Kebakaran Rumah di Surabaya Menewaskan Nenek dan Cucu
Kebakaran hebat terjadi di sebuah rumah di Jalan Banyu Urip Kidul Gang Molin RT 08/RW 04, Banyu Urip, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (25/5/2026) malam. Peristiwa tragis ini menewaskan seorang nenek dan cucunya yang terjebak dalam kobaran api.
Latar Belakang Kebakaran
Menurut laporan awal, kebakaran diduga berasal dari baterai motor listrik yang sedang diisi daya. Pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 21.30 WIB. Sebanyak 14 unit pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi.
Saat petugas tiba, kondisi api sudah membesar dan melalap sebagian besar bangunan. Rumah tersebut terdiri dari dua bangunan dalam satu lahan. Lantai satu digunakan untuk usaha perbaikan motor listrik, sementara bangunan dua lantai bagian bawah digunakan sebagai toko sembako dan bagian atas sebagai kos-kosan.
Korban Jiwa dan Luka-Luka
Dari enam penghuni yang berada di dalam rumah saat kebakaran terjadi, dua orang dinyatakan meninggal dunia. Satu korban adalah nenek, dan satunya lagi adalah cucunya. Empat orang lainnya mengalami luka-luka dan telah ditangani oleh tim PMI.
Korban meninggal kemudian dievakuasi ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk proses lebih lanjut. Nenek ditemukan di lantai satu bangunan, sedangkan cucunya berada di lantai dua. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sang cucu diduga sempat berusaha menyelamatkan neneknya yang sudah lanjut usia.
Cerita Pilu di Balik Tragedi
Menurut warga setempat, Azzam, sang cucu, memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri sendiri. Namun, ia memilih membantu neneknya terlebih dahulu. Azzam disebut membawa neneknya menuju kamar mandi untuk berlindung dari kobaran api. Sayangnya, api yang cepat membesar membuat keduanya terjebak di dalam rumah.
Dua penghuni kos di lantai dua berhasil selamat dengan cara melompat dari bagian belakang rumah. Mereka mengalami luka akibat insiden tersebut.
Tanggapan dari Petugas dan Warga
Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini, menjelaskan bahwa dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari korsleting atau ledakan baterai motor listrik yang sedang dicas. Ia juga menambahkan bahwa baterai lithium dapat menyebabkan ledakan dan api yang cepat membesar.
Sementara itu, Ketua RT 08/RW 04, Dian Bagus Ristitanto, mengatakan bahwa warga menduga sumber api berasal dari aki atau baterai sepeda listrik yang sedang diuji coba pengisian daya. Menurut informasi yang diterimanya, Azzam sempat membawa neneknya ke kamar mandi, tetapi akhirnya mereka tetap terjebak karena api sudah besar.
Kehadiran Tetangga dan Sosok Korban
Tetangga korban, Dwi Prastyo, mengaku mengenal Azzam sebagai anak yang baik dan mudah bergaul. Ia juga membenarkan bahwa orang tua korban memiliki usaha servis sepeda listrik di rumah tersebut. Saat warga mengetahui kebakaran, kondisi api sudah sangat besar sehingga sulit dilakukan pertolongan.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan petugas terkait. Dugaan sementara mengarah pada ledakan baterai lithium motor listrik yang sedang diisi daya hingga memicu kebakaran besar.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Kisah pengorbanan sang cucu yang berusaha menyelamatkan neneknya menjadi cerita haru di balik tragedi kebakaran tersebut.






