Daftar Pasal dalam KUHP Baru yang Bisa Menjerat Tetangga Nakal
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 atau yang dikenal sebagai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru resmi berlaku sejak 2 Januari 2026. KUHP ini mencakup berbagai pasal yang bisa menjerat individu yang melakukan tindakan tidak sopan atau mengganggu kehidupan bertetangga. Tindak pidana dalam pelanggaran kehidupan bertetangga bukan delik aduan, artinya aparat penegak hukum wajib menindaknya meskipun tidak dilaporkan oleh korban.
Berikut beberapa pasal KUHP baru yang bisa menjerat tetangga nakal:
1. Memasuki Rumah atau Pekarangan Orang Lain
Perilaku tetangga yang memaksa masuk ke rumah atau pekarangan orang lain dapat terkena sanksi pidana. Pasal 257 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum memaksa masuk ke dalam rumah, ruangan tertutup, atau pekarangan tertutup yang dipergunakan oleh orang lain bisa diancam dengan pidana penjara maksimal satu tahun atau denda kategori II (Rp 10 juta). Jika ada ancaman atau sarana yang menakutkan, hukumannya bisa meningkat menjadi dua tahun penjara atau denda kategori III (Rp 50 juta).
2. Menyebarkan Berita Bohong atau Hoaks
Pasal 263 ayat (1) menjelaskan bahwa setiap orang yang menyebarluaskan berita bohong yang menyebabkan kerusuhan dalam masyarakat bisa diancam dengan pidana penjara maksimal enam tahun atau denda kategori V (Rp 500 juta). Jika berita tersebut patut diduga bohong dan berpotensi menyebabkan kerusuhan, hukumannya bisa menjadi empat tahun penjara atau denda kategori IV (Rp 200 juta).
3. Setel Musik Berisik pada Malam Hari
Menyetel musik berisik pada malam hari dapat dianggap sebagai tindak pidana. Sesuai Pasal 265, tindakan ini bisa dikenakan denda maksimal Rp 10 juta (kategori II). Pasal ini juga melarang membuat hingar-bingar atau seruan palsu bahaya di lingkungan sekitar.
4. Mengadakan Pesta di Tempat Umum Tanpa Izin
Mengadakan pesta atau keramaian di tempat umum tanpa izin bisa dikenai denda maksimal Rp 10 juta (kategori II) sesuai Pasal 274 ayat (1). Jika tindakan ini menyebabkan keonaran atau huru-hara dalam masyarakat, hukumannya bisa berupa penjara maksimal enam bulan atau denda kategori II.
5. Melintasi Tanah Orang Lain Tanpa Hak
Pasal 277 KUHP baru mengatur tentang tindak pidana melintasi tanah orang lain tanpa hak. Sanksi yang diberikan adalah denda maksimal kategori II (Rp 10 juta). Hal ini mencakup perbuatan berjalan atau berkendara di atas tanah milik orang lain yang sudah dilarang.
6. Menguntit
Tindakan menguntit orang lain bisa dijerat dengan denda maksimal Rp 10 juta (kategori II) sesuai Pasal 317. Pasal ini melarang merintangi kebebasan bergerak orang lain di jalan umum atau mengikuti orang lain secara mengganggu.
7. Mengganggu Ibadah
Pasal 303 KUHP baru mengatur tindakan yang mengganggu ibadah. Dalam ayat (3), pelaku bisa diancam dengan pidana penjara maksimal lima tahun atau denda kategori IV (Rp 200 juta). Pasal ini juga mencakup penghinaan terhadap orang yang sedang menjalankan ibadah, yang bisa diancam dengan pidana penjara maksimal satu tahun atau denda kategori III (Rp 50 juta).
8. Mengganggu Keselamatan di Jalan Umum
Pasal 339 KUHP baru menjerat pihak yang mengganggu keselamatan di jalan umum. Sanksi yang diberikan adalah denda maksimal Rp 10 juta (kategori II). Pasal ini mencakup berbagai tindakan seperti tidak memberi tanda peringatan, melempar barang ke jalan umum, atau menghalang-halangi lalu lintas.






