Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Antrean BBM Nonsubsidi di Ambon, Harga Diprediksi Naik Mulai 1 April

    5 April 2026

    Pemilik Kos Surabaya Ungkap Detik-Detik Maling Motor Diamuk Warga Margorejo

    5 April 2026

    Ketua HMI Jabar Siti Nurhayati Diteror, Seperti Andrie Yunus

    5 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 5 April 2026
    Trending
    • Antrean BBM Nonsubsidi di Ambon, Harga Diprediksi Naik Mulai 1 April
    • Pemilik Kos Surabaya Ungkap Detik-Detik Maling Motor Diamuk Warga Margorejo
    • Ketua HMI Jabar Siti Nurhayati Diteror, Seperti Andrie Yunus
    • Pemkot Malang Dorong Ekonomi Inklusif di RKPD 2027
    • 5 Pengharum Ruangan Terbaik untuk Malam yang Lebih Nyenyak
    • Mengenal Sapi Sonok, Kontes Kecantikan Sapi Betina Madura
    • Link Live Streaming Arema FC vs Malut United, Jadwal Laga Pekan 26 Liga Super 2025/2026
    • Jadwal KM Wilis 31 Maret – 21 April 2026: Rute Waingapu, Ende, Kalabahi, Kupang
    • Lengkap! 11 Kesepakatan RI-Jepang Senilai Rp401,71 Triliun
    • Telkomsel Hadirkan COMBAT di Desa Sadi Belu, Warga Nikmati Video Call Lancar
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Mengapa Kehamilan Kedua Lebih Rentan Sebabkan Stres? Ini Temuan Penelitian

    Mengapa Kehamilan Kedua Lebih Rentan Sebabkan Stres? Ini Temuan Penelitian

    adm_imradm_imr21 Maret 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kecemasan dan Stres pada Kehamilan Kedua

    Kecemasan dan stres sering menjadi tantangan yang dihadapi oleh calon ibu selama masa kehamilan. Meski seorang ibu telah menjalani kehamilan dan persalinan sebelumnya, hal ini tidak menjamin bahwa kehamilan berikutnya akan terasa lebih mudah. Faktor-faktor seperti perubahan dinamika keluarga, trauma dari pengalaman persalinan pertama, serta tekanan psikologis dapat memengaruhi tingkat stres selama kehamilan kedua.

    Studi Menemukan Tingkat Stres Cukup Tinggi pada Kehamilan Kedua



    Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Pregnancy and Childbirth menunjukkan bahwa perempuan yang sedang hamil anak kedua memiliki tingkat tekanan psikologis yang cukup tinggi. Dari 400 peserta penelitian, lebih dari 84 persen dilaporkan mengalami kecemasan pada tingkat sedang. Sementara itu, lebih dari 90 persen peserta melaporkan mengalami stres dengan tingkat sedang hingga tinggi. Peneliti juga menyoroti konsep low psychological capital, yaitu kondisi di mana seseorang memiliki sumber daya psikologis positif yang rendah, seperti kurangnya rasa percaya diri, harapan, optimisme, dan kemampuan untuk bangkit dari kesulitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 71 persen peserta memiliki tingkat psychological capital yang rendah, yang secara signifikan berkaitan dengan meningkatnya risiko kecemasan dan stres selama kehamilan.

    Mengapa Kehamilan Kedua Lebih Rentan Memicu Stres?



    Selain faktor psikologis, perubahan dinamika keluarga juga dapat meningkatkan tekanan selama kehamilan kedua. Sebuah survei yang dilakukan oleh National Library of Medicine mencoba memahami kondisi psikologis perempuan yang sedang menjalani kehamilan kedua. Penelitian tersebut melibatkan 162 ibu hamil anak kedua yang sebelumnya memiliki kondisi kesehatan mental yang baik serta tidak memiliki riwayat komplikasi kehamilan atau gangguan kognitif. Para peserta diminta menilai emosi negatif yang mereka rasakan menggunakan Self-Rating Anxiety Scale (SAS) dan Self-Rating Depression Scale (SDS). Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kecemasan dan depresi pada kehamilan kedua cenderung lebih tinggi dibandingkan pada kehamilan pertama. Salah satu alasannya karena Mama kini harus membagi waktu dan energi antara kehamilan serta mengurus anak yang sudah ada di rumah.

    Trauma dari Pengalaman Persalinan Pertama Bisa Muncul Kembali



    Faktor lain yang sering memicu stres pada kehamilan kedua adalah pengalaman persalinan pertama yang kurang menyenangkan atau bahkan traumatis. Beberapa alasan yang dapat memicu ketakutan pada kehamilan berikutnya antara lain:

    Preeklamsia atau komplikasi kehamilan

    Robekan vagina dan proses pemulihan yang sulit

    Diastasis recti yang parah atau pemisahan otot perut

    Pemberian epidural atau anestesi yang tidak tepat

    Proses persalinan yang sangat panjang dan menyakitkan

    Komunikasi yang kurang baik dengan tenaga kesehatan

    Kekhawatiran terhadap kesehatan bayi, terutama jika bayi pertama lahir prematur

    Hilangnya rasa martabat saat proses persalinan akibat perawatan yang kurang baik atau perlakuan tidak menyenangkan

    * Perubahan negatif dalam hubungan dengan pasangan setelah melahirkan.

    Tips Mengurangi Rasa Cemas dan Stres Saat Hamil Anak Kedua



    Meski kehamilan kedua bisa terasa lebih menantang, Mama tetap bisa mengelola stres dengan beberapa cara sederhana. Berikut beberapa cara yang bisa membantu:

    1. Jangan ragu meminta bantuan

    Jika Mama merasakan keluhan seperti mual yang lebih sering, nyeri panggul, atau ketidaknyamanan lain selama kehamilan kedua, sebaiknya jangan langsung menganggapnya sebagai hal yang normal. Setiap pengalaman kehamilan bisa berbeda. Karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

    1. Usahakan mendapatkan istirahat yang cukup

      Berbeda dengan kehamilan pertama, Mama mungkin harus tetap aktif mengurus anak yang sudah ada di rumah. Hal ini bisa membuat waktu istirahat menjadi lebih terbatas. Karena itu, cobalah meminta bantuan pasangan, keluarga, atau pengasuh untuk membantu mengurus anak sementara waktu.

    2. Menerima perubahan tubuh dengan lebih positif

      Pada kehamilan kedua, perubahan tubuh biasanya terlihat lebih cepat. Hal ini juga sering disertai kenaikan berat badan atau munculnya stretch marks. Meski terkadang membuat tidak percaya diri, penting untuk mengingat bahwa tubuh Mama sedang melakukan hal luar biasa, yaitu menciptakan dan merawat kehidupan baru.

    3. Konsumsi vitamin prenatal secara rutin

      Asam folat merupakan salah satu nutrisi penting selama kehamilan. Nutrisi ini diketahui dapat membantu melindungi tubuh dari perubahan suasana hati yang sering terjadi selama masa kehamilan serta berpotensi menurunkan risiko depresi setelah melahirkan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    5 Pengharum Ruangan Terbaik untuk Malam yang Lebih Nyenyak

    By adm_imr5 April 20262 Views

    Garis waktu gejala campak harian

    By adm_imr5 April 20260 Views

    Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 31 Maret 2026: Cinta, Keuangan, Karier, Kesehatan

    By adm_imr5 April 20264 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Antrean BBM Nonsubsidi di Ambon, Harga Diprediksi Naik Mulai 1 April

    5 April 2026

    Pemilik Kos Surabaya Ungkap Detik-Detik Maling Motor Diamuk Warga Margorejo

    5 April 2026

    Ketua HMI Jabar Siti Nurhayati Diteror, Seperti Andrie Yunus

    5 April 2026

    Pemkot Malang Dorong Ekonomi Inklusif di RKPD 2027

    5 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?