lawe Silayakh Pedesi di Kecamatan Bambel dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Meski begitu, Supian menyatakan bahwa anak-anak sudah berkumpul sebelum jam 07.00 WIB dan tiba di sekolah sebelum jam 08.00 WIB.
Supian berharap Pemerintah Aceh dapat memberikan bantuan bus sekolah untuk mendukung kelancaran transportasi siswa. Ia berharap kebijakan tersebut dapat membantu mengurangi beban sekolah dalam mengatur transportasi siswa.
Sekolah Bersih dan Tertib, Kepsek Diapresiasi
Di sisi lain, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi SMKN 4 Kutacane terlihat rapi dan bersih. Mulai dari halaman, ruang belajar, laboratorium hingga fasilitas MCK terawat dengan baik. Siswa tidak terlihat menggunakan handphone di lingkungan sekolah, dan para guru juga tidak menggunakan handphone saat proses belajar mengajar berlangsung.
Pengamat Kebijakan Publik Aceh sekaligus tokoh masyarakat Aceh Tenggara, Dr Nasrul Zaman, memberikan apresiasi kepada Kepsek SMKN 4 Kutacane atas pengelolaan sekolah yang dinilai baik. Menurutnya, meskipun jumlah siswa tidak terlalu banyak, pihak sekolah mampu menjaga kebersihan dan menata fasilitas dengan baik, termasuk ruang belajar dan MCK.
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan beberapa sekolah lain yang memiliki jumlah siswa lebih banyak, namun fasilitasnya kurang terawat, seperti MCK kotor, plafon rusak, serta pintu dan jendela yang tidak layak. Hal ini menimbulkan keraguan tentang pengelolaan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Dr Nasrul Zaman juga meminta Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Marthalamuddin SPd MSP, untuk menurunkan tim guna menelusuri penggunaan dana BOS di sekolah-sekolah yang kondisi fisiknya tidak terawat. Ia menegaskan pentingnya transparansi dalam penggunaan anggaran BOS agar benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan Juknis BOS.
Kebutuhan Penanganan Secara Mendesak
Masalah-masalah yang dihadapi SMKN 4 Kutacane menunjukkan pentingnya penanganan secara mendesak. Kekurangan RKB, musala, dan fasilitas keamanan seperti pagar sekolah perlu segera diperbaiki. Selain itu, transportasi siswa yang masih bergantung pada bus milik pemerintah daerah juga menjadi isu yang perlu diperhatikan.
Dengan adanya apresiasi terhadap pengelolaan sekolah yang baik, diharapkan pihak terkait dapat memberikan dukungan lebih lanjut, baik dalam bentuk dana maupun infrastruktur, untuk memastikan SMKN 4 Kutacane tetap menjadi sekolah yang nyaman dan berkualitas bagi siswanya.






