Cerita Detik-Detik Istri Mat Ular Mendapat Kabar Suaminya Jadi Korban Penikaman
Istri dari Muhammad Chalim alias Mat Ular mengungkapkan pengalamannya saat menerima kabar suaminya menjadi korban penikaman. Menurutnya, firasatnya sudah tidak enak sejak menerima telepon dari salah satu teman suaminya yang merupakan anggota polisi. Saat itu, mereka masih berada di rumah dan sang suami tengah bersiap pergi ke rumah duka yang kemudian menjadi lokasi penikaman.
Biasanya, istri Mat Ular selalu ikut bersama sang suami. Namun pada hari itu, ia memilih tinggal di rumah karena sedang kurang enak badan. “Saya bilang dia saja yang pergi, saya lagi kurang enak badan. Waktu itu dia pergi dengan dua temannya ke lokasi,” ujarnya saat diwawancarai di ruang inap RSUP Prof Kandou Malalayang, Kota Manado, Kamis (7/5/2026) siang.
Beberapa saat kemudian, salah satu kerabat sudah pulang ke rumah. “Saya tanya, mana dia (suami). Katanya masih di acara duka, belum mau pulang,” katanya. Tak lama berselang, telepon dari teman suaminya yang anggota polisi masuk. Perasaannya langsung berubah tidak enak.
Kata dia, jika kerabat tersebut menelponnya, pasti ada sesuatu yang terjadi pada sang suami. “Saat diangkat, dia bilang sekarang ke rumah sakit, suami saya dilarikan ke sana,” ujarnya. Ia langsung mengetahui telah terjadi sesuatu terhadap suaminya.
Korban saat itu dilarikan ke RS Robert Wolter Monginsidi Teling. Saat tiba di rumah sakit, ia mengaku syok melihat kondisi suaminya yang sudah bersimbah darah. “Darah sampai di lantai rumah sakit,” katanya. Korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sekitar empat jam kemudian, korban baru mulai sadar.
Setelah mendapat penanganan awal, korban kemudian dirujuk ke RSUP Prof Kandou Malalayang untuk menjalani perawatan lanjutan. Ia bersyukur sang suami masih diberi keselamatan dalam insiden tersebut. Menurutnya, sang suami saat ini bekerja sebagai pekerja tambang di Tatelu dan dikenal sebagai sosok yang penuh tanggung jawab terhadap keluarga.
Kondisi Mat Ular
Korban penikaman di Lorong Anoa, Teling Bawah, Kota Manado, Sulawesi Utara Muhammad Chalim alias Mat Ular, masih menjalani perawatan intensif di RSUP Prof Kandou Malalayang, Kamis (7/5/2026). Tim Infomalangraya.com berkunjung kesana sekitar pukul 13.30 WITA.
Di lokasi ruang inap, Mat Ular tampak terbaring di ranjang pasien. Di tangannya terpasang infus. Ia juga mengenakan masker oksigen yang menutupi mulut serta hidung. Sejumlah luka tusuk di tubuh korban sudah dibalut perban. Pada bagian luka sebelah rusuk kanan terpasang sebuah selang. Meski terlihat lemah, korban masih dalam kondisi sadar. Ia bisa berkomunikasi dengan lancar, meski tidak banyak berbicara.
Sang istri tampak setia menemani di ruangan perawatan ditemani sang kakak korban. Ada dua kerabat yang datang membesuk di ruangan tersebut. “Tadi ada lagi yang datang besuk. Dari pagi sampai sekarang baru selesai,” ujar korban kepada Infomalangraya.com. Istri korban mengatakan kondisi suaminya mulai membaik dan sudah bisa berkomunikasi dengan baik.
Menurutnya, terdapat enam luka tusuk di tubuh korban. “Sudah enam pak, empat di bagian belakang, dua di bagian depan,” katanya sambil menunjukkan bagian luka. Ia menjelaskan, korban tidak menjalani operasi, namun mendapat tindakan medis pada luka di bagian rusuk kanan untuk mengeluarkan angin yang berdampak pada paru-paru.
Kronologis Penikaman Mat Ular
Muhammad Chalim alias Mat Ular sedang melayat di rumah duka sahabatnya yang telah berpulang, Maikel Lantu alias Patto Anoa, Selasa (6/5/2026) malam. Rumah duka berada di Lorong Anoa, Teling, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara. Berjarak kurang lebih 2 kilometer dari Polresta Manado.
Patto Anoa meninggal Sabtu (2/5/2026) lalu. Semasa hidupnya, Patto Anoa juga dikenal sebagai mantan tokoh yang disegani di Manado. Awalnya para pelayat bercengkerama santai. Sebagian bercerita mengenang masa-masa bersama almarhum. Namun sebagian pelayat lain mengonsumsi minuman beralkohol.
Menurut Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto, suasana yang awalnya berlangsung biasa berubah panas setelah terjadi adu mulut beberapa pelayat yang mengonsumsi miras. Perselisihan itu kemudian membesar karena para pihak berada dalam pengaruh alkohol hingga berujung perkelahian. Dalam keributan itu, Mat Ular menjadi korban penikaman dan mengalami luka serius akibat senjata tajam.
Korban langsung dilarikan ke RSUP Prof dr RD Kandou Manado yang berjarak kurang lebih 7 kilometer dari lokasi penikaman. Hingga Rabu (6/5/2026) malam, korban yang tinggal di Kelurahan Dendengan Luar, Kecamatan Paal Dua, Manado, masih menjalani perawatan. Polisi yang menerima laporan segera melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku. Hasilnya, malam itu juga empat orang berhasil di beberapa lokasi berbeda di Kota Manado.
Ancaman Hukuman
Para tersangka terancam dijerat pasal penganiayaan berat yakni Pasal 354 KUHP hingga penganiayaan berat berencana Pasal 355 KUHP:
Pasal 354 KUHP
Ayat 1: “Barangsiapa sengaja melukai berat orang lain, diancam karena melakukan penganiayaan berat dengan pidana penjara paling lama 8 tahun”
Ayat 2: Jika perbuatan tersebut mengakibatkan kematian, pelaku diancam dengan pidana penjara paling lama 10 tahun.Pasal 355 KUHP (Penganiayaan Berat Berencana)
Ayat 1: Penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.
Ayat 2: Jika perbuatan tersebut mengakibatkan kematian, pelaku diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.
Belum Ada Tersangka Baru
Empat pelaku penikaman terhadap Muhammad Chalim alias Mat Ular di Lorong Anoa, Teling Bawah, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), berhasil ditangkap jajaran Polres Manado. Para pelaku diamankan pada Rabu (6/5/2026), satu hari setelah kejadian berlangsung. Saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Satreskrim Polres Manado.
Kasatreskrim Polres Manado, AKP Elwin Kristanto, mengatakan hingga kini belum ada tambahan pelaku yang diamankan dalam kasus tersebut. “Untuk saat ini belum ada tambahan lagi,” ujar Elwin saat dikonfirmasi Infomalangraya.commelalui WhatsApp, Kamis (7/5/2026). Ia mengatakan, proses pemeriksaan terhadap para pelaku masih terus berlangsung.
Sosok Mat Ular
Berdasarkan keterangan seorang tetangga, Adi Maringka (41), kini ia sudah sadarkan diri. Adi sendiri mengenal Mat Ular sebagai pribadi yang baik dan aktif bersosialisasi di lingkungan tempat tinggalnya di Lingkungan 2 Kelurahan Dendengan Luar, Kecamatan Wanea, Kota Manado. Ia tak segan membantu warga yang kesulitan.
“Kalau di kompleks lorong sini, dia baik, suka tolong orang,” ujar Adi. Selain itu, Mat Ular memang gemar bersosialisasi di tempat lain. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya kenalan yang tersebar. “Buktinya orang-orang tua di sana (Lorong Anoa) banyak yang kenal dia,” ungkapnya.







