Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Bocoran Striker Asing Persebaya: Dari Portugal, Dikontrak 2 Tahun, Bonek Senang

    19 Mei 2026

    SMA Negeri 1 Pontianak Tak Ikut, Final Ulang Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar Diumumkan Pekan Depan

    19 Mei 2026

    Arisan bodong artis dangdut Surabaya korbankan 84 orang, kerugian Rp 1,8 miliar

    19 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 19 Mei 2026
    Trending
    • Bocoran Striker Asing Persebaya: Dari Portugal, Dikontrak 2 Tahun, Bonek Senang
    • SMA Negeri 1 Pontianak Tak Ikut, Final Ulang Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar Diumumkan Pekan Depan
    • Arisan bodong artis dangdut Surabaya korbankan 84 orang, kerugian Rp 1,8 miliar
    • 5 Strategi Bisnis Mengalahkan Kompetitor Tanpa Merusak
    • Kekerasan Hukuman 18 Tahun, Pledoi Setelah Nadiem Sembuh, Jaksa Tetap Minta Bukti Elektronik
    • Niat berkurban lengkap dengan adab dan waktu doa
    • Ingin Jadi Lebih Baik? Lakukan Ini Setiap Pagi
    • 5 resep pastry renyah dan manis, ide camilan akhir pekan
    • Disdik: 2.840 Kursi SMP Sleman Berlebih di SPMB 2026
    • Waterpark Estetik Karanganyar dengan Harga Terjangkau, Tiket Mulai Rp5.000
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hiburan»Seni Memahami Pesan Teks untuk Menghindari Baper dalam Komunikasi atau PDKT

    Seni Memahami Pesan Teks untuk Menghindari Baper dalam Komunikasi atau PDKT

    adm_imradm_imr10 Maret 20265 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link


    Manusia merupakan makhluk sosial yang keberadaannya sangat bergantung pada interaksi dan komunikasi. Jika faktor komunikasi ini terputus dari seorang manusia, maka dampaknya bisa berupa kegagalan dalam menjalani fungsi sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu, sebagaimana makhluk sosial yang sangat membutuhkan komunikasi, berkomunikasi sendiri merupakan seni yang harus diperhatikan.

    Namun di tengah kemajuan teknologi, komunikasi tidak lagi sebatas pada percakapan antara dua atau lebih orang dalam sebuah pertemuan langsung semata, namun telah berevolusi dengan berbagai bentuknya. Salah satunya adalah melalui teks secara real time. Dulu, pendekatan dengan sang kekasih, Joni harus memulai percakapan atau lewat tulisan surat yang terkadang tertunda akibat situasi tertentu. Namun berkat perkembangan internet, PDKT (Percintaan Dalam Kehidupan Teknologi) semakin mudah dan cepat tanpa ada hambatan ruang dan waktu.

    Mereka yang sedang LDR (Lamanya Rindu) tak perlu lagi menunggu surat cinta dari doi terkasih, karena isi hati pun mudah sampai dalam hitungan detik. Saking mudahnya, bahkan tata cara penyampaian isi hati pun tak lagi hanya menggunakan pesan teks, namun bisa berubah melalui pesan suara, video, hingga tren terkini lewat cuplikan konten.

    Tentunya fenomena model PDKT atau interaksi romantis melalui pesan chat, baik itu melalui WhatsApp maupun direct message saat ini sangat umum di sekitar kita. Selain karena memberikan jeda waktu berpikir, mengirimkan pesan teks juga dapat memberikan ruang untuk membaca atau menganalisa respons dari target.

    Bahkan setali tiga uang, pesan berupa teks ini juga digunakan oleh para marketing pinjol, atau bahkan judi slot hingga para penipu. “Butuh dana darurat? Rupiah lambat kasih pinjaman tanpa jaminan sampai 100 juta. Klaim kupon Gratis. Cek limit www.wwwww” begitulah kiranya, para marketing pinjol melakukan pendekatan dengan calon nasabahnya. Hal ini bahkan ampuh menggaet para peminjam, manakala dipertemukan dengan target nasabah yang baru saja mengalami kekalahan melawan “kakek zeus” dalam judi slot.

    Walaupun memang, interaksi melalui pesan teks tersebut nyatanya memiliki beberapa hambatannya tersendiri. Salah satunya adalah proses penangkapan pesan lewat aspek emosi, gesture tubuh yang biasanya bisa dilakukan saat komunikasi tatap muka secara langsung, tidak bisa dilakukan secara online. Bahkan jika pesan online dibekali aneka emoticon yang menggambarkan perasaan sekalipun.

    Memahami Pesan Teks, Agar Tidak Baper dalam Berkomunikasi atau PDKT

    Penambahan emoticon mungkin sedikit banyaknya membantu dalam proses penyempurnaan pesan, akan tetapi mengobrol atau berkomunikasi secara langsung memiliki kedalaman dalam aspek psikologis dan biologis yang mana hal ini tak dapat direplikasikan sepenuhnya oleh teknologi digital. Walaupun chatting menawarkan efisiensi, akan tetapi interaksi tatap muka melibatkan seluruh sistem sensorik yang lebih kompleks.

    Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sherman, L.E., et al (2013) berjudul The power of the next generation: Adolescent communication and the bonds of friendship mengungkapkan bahwa teknologi merupakan alat yang hebat untuk menjaga hubungan, akan tetapi tidak semua interaksi digital mampu menciptakan kesetaraan seperti selayaknya interaksi secara langsung.

    Semakin “manusiawi” medianya, semakin kuat ikatan yang dirasakan. Hal ini disebabkan karena banyak isyarat manusiawi yang hilang seperti nada bicara, kontak mata, atau sentuhan. Hal ini menjadi sebab tidak maksimalnya ikatan emosional yang mendalam selayaknya komunikasi tatap muka.

    Dalam penelitian tersebut juga mengungkapkan terdapat hierarki komunikasi dalam interaksi digital di antaranya adalah, video chat dan panggilan telepon memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik dibandingkan hanya sekadar pesan teks.

    Mungkin barangkali kita bisa melakukan analisis dari salah satu interaksi antar dua insan yang mungkin bisa jadi tidak seimbang. Misalnya saja si Joni telah panjang lebar memulai chatting dengan si doi yang mana tujuannya adalah terjadinya timbal balik komunikasi dengan tujuan akhir adalah hubungan romantis. Namun si Vani hanya menjawab “hahaha”.

    Karena saling mengirim chat tidak mampu membaca aspek emosi, atau gesture layaknya komunikasi secara langsung, akhirnya rentan terjadinya miss persepsi di antara keduanya. Si Joni menganggap chat yang ia kirim menarik minat si Vani, ia akan semakin membom-bardir Vani dengan chat yang makin intens. Sedangkan si Vani semakin bosan menanggapi, isi chat Vani yang mungkin saja semirip dengan pria-pria yang mendekatinya.

    Sejatinya hal ini juga bisa kita bedah terkait komunikasi yang terjadi antara Joni dan Vani tersebut. Tentunya agar tidak terjadi rasa Ke-PD an atau sok “laku” yang biasanya seringkali menjangkiti para pria-pria kesepian bin haus validasi kegantengan.

    Effort To Value Ratio

    Dalam jurnal komunikasi digital, terdapat konsep yang namanya investasi sosial. Apabila seorang lawan bicara hanya membalas singkat “hahaha” sedangkan anda telah panjang lebar mengetik pesan, bisa jadi secara algoritma perilaku, lawan bicara anda sedang melakukan minimal effort response.

    Hal ini disebabkan adanya ketimpangan dalam proses penginputan komunikasi melalui teks yang dikirim lewat chatting. Hal ini juga menjadi indikasi bahwa subjek lawan bicara tengah mengalami kondisi kelelahan secara kognitif atau kehilangan minat pada sebuah komunikasi. Ini mungkin juga berlaku untuk komunikasi secara tatap muka, di mana jika seorang mulai menanggapi singkat, sementara lawan bicara banyak mengeluarkan kalimat, maka bisa jadi terdapat indikasi ketimpangan respons.

    Dalam perspektif psikologi, khususnya studi tentang Phatic Communication (komunikasi yang bertujuan menjaga hubungan sosial daripada menyampaikan informasi). Seringkali, “hahaha” adalah cara sopan untuk mengakhiri pembicaraan tanpa terlihat kasar. Secara psikologis, ini disebut sebagai strategi negative politeness untuk menghindari kondisi terbebani dalam merespons atau menjawab sebuah pertanyaan atau pernyataan yang dianggap kompleks, sesuai dengan kondisi dirinya pada saat itu.

    Lawan bicara tersebut memberikan pesan kepada anda, bahwa pesan yang anda sampaikan menarik, lucu, atau dapat diterima, akan tetapi ia tidak perlu merasa berkontribusi lebih jauh dengan narasi tersebut, untuk selanjutnya ia dapat mengakhiri percakapan tersebut.

    Dari situ dapat kita simpulkan bahwa, manakala seorang hanya membalas “hahaha”, atau “wkwkwk” semata, setelah anda melemparkan pernyataan untuk memulai percakapan dan hal tersebut terjadi secara berulang kali, bisa jadi hal tersebut merupakan indikasi kecenderungan adanya lawan bicara anda tidak berminat untuk membangun jembatan komunikasi lebih jauh, pada saat itu.

    Tentunya dengan dunia yang semakin canggih, di mana efisiensi waktu dibutuhkan, komunikasi melalui pesan singkat seperti WhatsApp atau apa pun itu merupakan salah satu jembatan dalam komunikasi. Namun, penting sekali untuk mulai menelaah respons dalam komunikasi tersebut, agar tidak terjadi miskomunikasi yang terjadi.

    Dan ini juga berlaku tidak hanya dalam menjalin hubungan romantis semata, namun juga pada pola komunikasi pada organisasi pemerintahan ataupun swasta dalam konteks komunikasi digitalnya. Dengan mulai melakukan analisa respons komunikasi yang ada, seyogyanya tidak ada lagi miss komunikasi yang pada akhirnya merugikan organisasi dan secara khusus pribadi itu sendiri.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Sinopsis Film The King’s Warden dengan Park Ji-hoon

    By adm_imr19 Mei 20261 Views

    TNI Tanggapi Film Pesta Babi: Jangan Biarkan Narasi Sepihak Memecah Persatuan

    By adm_imr19 Mei 20262 Views

    Nobar Dibubarkan, Film Pesta Babi Diterima Positif Warga Papua

    By adm_imr19 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Bocoran Striker Asing Persebaya: Dari Portugal, Dikontrak 2 Tahun, Bonek Senang

    19 Mei 2026

    SMA Negeri 1 Pontianak Tak Ikut, Final Ulang Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar Diumumkan Pekan Depan

    19 Mei 2026

    Arisan bodong artis dangdut Surabaya korbankan 84 orang, kerugian Rp 1,8 miliar

    19 Mei 2026

    5 Strategi Bisnis Mengalahkan Kompetitor Tanpa Merusak

    19 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?