Profil Hendrikus Rahayaan, Atlet Bela Diri yang Kini Terlibat dalam Pembunuhan
Hendrikus Rahayaan adalah sosok yang dulu dikenal sebagai atlet bela diri berprestasi. Ia memiliki rekam jejak yang cemerlang di bidang olahraga, terutama dalam seni bela diri seperti MMA dan Muaythai. Namun kini, ia justru menjadi salah satu pelaku penusukan terhadap Nus Kei, seorang tokoh yang juga dikenal sebagai bagian dari kelompok tertentu di Maluku Tenggara.
Hendrikus Rahayaan ditangkap bersama Finansius Ulukyanan alias Finis atas kasus pembunuhan Nus Kei di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitibun, Maluku Tenggara, pada Minggu (19/4/2026). Nus Kei tewas setelah menerima empat luka tusukan saat sedang berada di bandara. Pria yang dijuluki “Kei Bad Boy” ini sempat disambut hangat oleh keluarga ketika tiba dari Ambon menggunakan pesawat Lion Air JT880. Saat sedang berbincang, ia tiba-tiba ditusuk oleh seorang pria berjaket merah dan masker.
Kakak korban, Antonius Rumatora, mencoba melakukan perlawanan dengan membanting pelaku. Namun, pelaku berhasil melawan dan melarikan diri. Setelah mendapat perawatan medis, Nus Kei dinyatakan meninggal dunia pada 11.44 WIT.
Motif pembunuhan tersebut diduga berkaitan dengan dendam antar kelompok. Menurut Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi, kedua pelaku meyakini bahwa Nus Kei merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu. Bentrokan antar kelompok terjadi pada 29 Oktober 2023 silam, di mana satu orang anggota kelompok Nus Kei tewas tertembak. Tembakan diduga berasal dari kelompok John Kei.
Hendrikus Rahayaan disebut-sebut sebagai keponakan John Kei, sementara Nus Kei pernah mengklaim sebagai paman John Kei, meskipun tidak diakui. Meski demikian, kini Hendrikus justru menjadi pelaku penusukan yang menyebabkan kematian Nus Kei.
Riwayat Karier Olahraga Hendrikus Rahayaan
Hendrikus Rahayaan lahir di Watran, Kota Tual, pada 6 Desember 1997. Ia dibesarkan di Desa Hollat, Kei Besar, dan merupakan bungsu dari sembilan bersaudara. Di usia muda, ia sudah menunjukkan bakat dalam olahraga bela diri. Ia pernah mengemban ilmu hukum di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang. Lewat akun Instagramnya, Hendra – sapaan karibnya – sering kali memposting kegiatan ketika berada di Semarang.
Di atas ring, Hendrikus dikenal garang dan memiliki prestasi yang mentereng. Ia menjuarai Kejuaraan Muaythai Open Se-Jawa kelas Senior Elite 63,5 kg pada April 2025 di Semarang. Selain itu, ia bergabung dengan sasana 3H Gym di Maluku. Prestasi yang pernah diraih antara lain emas Wushu di Pekan Olahraga Provinsi Maluku, dua emas di ajang One Pride MMA, emas Pra-PON, hingga perunggu di PON.
Namun sayangnya, kini semua prestasi di bidang olahraga bela diri jarak dekat itu justru membuat Hendrikus menjadi pelaku penusukan Nus Kei menggunakan senjata tajam.







