Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Soal Ujian Akidah Akhlak Kelas 11 Semester 2 Beserta Kunci Jawaban

    7 Mei 2026

    7 cara mengatasi kelelahan di trimester ketiga, nikmati perawatan diri

    7 Mei 2026

    7 tempat makan keluarga di Bogor, nyaman untuk bersantap bersama

    7 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 7 Mei 2026
    Trending
    • Soal Ujian Akidah Akhlak Kelas 11 Semester 2 Beserta Kunci Jawaban
    • 7 cara mengatasi kelelahan di trimester ketiga, nikmati perawatan diri
    • 7 tempat makan keluarga di Bogor, nyaman untuk bersantap bersama
    • Begini cara keren FISIP UI dengan FPIPS UPI untuk perkuat kapasitas guru sosiologi SMA dan MA di Bandung
    • Striker Roma Diburu United, Giallorossi Segera Datangkan Donyell Malen
    • 9 Rekomendasi Nasi Jinggo Lezat di Bali, Kuliner Khas Murah dengan Rasa Menggugah Selera
    • 5 Zodiak dengan Ramalan Bintang Terbaik 4 Mei 2026: Rezeki Taurus Mengalir Deras
    • Trump tawarkan perlindungan kapal di Selat Hormuz
    • 10 Tanda Kepribadian Unik yang Menolak Teknologi AI dan ChatGPT
    • Live Trans7 Balapan Moto3 MotoGP Prancis 2026 Minggu
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hiburan»Memutus Rantai Pemasaran, Spartavbud Jadi Jembatan Digital bagi Seniman Semarang

    Memutus Rantai Pemasaran, Spartavbud Jadi Jembatan Digital bagi Seniman Semarang

    adm_imradm_imr15 April 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kekuatan Produksi Seni di Semarang yang Masih Terkendala Pemasaran Digital

    Pelaku seni dan budaya di Kota Semarang memiliki kekuatan yang signifikan dalam produksi karya dan jejaring sosial. Namun, mereka masih menghadapi tantangan ketika berhadapan dengan sistem pemasaran berbasis marketplace digital. Hal ini menjadi topik utama dalam FGD bertajuk “Diskursus Problem Solving dan Pendalaman Digitalisasi Platform Promosi Pelaku Kebudayaan di Kota Semarang” yang diinisiasi oleh Yayasan Dewi Sartika di IBC Center, Kota Semarang, pada Jumat (10/4/2026).

    Praktisi budaya, Achyar M Permana, menyampaikan bahwa perkembangan produk kebudayaan di Semarang dalam 30 tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan. Namun, peningkatan tersebut tidak diimbangi dengan kemampuan pemasaran, terutama dalam memanfaatkan marketplace digital.

    “Produksi karya seni dan budaya itu kuat, tapi ketika berurusan dengan pemasaran atau marketplace, para seniman masih lemah. Padahal ekosistem pelaku seni di Semarang sangat solid dan relasi sosialnya juga kuat,” ujarnya.

    Menurut Achyar, selama ini para pelaku seni lebih banyak mengandalkan event sebagai media distribusi dan promosi karya. Model tersebut dinilai tidak berkelanjutan karena bersifat temporer dan terbatas pada ruang tertentu.

    “Banyak yang bergantung pada event kontemporer. Ketika harus masuk ke teknologi modern, mereka belum cukup cakap. Ini yang membuat mereka kalah ketika berhadapan dengan sistem marketplace digital,” katanya.

    Ia menilai, platform marketplace umum belum mampu mengakomodasi karakter produk budaya yang memiliki nilai, narasi, dan konteks sosial yang kuat. Produk budaya kerap diposisikan setara dengan produk komersial massal, sehingga sulit bersaing dari sisi visibilitas maupun daya tarik pasar.

    Inisiatif SPARTAVBUD untuk Memperkuat Ekosistem Budaya

    Untuk menjawab persoalan tersebut, Yayasan Dewi Sartika mendorong pengembangan platform digital bertajuk SPARTAVBUD (Smart Platform for Art and Cultural Digital Marketing) sebagai wadah khusus bagi pelaku seni dan budaya.

    Ketua Panitia FGD, Yanuar Aris Budiarto, menjelaskan bahwa gagasan Spartavbud muncul dari kebutuhan untuk memperkuat ekosistem pemasaran budaya di Kota Semarang yang selama ini belum terintegrasi secara digital.

    “Semarang dikenal sebagai salah satu simpul kebudayaan di Jawa Tengah dengan beragam ekspresi seni, mulai dari Batik Asem Semarang, Wayang Orang Ngesti Pandawa, hingga tradisi lisan seperti Macapat Semarangan. Namun potensi itu belum sepenuhnya terkonversi menjadi kekuatan ekonomi maupun jangkauan digital,” jelasnya.

    Spartavbud dirancang tidak hanya sebagai marketplace, tetapi juga sebagai platform yang mampu menghadirkan narasi, kurasi, serta edukasi bagi pelaku seni agar dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

    Peran Kurator dan Pengembangan Berkelanjutan

    Dalam FGD tersebut turut hadir sejumlah narasumber, antara lain seniman Salafi Handoyo, praktisi e-commerce Tubagus Ismail, serta pengamat budaya Junaidi Abdul Munif.

    Salafi Handoyo menilai keberadaan platform digital khusus budaya merupakan langkah strategis untuk menjembatani kelemahan seniman dalam aspek pemasaran. Namun, ia menekankan pentingnya proses kurasi dalam platform tersebut.

    “Seleksi karya harus melibatkan kurator ahli agar keaslian nilai budaya tetap terjaga dan tidak terjadi penyelewengan,” ujarnya.

    Sementara itu, Junaidi Abdul Munif menyebut pengembangan Spartavbud sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menekankan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan. Ia juga menilai platform tersebut dapat mendukung agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

    “Kami berharap Spartavbud tidak hanya menjadi proyek digital, tetapi bisa menjadi model pengembangan budaya berbasis teknologi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

    Melalui inisiatif ini, digitalisasi diharapkan tidak lagi menjadi hambatan bagi pelaku seni, melainkan menjadi sarana untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    5 Zodiak dengan Ramalan Bintang Terbaik 4 Mei 2026: Rezeki Taurus Mengalir Deras

    By adm_imr7 Mei 20261 Views

    25 Jalan Terkena Aturan Ganjil Genap Jakarta, Senin 4 Mei 2026

    By adm_imr7 Mei 20261 Views

    Soal Ujian Seni Budaya Kelas 11 Semester 2 + Kunci Jawaban

    By adm_imr7 Mei 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Soal Ujian Akidah Akhlak Kelas 11 Semester 2 Beserta Kunci Jawaban

    7 Mei 2026

    7 cara mengatasi kelelahan di trimester ketiga, nikmati perawatan diri

    7 Mei 2026

    7 tempat makan keluarga di Bogor, nyaman untuk bersantap bersama

    7 Mei 2026

    Begini cara keren FISIP UI dengan FPIPS UPI untuk perkuat kapasitas guru sosiologi SMA dan MA di Bandung

    7 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?