Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Selebgram Pukul WN Brunei Hingga Tewas dalam Cekcok

    29 Mei 2026

    Jangan Salah Niat, Simak Doa Kurban Idul Adha Sesuai Ajaran Nabi Muhammad

    29 Mei 2026

    Kuwu Ambulu Cirebon: Masalah Terbesar Warga Bukan Gatal, Tapi Kesehatan Mental yang Terus Teror

    29 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 29 Mei 2026
    Trending
    • Selebgram Pukul WN Brunei Hingga Tewas dalam Cekcok
    • Jangan Salah Niat, Simak Doa Kurban Idul Adha Sesuai Ajaran Nabi Muhammad
    • Kuwu Ambulu Cirebon: Masalah Terbesar Warga Bukan Gatal, Tapi Kesehatan Mental yang Terus Teror
    • Hentikan! Mencuci daging sebelum memasak justru berisiko
    • Soal dan Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP Halaman 104
    • Igor Tolic Jadi Pelatih, Striker ASEAN Semakin Dekat ke Persib
    • 5 Poin Kesepakatan AS-Iran dalam Pembicaraan Damai Minggu Lalu
    • LYT-600 50 MP, Sensor Mid-Range yang Populer di Smartphone, Keunggulannya
    • ICAR V23 resmi dirilis, SUV listrik mudah dimodifikasi
    • Seniman Banyumas Tolak Pembangunan KDMP di Taman Budaya: Ruang Seni Harus Dilindungi
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Santriwati Hamil Tanpa Hubungan: Perut Membesar Saat Magrib, Bayi Diadopsi

    Santriwati Hamil Tanpa Hubungan: Perut Membesar Saat Magrib, Bayi Diadopsi

    adm_imradm_imr29 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kehamilan Tanpa Hubungan Badan: Cerita Santriwati di Pekalongan

    Kisah kehamilan seorang santriwati asal Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berinisial F (22) kini menjadi perbincangan masyarakat. Menurut keluarga, F melahirkan bayi laki-laki tanpa pernah merasa melakukan hubungan badan dengan siapa pun. Peristiwa ini menimbulkan banyak pertanyaan dan spekulasi dari masyarakat.

    Keluarga F mengklaim bahwa perutnya hanya membesar pada waktu tertentu, terutama menjelang Magrib. Hal ini membuat mereka semakin yakin bahwa kehamilan tersebut tidak biasa. Kini, bayi yang lahir telah diadopsi oleh keluarga pengadopsi di Kabupaten Banjarnegara.

    Pengalaman Misterius

    Santriwati berinisial F diketahui melahirkan bayi laki-laki pada 13 Desember 2025. Kejadian ini menarik perhatian karena F menyatakan tidak pernah melakukan hubungan badan dengan siapa pun. Keluarga juga mengaitkan kehamilan tersebut dengan pengalaman mimpi yang dialami F.

    Ayah F, Slamet, mengungkapkan bahwa keluarganya menerima seluruh kejadian itu sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT. Meski banyak pihak meragukan penjelasan tersebut, keluarga memilih untuk tidak larut dalam polemik yang berkembang.

    “Kami sudah meyakini begitulah yang terjadi. Orang boleh tidak percaya, tapi kami menerima ini sebagai takdir Allah. Yang penting sekarang, anak kami bisa kembali tenang,” ujar Slamet.

    Perubahan Tubuh yang Unik

    F mulai menyadari adanya perubahan pada tubuhnya setelah tidak mengalami menstruasi sejak September 2025. Namun, selama masa kehamilan, kondisi fisik F disebut tidak menunjukkan perubahan yang lazim. Perutnya hanya tampak membesar pada waktu tertentu, terutama menjelang Magrib hingga Isya, sebelum kembali seperti semula.

    Slamet juga mengaku sempat berulang kali menanyakan kemungkinan adanya hubungan dengan laki-laki kepada putrinya. Namun, F tetap membantah pernah menjalin hubungan asmara maupun melakukan hubungan di luar nikah.

    Lingkungan yang Ketat

    F diketahui menjalani pendidikan di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Buaran sejak lulus Madrasah Tsanawiyah. Keluarga pun meyakini, lingkungan pondok menerapkan pengawasan yang ketat, sehingga mereka sulit menerima kemungkinan lain di balik kehamilan tersebut.

    Penyerahan Bayi untuk Diadopsi

    Di tengah tekanan sosial yang terus meningkat, keluarga akhirnya memutuskan menyerahkan bayi laki-laki yang dilahirkan F kepada keluarga pengadopsi di Kabupaten Banjarnegara melalui proses resmi. Langkah itu diambil demi memberikan masa depan yang lebih baik bagi sang bayi sekaligus melindungi kondisi mental F.

    “Bayinya sehat dan tampan. Tentu ada rasa berat saat harus melepasnya, tetapi kami berpikir ini yang terbaik. Kalau tetap di sini, anak saya mungkin akan terus menjadi bahan pembicaraan,” tutur Slamet.

    Kondisi Psikologis Santriwati

    Ia menambahkan, kondisi psikologis putrinya belakangan semakin menurun sejak kisah tersebut ramai diperbincangkan. Bahkan, keluarga kini membatasi akses F terhadap media sosial agar tidak terus terpapar komentar publik.

    “Awalnya dia yang menguatkan kami. Tapi sekarang, justru dia yang semakin tertekan. Kami hanya ingin masyarakat berhenti membahas ini,” katanya.

    Di tengah berbagai spekulasi yang terus berkembang, keluarga berharap masyarakat dapat menghormati privasi mereka dan menghentikan penyebaran isu yang dinilai telah menambah beban batin putrinya.

    “Kami hanya ingin hidup kembali tenang. Biarlah ini menjadi urusan kami dengan Tuhan,” pungkas Slamet.

    Penjelasan Dokter

    Sementara itu, dokter yang menangani persalinan F, dr. Imaamah Muqodassah, membenarkan pasien datang ke kliniknya dalam kondisi siap melahirkan pada 13 Desember 2025 malam. Menurutnya, bayi lahir dalam kondisi sehat dengan berat 2,9 kilogram dan menunjukkan kondisi fisik normal seperti bayi pada umumnya.

    “Secara medis, usia kandungan pasien sekitar 39 minggu. Ini merupakan persalinan pertama, tanpa riwayat keguguran sebelumnya,” jelas dr. Imaamah.

    Pihak klinik mengaku, baru mengetahui latar belakang kehamilan pasien setelah proses persalinan selesai, saat keluarga menyampaikan bahwa F belum menikah dan mengaku tidak pernah melakukan hubungan badan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kuwu Ambulu Cirebon: Masalah Terbesar Warga Bukan Gatal, Tapi Kesehatan Mental yang Terus Teror

    By adm_imr29 Mei 20261 Views

    7 cara menjaga ke segaran sawi hijau

    By adm_imr29 Mei 20262 Views

    Studi 20 Tahun: Rahasia Penuaan Sehat yang Sederhana Ini

    By adm_imr29 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Selebgram Pukul WN Brunei Hingga Tewas dalam Cekcok

    29 Mei 2026

    Jangan Salah Niat, Simak Doa Kurban Idul Adha Sesuai Ajaran Nabi Muhammad

    29 Mei 2026

    Kuwu Ambulu Cirebon: Masalah Terbesar Warga Bukan Gatal, Tapi Kesehatan Mental yang Terus Teror

    29 Mei 2026

    Hentikan! Mencuci daging sebelum memasak justru berisiko

    29 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?