Kabar Gembira: Jemaah Haji Kabupaten Mempawah Dalam Kondisi Sehat
Kabar gembira datang dari Tanah Suci Mekkah pada Selasa, 12 Mei 2026. Seluruh jemaah haji asal Kabupaten Mempawah yang saat ini berada di Kota Mekkah dilaporkan dalam kondisi sehat usai menyelesaikan rangkaian umrah wajib.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Mempawah, H. Mulyadi menyampaikan bahwa seluruh jemaah telah melaksanakan tawaf, sai, dan tahalul sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji. “Alhamdulillah, jemaah haji Kabupaten Mempawah sudah menyelesaikan pelaksanaan umrah wajib. Saat ini para jemaah sudah keluar dari kondisi ihram dan bisa kembali memakai pakaian biasa,” ujarnya.
Ia mengatakan, setelah menyelesaikan umrah, para jemaah mulai menjalani aktivitas ibadah harian sembari menjaga kondisi kesehatan menjelang puncak pelaksanaan haji. Menurut H. Mulyadi, jemaah yang dalam kondisi fit masih rutin melaksanakan salat lima waktu di Masjidil Haram.
Namun demikian, pihak kesehatan tetap memberikan perhatian khusus terkait cuaca panas di Kota Mekkah. “Tim kesehatan mengingatkan agar jemaah tidak terlalu memaksakan diri pergi ke Masjidil Haram pada siang hari, terutama bagi yang kondisi tubuhnya kurang sehat. Cuaca di Mekkah saat ini cukup panas sehingga perlu penyesuaian,” katanya.
Ia menambahkan, bagi jemaah yang mengalami kelelahan atau kurang fit dianjurkan melaksanakan ibadah di masjid sekitar hotel tempat menginap. “Kalau kondisi tubuh sedang kurang baik, lebih dianjurkan salat di masjid dekat hotel agar stamina tetap terjaga untuk menghadapi rangkaian ibadah berikutnya,” tambahnya.
Hingga kini, seluruh jemaah haji asal Kabupaten Mempawah dipastikan dalam kondisi sehat dan terus dipantau oleh petugas pendamping serta tim kesehatan. “Alhamdulillah, 12 jemaah haji asal Mempawah saat ini sehat wal afiat. Kita doakan semuanya diberikan kelancaran dan kemudahan hingga puncak ibadah haji pada 27 Mei nanti,” tutupnya.
Rangkaian Ibadah Haji yang Harus Dilakukan
Berikut adalah 10 rangkaian ibadah haji yang harus dilakukan oleh jemaah haji:
- Ihram dari Miqat
Ihram adalah tahapan pertama dalam ibadah haji. Jemaah memulai ihram dari miqat, yaitu batas wilayah yang telah ditentukan untuk berniat haji. Tahapan ini meliputi: - Mandi sunah
- Berwudu sebelum berihram
- Memakai pakaian ihram
- Salat sunah ihram dua rakaat
- Mengucapkan niat haji
Dengan berihram, jemaah memasuki kondisi suci dan terikat oleh larangan-larangan ihram.
- Wukuf di Arafah
Wukuf adalah inti dari ibadah haji dan dilakukan pada 9 Dzulhijjah. Jemaah berkumpul di Padang Arafah dari waktu Zuhur hingga Magrib untuk bermunajat kepada Allah SWT. Amalan yang dianjurkan antara lain: - Salat Zuhur dan Asar secara jamak dan qashar
- Mendengarkan khutbah wukuf
- Berzikir, berdoa, dan membaca Al-Qur’an
Wukuf adalah momen refleksi dan doa yang sangat sakral.
Mabit di Muzdalifah
Setelah wukuf, jemaah menuju Muzdalifah untuk bermalam (mabit) hingga menjelang subuh. Di sinilah jemaah mengumpulkan batu kerikil yang akan digunakan untuk melontar jamrah di Mina. Mabit dilakukan dalam kondisi sederhana, sebagai bentuk ketawadhuan dan keteguhan hati dalam menjalani ibadah.Melontar Jamrah Aqabah
Pada tanggal 10 Dzulhijjah, jemaah melaksanakan lontar jumrah aqabah di Mina, dengan melempar tujuh batu kerikil ke arah tiang jamrah. Sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan, meneladani kisah Nabi Ibrahim AS saat menghadapi ujian keimanan.Tahalul Awal
Setelah lontar jamrah, jemaah melakukan tahalul awal dengan mencukur atau memotong sebagian rambut. Tahapan ini menandai sebagian larangan ihram telah gugur, kecuali larangan berhubungan suami istri dan akad nikah.Tawaf Ifadhah
Tawaf ifadhah adalah rukun haji yang wajib dilakukan di Masjidil Haram dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Tawaf ini menandai masuknya jemaah ke fase akhir dalam prosesi haji.Sai antara Shafa dan Marwah
Sai dilakukan setelah tawaf ifadhah, dengan berjalan cepat bolak-balik sebanyak tujuh kali antara bukit Shafa dan Marwah. Sai merupakan bentuk penghormatan kepada perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk Nabi Ismail AS.Tahalul Kedua
Setelah sai, jemaah melakukan tahalul kedua yang menandakan seluruh larangan ihram telah berakhir. Pada tahap ini, jemaah telah menyelesaikan rangkaian rukun haji utama.Mabit di Mina
Jemaah kembali bermalam di Mina selama hari-hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah) dan melanjutkan lontar tiga jamrah: ula, wusta, dan aqabah, masing-masing dengan tujuh batu kerikil setiap hari.Tawaf Wada
Tawaf wada atau tawaf perpisahan dilakukan sebelum jemaah meninggalkan Makkah. Ini merupakan bentuk penghormatan terakhir kepada Baitullah sebelum kembali ke tanah air.




