Khutbah Jumat: Sikap Menghadapi Tahun Baru Islam
Alhamdulillah, puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat kesehatan, kesempatan untuk hadir di hari yang mulia ini, serta kesempatan untuk beribadah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan semua yang mengikuti ajarannya hingga hari kiamat.
Hadirin jama’ah jum’at yang dimuliakan Allah SWT. Hari ini, kita menyambut bulan Muharram 1435 Hijriyah, yang menjadi awal dari tahun baru Islam. Dengan datangnya bulan ini, kita diberi kesempatan untuk melakukan muhasabatun nafsi (introspeksi diri) secara menyeluruh. Muhasabatun nafsi adalah langkah penting dalam memperbaiki kehidupan kita, baik dalam hal agama, dunia, maupun akhirat.
Pelajaran dari Muhasabatun Nafsi
Muhasabatun nafsi adalah kunci utama dalam menjalani kehidupan. Dengan introspeksi diri, kita dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan masa lalu, serta merencanakan perbaikan untuk masa depan. Dengan demikian, hidup kita akan berkembang menuju arah yang benar dan lurus. Selain itu, muhasabatun nafsi juga membantu kita mengenali hakikat diri, amal yang telah dilakukan, serta bekal untuk perjalanan akhirat yang panjang dan pasti.
Khalifah Umar ra. pernah berkata:
– “Hisablah diri kamu sebelum kamu dihisab oleh Allah SWT.”
– “Timbang-timbang amal kamu sebelum amal kamu ditimbang oleh Allah SWT.”
Dengan kata lain, kita harus selalu memperhitungkan segala tindakan dan amal kita, karena suatu saat nanti, semua akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Tiga Perkara yang Perlu Dihisab
Ada tiga hal utama yang perlu kita hisab dalam kehidupan ini:
Masalah Dien (Agama)
Kita harus memastikan bahwa kita memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan benar. Hal ini mencakup Iman, Ibadah, Akhlak, Mu’amalah, Keluarga, dan Syari’ah. Kita juga harus terus belajar dan memperdalam ilmu agama agar bisa mengamalkannya secara tepat.Masalah Dunia
Ada tiga hal yang perlu kita perhatikan dalam kehidupan dunia:- Bagaimana kita menyikapi kehidupan dunia ini? Apakah kita mencintainya sebagai tujuan hidup atau hanya sebagai sarana?
- Dari mana sumber harta kita? Pastikan harta tersebut berasal dari sumber yang halal.
Bagaimana kita menggunakan harta? Gunakan harta untuk kepentingan akhirat, bukan hanya untuk kesenangan duniawi.
Masalah Akhirat
Hidup kita harus berorientasi pada akhirat. Kita harus ikhlas dalam setiap amal ibadah dan berusaha melakukan amal shaleh sebanyak mungkin. Akhirat adalah tempat tinggal abadi, sedangkan dunia hanya sementara.
Ayat Al-Qur’an yang Menjadi Petunjuk
Allah SWT berfirman:
“Setiap jiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya kalian akan diberi balasan pahala kalian pada hari kiamat. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke surga, maka ia sungguh berhasil. Dan kehidupan dunia ini hanyalah kenikmatan yang menipu.” (Ali Imran: 185)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia tidak akan abadi, sedangkan akhirat adalah tempat yang kekal. Oleh karena itu, mari kita bersyukur atas nikmat umur yang telah diberikan oleh Allah, dan gunakan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas kehidupan kita dalam hal agama, dunia, dan akhirat.
Penutup
Semoga Allah SWT membantu kita dalam menjalani tahun 1435 Hijriyah dengan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Semoga kita senantiasa istiqamah dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Amin ya Robbal alamin.







