Perubahan besar dalam aturan sepak bola akan segera diterapkan mulai musim 2026/2027. Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) telah mengumumkan sejumlah perubahan yang akan berlaku di Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada bulan Juni hingga Juli mendatang. IFAB adalah badan independen yang memiliki otoritas penuh untuk menetapkan dan memperbarui aturan resmi sepak bola di seluruh dunia.
Pierluigi Collina, Kepala Petugas Perwasitan FIFA, menyatakan bahwa perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pemain dan penggemar, mengurangi pemborosan waktu, serta mengatasi masalah diskriminasi. Berikut beberapa perubahan penting yang akan diberlakukan:
Pemain Dilarang Menutup Mulut
Pemain yang menutupi mulutnya dengan tangan, lengan, atau bajunya dalam situasi konfrontasi akan menerima kartu merah. Aturan ini diperkenalkan setelah insiden Gianluca Prestianni dari Benfica yang diduga melontarkan hinaan diskriminatif kepada Vinicius Jr dengan mulut tertutup. Meskipun demikian, pemain yang menutup mulut saat berbincang ramah dengan rekan satu tim lawan tidak akan dihukum.
Pemain Dilarang Tinggalkan Lapangan
Pemain yang meninggalkan lapangan untuk memprotes keputusan wasit akan dikenai kartu merah. Aturan ini juga berlaku bagi pejabat tim yang menghasut pemain untuk melakukan protes. Jika pertandingan dihentikan karena tindakan ini, tim yang bersangkutan akan dinyatakan kalah.
Hitungan Mundur Lemparan ke Dalam dan Tendangan Gawang
Wasit akan memulai hitungan mundur visual lima detik dengan mengangkat tangan. Jika bola tidak dalam permainan pada akhir hitungan, lemparan ke dalam diberikan kepada lawan. Jika tendangan gawang tidak dilakukan hingga akhir hitungan, tendangan sudut akan diberikan kepada lawan.
Protokol Pergantian Pemain
Para pemain memiliki waktu 10 detik untuk meninggalkan lapangan ketika papan pergantian pemain telah ditampilkan. Pemain harus meninggalkan lapangan di titik terdekat pada garis batas. Jika pemain yang diganti tidak meninggalkan lapangan dalam waktu 10 detik, pemain pengganti hanya dapat masuk pada penghentian pertama setelah satu menit berlalu sejak dimulainya kembali pertandingan.
Perawatan di Luar Lapangan
Pemain lapangan harus meninggalkan lapangan selama satu menit setelah dimulainya kembali pertandingan jika staf medis memasuki lapangan untuk merawat mereka. Ada pengecualian dalam kasus cedera penjaga gawang, benturan antara penjaga gawang dan pemain lapangan, atau cedera parah seperti cedera kepala dan gegar otak.
Video Assistant Referee (VAR)
VAR akan dapat melakukan intervensi untuk beberapa insiden, termasuk:
* Kartu merah yang dikeluarkan berdasarkan kartu kuning yang jelas-jelas salah.
* Kesalahan identitas: seorang pemain diberi kartu kuning atau merah karena pelanggaran yang dilakukan oleh pemain lain.
* Tendangan sudut yang diberikan secara tidak benar: VAR dapat turun tangan jika keputusan tersebut dapat dikoreksi segera tanpa menunda dimulainya kembali pertandingan.
* VAR kini dapat melakukan intervensi ketika pelanggaran terjadi sebelum permainan dimulai kembali.
Istirahat untuk Minum
Akan ada jeda minum selama tiga menit di setiap babak dalam setiap pertandingan. Jeda akan diambil sekitar pertengahan setiap babak (menit ke-22) dan wasit diberikan sedikit fleksibilitas terkait waktu istirahat.
Cedera Penjaga Gawang
Jika seorang penjaga gawang sedang menerima perawatan di lapangan, pemain dari kedua tim tidak diperbolehkan meninggalkan lapangan dan harus beristirahat sejenak bersama pelatih masing-masing.






