Keunikan Kuliner Sanggau yang Menggugah Selera
Kabupaten Sanggau, yang terletak di provinsi Kalimantan Barat, memiliki kekayaan kuliner khas yang dipengaruhi oleh budaya Dayak, Melayu, dan Tionghoa. Cita rasa dari makanan khas Sanggau biasanya gurih, asam segar, serta menggunakan teknik pengolahan tradisional seperti fermentasi dan pengasapan. Hal ini mencerminkan kearifan lokal dalam mengelola alam secara berkelanjutan.
Letak geografis Kabupaten Sanggau yang berada di pedalaman Kalimantan, dibelah oleh sungai-sungai besar seperti Sungai Kapuas dan Sungai Sekayam, sangat memengaruhi ketersediaan bahan baku utama. Sanggau adalah surga bagi ikan sungai air tawar, sementara tanahnya yang subur menjadi rumah bagi ribuan pohon durian hutan. Ketika musim buah tiba dan hasil sungai melimpah, masyarakat lokal tidak membiarkannya sia-sia; mereka mengubahnya melalui proses fermentasi dan pengasapan, menciptakan rasa yang kuat dan tahan lama.
Makanan Khas yang Harus Dicoba
Berikut adalah beberapa makanan khas yang wajib kamu kenal saat berkunjung ke Sanggau:
Sungkui
Merupakan kuliner khas masyarakat Melayu Sanggau dan menjadi identitas utama Sanggau. Pembuatannya menggunakan bahan dasar beras yang dibungkus dengan daun dan dimasak secara khas. Sungkui biasanya disajikan dengan Opor ayam dan sambal nenas. Penganan tradisional ini biasa disajikan saat hari raya Idul Fitri dan pada acara adat Melayu lainnya.Lemang/Ajan
Kuliner tradisional yang terbuat dari beras ketan dimasak dalam seruas bambu. Lemang pada dasarnya merupakan makanan khas Melayu tetapi lambat laun diserap oleh masyarakat lainnya. Makanan ini biasanya disajikan saat Hari Raya Idul Fitri dan pesta Gawai (Panen Padi).Pansuh/Ponsouh
Merupakan masakan tradisional asli Sanggau yang biasanya terbuat dari daging ayam, ikan, dll yang dimasak didalam seruas bambu.Tempoyak/Empuyak
Penganan tradisional yang berbahan dasar durian yang difermentasi. Tempoyak juga dikenal dengan nama Tompek dalam bahasa Dayak Jangkang.Jorok
Sayur-sayuran yang difermentasi sehingga menghasilkan citarasa keasaman. Umumnya sayuran yang difermentasi yaitu daun ubi dan sawi.Rusip
Olahan fermentasi ikan oleh masyarakat Melayu Sanggau.Lempok Durian
Panganan dodol khas Melayu Sanggau yang berbahan dasar durian. Biasanya mudah ditemukan saat musim durian.Keturi Piring
Olahan khas ikan Keturi yang dijemur melingkar mengikuti piring khas masyarakat Melayu Sanggau khususnya Balai Sebut.Ikan Salai
Merupakan ikan yang diawetkan menggunakan asap. Umumnya dibuat oleh masyarakat Balai Sebut, Kec. Jangkang.Pekasam/Jikot
Daging yang difermentasi sehingga menghasilkan citarasa keasaman. Biasanya dibuat dari bahan daging ikan bumbu rempah aromatik, menciptakan rasa gurih dan aroma harum khas.Kote
Kue tradisional menyerupai pastel yang terbuat dari tepung beras dengan isian serundeng kelapa, sering disantap dengan santan.Dodol Lidah Buaya
Dodol kenyal khas Sanggau yang berbahan dasar lidah buaya, memiliki cita rasa unik dan menyegarkan.Keturi Jangkang
Makanan khas Jangkang berupa ikan lais yang disusun tipis dan diolah dengan cara digoreng sebentar setelah dijemur.Sotong Pangkong
Cumi-cumi yang dipanggang dan dipukul (dipangkong) hingga gepeng, disajikan dengan bumbu spesial.
Tradisi dan Budaya dalam Setiap Sajian
Masakan Sanggau tak sekadar pengisi perut, melainkan identitas kultural yang diwariskan lewat bisikan resep di dapur-dapur panggung kayu. Identitas ini lahir dari kearifan lokal dalam mengelola alam secara berkelanjutan. Harmoni antara etnis Dayak dan Melayu yang mendiami wilayah ini juga tercermin dalam kekayaan kuliner yang ada.







