Diabetes: Bukan Hanya Kadar Gula Darah, Tapi Juga Pintu Masuk Penyakit Serius
Diabetes tidak hanya sekadar penyakit yang berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi. Penyakit ini juga menjadi pintu masuk bagi berbagai komplikasi serius yang dapat mengancam kesehatan dan kehidupan seseorang. Sayangnya, banyak orang belum menyadari bahwa jika diabetes tidak terkontrol dengan baik, dampaknya bisa menyebar ke berbagai organ tubuh dan memicu gangguan kesehatan yang sangat berbahaya.
Di Indonesia, jumlah penderita diabetes semakin meningkat setiap tahunnya. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu tantangan besar dalam bidang kesehatan. Tidak hanya berdampak pada kualitas hidup para pasien, kondisi ini juga meningkatkan risiko munculnya penyakit lain seperti hipertensi, gangguan jantung, hingga kerusakan organ vital. Jika tidak segera ditangani, komplikasi seperti gagal ginjal, gangguan penglihatan, hingga penyakit kardiovaskular bisa terjadi dan membutuhkan penanganan jangka panjang.
Biaya Penanganan Gagal Ginjal Meningkat Drastis
Menurut Direktur P2PTM Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, diabetes tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga memberi tekanan besar pada sistem kesehatan nasional. Penyakit ini menjadi pintu masuk berbagai komplikasi serius, mulai dari hipertensi, penyakit jantung, hingga gagal ginjal dan katarak jika tidak ditangani dengan baik.
Ia menyampaikan hal ini dalam diskusi media bersama Kemenkes, PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia), dan PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) pada Jumat (17/4/2026) di Jakarta. Menurutnya, peningkatan kasus diabetes berjalan seiring dengan melonjaknya beban pembiayaan kesehatan. Data BPJS menunjukkan adanya kenaikan kasus diabetes hingga 40 persen, sementara biaya penanganan gagal ginjal bahkan meningkat drastis hingga 476 persen. Hal ini menunjukkan bahwa dampak diabetes tidak hanya bersifat medis, tetapi juga ekonomi.
“Penanganan diabetes membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dari hulu ke hilir. Mulai dari faktor risikonya, deteksi dini dan pengobatan,” ujar dr. Nadia.
Karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan upaya promotif dan preventif, serta kolaborasi lintas sektor agar penanganan diabetes bisa lebih efektif dan berkelanjutan.
Diabetes Mulai Menyerang Usia Produktif
Lebih lanjut, dr. Nadia memaparkan bahwa peningkatan kasus diabetes kini tidak lagi didominasi oleh kelompok usia lanjut. Secara perlahan, penyakit ini mulai banyak ditemukan pada usia produktif bahkan anak-anak. Perubahan gaya hidup menjadi faktor utama, mulai dari kurangnya aktivitas fisik hingga pola makan tidak seimbang yang tinggi gula dan kalori.
Kondisi ini membuat risiko komplikasi muncul lebih cepat jika tidak dikendalikan sejak dini. Karena itu, edukasi masyarakat menjadi langkah penting agar lebih sadar terhadap faktor risiko dan mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan pentingnya deteksi dini, mengingat masih banyak kasus diabetes yang belum terdiagnosis.
“Deteksi dini merupakan langkah penting dalam pengendalian diabetes. Masyarakat perlu lebih proaktif dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujarnya.
Dengan diagnosis yang lebih cepat, risiko komplikasi dapat ditekan secara signifikan.
Pentingnya Pengelolaan Jangka Panjang
Ketua Umum PB PERKENI, Prof. Dr. dr. Em Yunir, SpPD, K-EMD, FINASIM., menekankan bahwa diabetes adalah penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang, bukan sekadar mengontrol gula darah sesaat. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap penyakit ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengendalian.
“Diabetes bukan hanya tentang kadar gula darah, tetapi juga berkaitan dengan risiko komplikasi jangka panjang. Oleh karena itu, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa perubahan gaya hidup, seperti menjaga pola makan dan rutin beraktivitas fisik, menjadi bagian penting dalam terapi diabetes.
Selain itu, kepatuhan terhadap pengobatan dan edukasi yang berkelanjutan juga sangat menentukan keberhasilan pengelolaan penyakit ini. Dengan pemahaman yang baik dan pengelolaan yang tepat, pasien diabetes tetap dapat menjalani hidup yang produktif sekaligus menekan risiko komplikasi di masa depan.
Diabetes bukan hanya penyakit yang berdiri sendiri, tetapi dapat memicu berbagai komplikasi serius jika tidak dikendalikan dengan baik. Karena itu, kombinasi antara deteksi dini, perubahan gaya hidup, serta pengelolaan yang tepat menjadi kunci untuk memutus efek domino penyakit ini.







