Nama Djaka Budhi Utama Muncul dalam Dakwaan KPK
Nama Djaka Budhi Utama kini menjadi perhatian publik setelah muncul dalam dakwaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap importasi barang oleh PT Blueray Cargo. Meski demikian, hingga saat ini Djaka belum ditetapkan sebagai tersangka maupun menjalani penahanan dalam perkara tersebut.
Perkara ini sedang bergulir di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat setelah dakwaan terhadap pimpinan PT Blueray Cargo dibacakan pada 6 Mei 2026. Dalam dakwaan tersebut, nama Djaka disebut hadir dalam sebuah pertemuan di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Juli 2025. Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta pengusaha, termasuk John Field dari PT Blueray Cargo.
Berdasarkan bahan persidangan, setelah pertemuan tersebut terdakwa diduga memberikan suap mencapai Rp61,3 miliar dan fasilitas mewah senilai Rp1,8 miliar kepada pejabat DJBC. Kemunculan nama Djaka dalam perkara ini langsung memicu perhatian publik karena posisinya sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Namun, proses hukum masih berjalan dan belum ada keputusan hukum yang menetapkan keterlibatan langsung dirinya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga belum menonaktifkan Djaka dari jabatannya karena perkara masih berada pada tahap awal persidangan. Pemerintah memilih menunggu perkembangan dan kejelasan hukum sebelum mengambil langkah administratif lebih lanjut.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan menghormati seluruh proses hukum yang berjalan tanpa memberikan komentar tambahan. Hingga kini, KPK juga belum memberikan konfirmasi terkait kemungkinan pemanggilan Djaka sebagai saksi dalam perkara tersebut.
Profil dan Perjalanan Karier Djaka Budhi Utama
Di tengah sorotan publik tersebut, profil dan perjalanan karier Djaka Budhi Utama kembali menjadi perhatian masyarakat. Sosoknya dikenal sebagai mantan perwira tinggi TNI-AD yang memiliki perjalanan panjang di bidang militer, intelijen, hingga pemerintahan sipil.
Djaka Budhi Utama lahir di Jakarta pada 9 November 1967 dan merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1990 dari kecabangan Infanteri Kopassus. Sebelum masuk Akmil, ia tercatat menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 39 Jakarta pada 1986.
Karier militernya dimulai di lingkungan Komando Pasukan Khusus atau Kopassus dengan berbagai penugasan strategis. Pada periode 1997 hingga 1998, ia diketahui menjadi anggota Grup IV Kopassus yang dikenal sebagai Tim Mawar. Nama Tim Mawar pernah menjadi sorotan karena terkait kasus penghilangan paksa aktivis pada periode 1997 hingga 1998. Dalam kasus tersebut, Djaka divonis Mahkamah Militer Tinggi II Jakarta pada 1999 dengan hukuman 1 tahun 4 bulan penjara militer, namun tidak dipecat dari dinas TNI.
Setelah menjalani hukuman, karier Djaka tetap berlanjut dan ia menduduki sejumlah posisi penting di tubuh TNI. Ia pernah menjabat Danyonif 115/Macan Lauser pada 2004 hingga 2007 serta Dandim 0908/Bontang. Kariernya terus meningkat ketika dipercaya menjadi Danrem 012/Teuku Umar pada 2016 hingga 2017. Setelah itu, ia menjabat Danpusintelad pada 2017 sampai 2018 dan Waaspam Kasad pada 2018 hingga 2020.
Djaka kemudian dipercaya menjadi Kasdam XII/Tanjungpura pada periode 2020 hingga 2021 sebelum memasuki jabatan sipil. Pengalamannya di bidang intelijen dan pengamanan membuatnya beberapa kali dipercaya menempati posisi strategis pemerintahan.
Menjabat Dirjen Bea dan Cukai Sejak 2025
Pada 2021 hingga 2023, Djaka menjabat Deputi Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam. Setelah itu, ia sempat menjadi Perwira Ahli Panglima TNI bidang Ekkudag, Sosbudkum HAM, dan Narkoba. Djaka juga pernah menjabat Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan pada Juni hingga Oktober 2024. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara atau BIN sejak Oktober 2024.
Karier sipilnya semakin menonjol setelah dilantik Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan pada 23 Mei 2025. Pengangkatannya dilakukan berdasarkan SK Presiden Nomor 83/TPA/2025.
Dilansir dari riwayat kariernya, Djaka memilih pensiun dini dengan pangkat Letnan Jenderal TNI sebelum memasuki jabatan sipil. Ia kemudian dipercaya membantu pembenahan sektor kepabeanan dan cukai di lingkungan Kementerian Keuangan.
Selain perjalanan kariernya, banyak masyarakat juga mencari informasi mengenai agama Djaka Budhi Utama. Berdasarkan data biodata yang beredar, Djaka Budhi Utama diketahui memeluk agama Islam.
Biodata Lengkap Djaka Budhi Utama
- Nama lengkap: Djaka Budhi Utama, S.Sos.
- Tempat lahir: Jakarta
- Tanggal lahir: 9 November 1967
- Usia: 58 tahun
- Agama: Islam
- Pendidikan: SMA Negeri 39 Jakarta dan Akademi Militer 1990
- Kecabangan: Infanteri/Kopassus
- Pangkat terakhir: Letnan Jenderal TNI-AD (Purnawirawan)
- Jabatan saat ini: Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan
- Tanggal dilantik Dirjen Bea Cukai: 23 Mei 2025
Perjalanan karier Djaka Budhi Utama di dunia militer hingga pemerintahan sipil membuat namanya dikenal luas di kalangan publik. Kini, sosoknya kembali menjadi perhatian setelah namanya muncul dalam dakwaan kasus dugaan suap importasi yang tengah diproses di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.







