Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Ada UU Pidana Baru, Ini Fakta Hukum Polemik Ahmad Dhani dan Maia Estianty yang Kembali Muncul

    20 Mei 2026

    Sule Bahagia Permohonan Ahli Waris Ditolak, Teddy Pardiyan Ajukan Banding

    20 Mei 2026

    Selamatkan Semen Padang, Hancurkan Persebaya! Samuel Simanjuntak Jalani Misi Terakhir di Akhir Musim

    20 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 20 Mei 2026
    Trending
    • Ada UU Pidana Baru, Ini Fakta Hukum Polemik Ahmad Dhani dan Maia Estianty yang Kembali Muncul
    • Sule Bahagia Permohonan Ahli Waris Ditolak, Teddy Pardiyan Ajukan Banding
    • Selamatkan Semen Padang, Hancurkan Persebaya! Samuel Simanjuntak Jalani Misi Terakhir di Akhir Musim
    • Saham Gorengan: Apa Itu dan Bagaimana Menghindarinya
    • Buronan FBI Bocorkan Rahasia Pertahanan AS, Monica Witt Dapat Hadiah 3 Juta Dolar
    • Kumpulan doa pelunasi utang dan pembuka rezeki lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan terjemahan
    • Lari Santai untuk Persiapan Race yang Efektif
    • 5 Resep Camilan Kekinian dari Bahan Murah
    • Bima Yudho Buka Suara soal Beasiswa China untuk Josepha Alexandra
    • 5 Wisata Selo Boyolali, Cocok untuk Liburan Keluarga, Termasuk Merapi Garden dan Bukit Gancik
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Trump Pergi, Putin Datang, China Terima Pemimpin AS-Rusia dalam Sebulan yang Sama

    Trump Pergi, Putin Datang, China Terima Pemimpin AS-Rusia dalam Sebulan yang Sama

    adm_imradm_imr20 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Beijing

    Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengunjungi Beijing, China, pada pekan depan. Kabar ini muncul di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global dan intensitas diplomasi Beijing dengan kekuatan-kekuatan besar dunia. Kunjungan Putin disebut sebagai bagian dari pertukaran rutin antara Beijing dan Moskow.

    Presiden China Xi Jinping disebut akan menerima kunjungan Putin hanya beberapa hari setelah melepas keberangkatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dari Beijing. Mengutip laporan media berbasis Hong Kong, South China Morning Post (SCMP), Putin dijadwalkan tiba di China pada 20 Mei untuk kunjungan singkat selama satu hari. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov juga mengonfirmasi bahwa seluruh persiapan kunjungan tersebut telah rampung.

    Meski demikian, kunjungan Putin kali ini tidak dikategorikan sebagai kunjungan kenegaraan resmi. Seorang pejabat China mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari pertukaran rutin antara Beijing dan Moskow sehingga tidak akan disertai parade militer maupun seremoni penyambutan berskala besar. “Kunjungan Putin kemungkinan tidak akan mendapatkan tingkat protokol yang sama,” ujar pejabat tersebut.

    Kunjungan ini menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya China menerima pemimpin Amerika Serikat dan Rusia dalam format pertemuan bilateral pada bulan yang sama, bukan dalam forum multilateral internasional. Donald Trump sendiri melakukan kunjungan ke China selama tiga hari mulai 13 Mei sebelum meninggalkan Beijing pada hari yang sama ketika agenda kunjungan Putin diumumkan.

    SCMP menilai langkah Beijing tersebut mencerminkan upaya China memposisikan diri sebagai “mediator penting” di tengah tatanan global yang semakin terfragmentasi akibat rivalitas geopolitik dan konflik internasional. Selain Putin, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga dijadwalkan mengunjungi China mulai 23 Mei selama tiga hari. Pemerintah Pakistan menyebut kunjungan itu akan berfokus pada penguatan kerja sama ekonomi, khususnya di sektor digital dan energi.

    Namun sejumlah pengamat menilai isu geopolitik Timur Tengah kemungkinan turut menjadi agenda penting pembahasan, terutama setelah Pakistan terlibat dalam upaya mediasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa waktu terakhir.



    Kolase foto Xi Jinping, Trump, dan Putin – (Infomalangraya.com/Erdy Nasrul)

    Segitiga Baru Politik Global

    Di balik kunjungan bergantian Donald Trump dan Vladimir Putin ke Beijing, ada perubahan besar yang mulai terlihat dalam politik global. Dunia tidak lagi bergerak dalam pola lama yang sederhana: Amerika Serikat melawan Rusia, sementara China berdiri sebagai pesaing ekonomi. Kini hubungan ketiga negara itu jauh lebih cair, lebih pragmatis, dan penuh manuver kepentingan.

    Donald Trump sejak awal dikenal berbeda dibanding elite Barat tradisional. Jika banyak pemimpin Amerika dan Eropa memandang Rusia serta China terutama melalui kacamata ideologi dan demokrasi liberal, Trump justru lebih melihat hubungan internasional sebagai arena transaksi dan negosiasi kekuatan. Karena itu, Trump kerap memperlihatkan pendekatan yang lebih fleksibel terhadap Moskow maupun Beijing. Ia memang tetap bersaing keras dengan China dalam perdagangan dan teknologi, tetapi pada saat yang sama tidak sepenuhnya menutup ruang komunikasi personal dengan Xi Jinping.

    Begitu pula terhadap Vladimir Putin, Trump beberapa kali menunjukkan sikap yang jauh lebih lunak dibanding mayoritas elite politik Barat. Pendekatan seperti inilah yang tampaknya dipahami dengan baik oleh Beijing.



    Presiden Tiongkok Xi Jinping, dan para pemimpin asing termasuk Presiden Prabowo Subianto, Presiden Rusia Vladimir Putin, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, berjalan ke Mimbar Tiananmen menjelang upacara untuk memperingati 80 tahun penyerahan Jepang pada Perang Dunia II di Beijing, Rabu (3/9/2025). – (XinHua News Agency)

    Bagi China, Trump bukan sosok yang mudah ditebak, tetapi justru karena itulah ia dianggap lebih realistis. Beijing memahami bahwa Trump lebih menekankan kepentingan ekonomi dan stabilitas kekuatan dibanding membawa agenda moral atau ideologis seperti yang sering dilakukan pemerintahan Barat lainnya. Dalam konteks ini, Xi Jinping memainkan politik keseimbangan yang sangat hati-hati. China tetap mempertahankan hubungan strategis dengan Rusia, terutama dalam energi, perdagangan, dan geopolitik Eurasia. Namun di saat bersamaan, Beijing juga tidak ingin hubungan dengan Amerika Serikat runtuh sepenuhnya.



    Chinese President Xi Jinping addresses a banquet and extends a warm welcome on behalf of the Chinese government and people to all distinguished guests attending the Third Belt and Road Forum for International Cooperation in Beijing, capital of China, 17 October 2023 (issued 18October 2023). Xi Jinping and Peng Liyuan hosted a banquet at the Great Hall of the People in Beijing to welcome guests who are in China to attend the Third Belt and Road Forum for International Cooperation. – (EPA-EFE/JU PENG / XINHUA )

    Bagi China, stabilitas hubungan dengan Washington tetap penting karena ekonomi global masih sangat bergantung pada keterhubungan dua negara terbesar dunia tersebut. Di titik inilah Beijing tampak berusaha memosisikan diri bukan semata sebagai sekutu Rusia atau rival Amerika, tetapi sebagai pusat keseimbangan baru dalam politik internasional. China ingin tetap dekat dengan Moskow tanpa memutus jalur komunikasi dengan Washington.

    Situasi ini menimbulkan kecemasan tersendiri di Eropa. Banyak negara Eropa selama ini mengandalkan soliditas hubungan trans-Atlantik sebagai fondasi keamanan Barat. Namun kemungkinan munculnya hubungan yang lebih pragmatis antara Washington dan Moskow di bawah Trump membuat sebagian elite Eropa khawatir posisi mereka akan semakin terpinggirkan.

    Kecemasan itu bukan tanpa alasan. Jika Amerika Serikat mulai lebih fokus pada negosiasi langsung dengan Rusia dan China, maka pengaruh Eropa dalam menentukan arah geopolitik global berpotensi menurun. Dalam beberapa tahun terakhir saja, Eropa sudah menghadapi berbagai tekanan: perang Ukraina, krisis energi, perlambatan ekonomi, hingga ketertinggalan dalam persaingan teknologi kecerdasan buatan.

    Karena itu, pertemuan-pertemuan diplomatik di Beijing tidak sekadar soal kunjungan kenegaraan biasa. Di baliknya, dunia sedang menyaksikan lahirnya pola hubungan baru yang lebih cair, lebih transaksional, dan tidak lagi sepenuhnya dikendalikan oleh blok-blok lama era Perang Dingin. Dalam pola baru itu, Xi Jinping tampak berusaha memainkan peran sebagai penyeimbang, Donald Trump membawa pendekatan pragmatis khas politik transaksional, sementara Vladimir Putin tetap berupaya memastikan Rusia tidak tersingkir dari panggung utama geopolitik dunia.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Momen Nagatomo Menangis, Mantan Inter Milan Dipanggil Timnas Jepang ke Piala Dunia 2026

    By adm_imr19 Mei 20261 Views

    Perang Iran Uji Kekuatan Diplomasi India Multiblok

    By adm_imr19 Mei 20261 Views

    Trump Akui Kehilangan Kesabaran terhadap Iran: Mereka Mungkin Gila

    By adm_imr19 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Ada UU Pidana Baru, Ini Fakta Hukum Polemik Ahmad Dhani dan Maia Estianty yang Kembali Muncul

    20 Mei 2026

    Sule Bahagia Permohonan Ahli Waris Ditolak, Teddy Pardiyan Ajukan Banding

    20 Mei 2026

    Selamatkan Semen Padang, Hancurkan Persebaya! Samuel Simanjuntak Jalani Misi Terakhir di Akhir Musim

    20 Mei 2026

    Saham Gorengan: Apa Itu dan Bagaimana Menghindarinya

    20 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?