Perubahan Pangeran I An di Drakor Perfect Crown
Sejak kecil, Pangeran I An (Byeon Woo Seok) dalam drakor Perfect Crown sudah dijajarkan sebagai putra kedua Raja terdahulu. Kehidupannya selalu diatur oleh aturan istana yang ketat. Ia harus tunduk dan tidak boleh lebih unggul dari saudaranya, Yi Hwan (Sung Joon). Bahkan saat remaja, untuk menghindari kemarahan ayahnya, Pangeran I An rela berpura-pura kalah dalam pertandingan memanah agar tidak menjadi pusat perhatian. Dengan begitu, ia terbiasa menjalani segala aturan yang ada di istana tanpa protes.
Namun, segalanya berubah sejak ia bertemu dengan Seong Hui Ju (IU). Gadis ini datang dengan keberanian dan menawarkan kesepakatan pernikahan kontrak kepada Pangeran I An. Keberadaannya memberi kekuatan baru bagi Pangeran I An untuk melakukan apa yang ia anggap benar, tanpa merasa takut pada orang lain. Karena cinta dan pengaruh Seong Hui Ju, Pangeran I An mulai melanggar aturan-aturan istana yang selama ini ia taati. Berikut beberapa momen penting yang menunjukkan perubahan tersebut:
- Kehadiran Seong Hui Ju mengubah sikap Pangeran I An
Sebagai seorang bangsawan, Pangeran I An seharusnya mencari pasangan sesama bangsawan dari klan yang setara.
I An berani melawan otoritas istana demi Seong Hui Ju
Ia siap mempertahankan Seong Hui Ju meskipun dihadapkan pada penolakan keras dari Ibu suri Yi Rang dan para menteri.

Membawa Seong Hui Ju ke balai Anhwadang
Meski tahu itu dilarang, Pangeran I An membawa Seong Hui Ju ke balai pribadinya tanpa ragu sedikit pun.

Meninggalkan ritual leluhur di tengah proses
Demi Seong Hui Ju, Pangeran I An bahkan meninggalkan ritual leluhur di tengah prosesi.

Aturan ritual leluhur harus diikuti hingga akhir
Sebagai Pangeran Agung, Pangeran I An seharusnya mengikuti ritual leluhur hingga selesai.

Melanggar aturan istana jauh sebelum menikahi Seong Hui Ju
Pangeran I An pernah melanggar aturan istana demi Seong Hui Ju sebelum ia memutuskan untuk menikahinya.

Masuk ke halaman pribadi istana
- Saat acara ulang tahun Putra Mahkota, Pangeran I An tidak mempermasalahkan Seong Hui Ju yang masuk ke area yang dilarang.

Setelah bertahun-tahun hidup dalam ketaatan terhadap aturan istana, Pangeran I An kini tampak berbeda. Keberadaan Seong Hui Ju membuatnya percaya diri untuk melakukan hal-hal yang ia inginkan. Beberapa momen ini membuktikan bahwa Pangeran I An tidak lagi peduli akan aturan-aturan yang selama ini ia taati.
Selain itu, hanya di hadapan Seong Hui Ju, Pangeran I An bisa jujur tentang keinginannya untuk duduk di takhta. Padahal, hal itu bisa dianggap sebagai pengkhianatan terhadap kerajaan. Ini menunjukkan betapa besar pengaruh Seong Hui Ju terhadap perubahan sikap dan keputusan Pangeran I An.













