Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Pemkot Malang Wajibkan ASN Naik Sepeda ke Kantor Hemat BBM

    29 Maret 2026

    Cuaca Ekstrem Ancam India, Beban Listrik Melonjak Tajam

    29 Maret 2026

    Lumpia Lezat Semarang yang Jadi Oleh-Oleh Favorit Wisatawan

    29 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 29 Maret 2026
    Trending
    • Pemkot Malang Wajibkan ASN Naik Sepeda ke Kantor Hemat BBM
    • Cuaca Ekstrem Ancam India, Beban Listrik Melonjak Tajam
    • Lumpia Lezat Semarang yang Jadi Oleh-Oleh Favorit Wisatawan
    • Kematian Akseyna, 11 Tahun Kasus Belum Terungkap, Keluarga Minta Kejelasan
    • Layanan Surabaya Tetap 100 Persen Meski ASN WFA, Eri: Pelayanan Tak Boleh Berhenti
    • Krisis Pupuk Iran Ancam Harga Pangan Dunia
    • Penangkapan Bos Jaringan Kamboja di Apartemen Royal Condominium Medan
    • Bolehkah Puasa Qadha Ramadhan Digabung dengan Syawal? Hukum dan Penjelasannya
    • 12 Bintang KPOP yang Ulang Tahun di Bulan April, Siapa Mereka?
    • Trump Minta Iran Lanjutkan Usulan Gencatan Senjata AS
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hukum»Misteri 4 Anggota BAIS Disiram Air Keras, DPR Minta Ungkap Dalang Utama

    Misteri 4 Anggota BAIS Disiram Air Keras, DPR Minta Ungkap Dalang Utama

    adm_imradm_imr28 Maret 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penetapan Tersangka dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

    Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah menetapkan empat anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI sebagai tersangka dalam peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Keempat pelaku ini adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES, yang berasal dari matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Mereka ditahan di penjara militer Super Maximum Security Guntur, Jakarta Selatan.

    Meski para pelaku telah ditahan, motif di balik serangan brutal ini masih menjadi teka-teki besar. Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman kasus guna mengungkap motif sebenarnya. “Kita masih mendalami motifnya,” tegas Yusri dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3/2026).

    Reaksi DPR RI dan Kritik terhadap Transparansi

    Reaksi dari DPR RI tidak kalah kuat. Komisi III DPR RI meminta transparansi penuh dalam penyidikan kasus ini. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan bahwa kredibilitas institusi Polri dan TNI sedang dipertaruhkan. Ia meminta penyidik membuka ruang seluas-luasnya terhadap segala kemungkinan, baik keterlibatan warga sipil maupun oknum militer.

    Habiburokhman juga meminta proses hukum dilakukan secara transparan hingga tuntas. Termasuk menelusuri pihak yang memerintahkan, merencanakan, hingga melaksanakan aksi tersebut, sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Siapa pun yang terlibat baik memerintahkan, merencanakan, melaksanakan, membantu pelaksanaan itu harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum,” tutur Habiburokhman.

    Pertanyaan tentang Inisiatif atau Perintah Atasan

    Di sisi lain, Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS Nasir Djamil bertanya-tanya apakah empat prajurit TNI hanya melakukan perintah atasan saja, atau justru berinisiatif ketika menyiram air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus. “Pertanyaannya, apakah mereka bertindak atas inisiatif pribadi, atau melaksanakan perintah atasan? Inilah yang perlu didalami dan ditemukan benang merahnya,” ujar Nasir.

    Nasir juga berharap para prajurit TNI yang terlibat disidangkan melalui pengadilan koneksitas, jika betul ada keterlibatan masyarakat sipil juga. “Semoga juga DPR bisa memberikan saran agar proses persidangan dilakukan dengan mekanisme pengadilan koneksitas, jika dalam tindak pidana berupa penyiraman air keras itu juga melibatkan masyarakat sipil,” imbuh Nasir.

    Proses Penyidikan dan Bukti Ilmiah

    Hingga saat ini, penyidik masih terus mengumpulkan dan menganalisis berbagai bukti, termasuk bukti ilmiah (scientific crime investigation) untuk mengungkap secara utuh peristiwa tersebut. Polisi juga membuka partisipasi publik untuk membantu proses pengungkapan kasus. Masyarakat diminta melapor jika memiliki informasi terkait identitas pelaku.

    Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Iman Imanudin, menegaskan bahwa foto yang dirilis murni diambil dari CCTV dan bukan hasil rekayasa atau artificial intelligence (AI). “Ini hasil dari pengambilan gambar terhadap CCTV yang sudah kami peroleh. Kami tekankan, sama sekali tidak dilakukan perubahan ataupun pengolahan sehingga kami dapat pertanggungjawabkan bahwa ini bukan hasil artificial intelligence (AI),” kata Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).

    Dari hasil penelusuran CCTV, polisi menduga pelaku lebih dari empat orang. “Namun demikian dari hasil penyelidikan tidak menutup kemungkinan juga pelaku ada lebih dari empat sebagaimana disebutkan sebelumnya,” tambah Iman. Polisi mengungkap identitas dua orang yang wajahnya terekam kamera pengawas. “Kami menduga bahwa dua orang yang kami tunjukkan dari satu data Polri inisial BHC dan inisial MAK,” ujarnya.

    Kronologi Serangan

    Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan serangan tersebut menyebabkan korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah, dada, tangan, dan mata.

    Peristiwa itu terjadi usai Andrie merekam siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Dimas Bagus Arya menyebut Andrie sempat menerima panggilan telepon misterius dari nomor tidak dikenal antara 9 hingga 12 Maret 2026. Sebagian nomor diduga terkait spam penipuan, pinjaman online, hingga modus m-banking.

    Pada hari kejadian, Andrie meninggalkan kantor KontraS pukul 15.30 WIB untuk menghadiri pertemuan di Kantor Celios. Usai agenda itu, ia menuju kantor YLBHI untuk merekam podcast bertema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI” hingga pukul 23.00 WIB. Sekitar pukul 23.37 WIB, saat melintas di Jalan Salemba I dengan sepeda motor, Andrie diserang oleh dua pelaku yang mengendarai motor melawan arah. Cairan diduga air keras mengenai mata, wajah, dada, dan tangan korban.

    Andrie sempat terjatuh, lalu kembali mengendarai motornya menuju kontrakan di Menteng sebelum akhirnya diantar ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) oleh dua rekannya. Diagnosis awal dokter menyebut Andrie mengalami luka bakar 24 persen. Ia ditangani enam dokter spesialis dan dijadwalkan menjalani operasi mata berupa transplantasi membran amnion.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Bukan 4, Pelaku Serangan Aktivis Andrie Diduga Belasan Orang, Hasil Investigasi TAUD

    By adm_imr29 Maret 20261 Views

    Penangkapan Bos Jaringan Kamboja di Apartemen Royal Condominium Medan

    By adm_imr29 Maret 20261 Views

    Polisi Buru 3 DPO Pembacokan Saat Malam Takbiran di Surabaya

    By adm_imr29 Maret 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pemkot Malang Wajibkan ASN Naik Sepeda ke Kantor Hemat BBM

    29 Maret 2026

    Cuaca Ekstrem Ancam India, Beban Listrik Melonjak Tajam

    29 Maret 2026

    Lumpia Lezat Semarang yang Jadi Oleh-Oleh Favorit Wisatawan

    29 Maret 2026

    Kematian Akseyna, 11 Tahun Kasus Belum Terungkap, Keluarga Minta Kejelasan

    29 Maret 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?