Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Pemain Kembali ke Kediri, Gabung Persik Bersama Kiper Bajul Ijo

    2 Juni 2026

    Oleh-Oleh Jurnalis Indonesia dari Australia: Murid Dilarang Medsos, Pacar Penggemar Buku, Ponsel Lawas

    2 Juni 2026

    Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini: Kabut, Hujan, dan Suhu Dingin 15°C

    2 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 2 Juni 2026
    Trending
    • Pemain Kembali ke Kediri, Gabung Persik Bersama Kiper Bajul Ijo
    • Oleh-Oleh Jurnalis Indonesia dari Australia: Murid Dilarang Medsos, Pacar Penggemar Buku, Ponsel Lawas
    • Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini: Kabut, Hujan, dan Suhu Dingin 15°C
    • Keluarga tewas saat berkemah di Temanggung, autopsi ungkap korban termuda
    • Mengenal Lupus: Penyakit Autoimun yang Sulit Diketahui
    • 7 Menu Rice Bowl Lezat dan Praktis Dibuat
    • Jika Ingin Percaya Diri Berbicara di Depan Umum, Latih 7 Trik Bahasa Tubuh Ini!
    • Cinta Laura Diperlakukan Kasar di Bandara, Kesal Karena Diabaikan Saat Urus Bagasi
    • Misteri di Balik Keseruan Film Plot Twist
    • Sosok Virgil van Dijk, Kapten Timnas Belanda yang bawa misi raih gelar Piala Dunia pertama
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Undang-Undang»Oleh-Oleh Jurnalis Indonesia dari Australia: Murid Dilarang Medsos, Pacar Penggemar Buku, Ponsel Lawas

    Oleh-Oleh Jurnalis Indonesia dari Australia: Murid Dilarang Medsos, Pacar Penggemar Buku, Ponsel Lawas

    adm_imradm_imr2 Juni 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Murid di Australia Dilarang Akses Media Sosial, Beralih ke Buku dan Telepon Jadul

    Di sekolah dasar Bertram Primary School di Perth, Australia Barat, murid-murid tidak mengenal media sosial. Mereka masih belum memiliki akun medsos karena undang-undang melarang anak di bawah usia 16 tahun untuk membuat atau memiliki akun di platform media sosial yang dibatasi usia. Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa mereka belum terbiasa menggunakan media sosial.

    Sekolah ini merupakan mitra dari SD Negeri 023 Pajagalan Kota Bandung, Jawa Barat. Di dalam kelas, para murid belajar Bahasa Indonesia dan menampilkan berbagai elemen budaya Indonesia seperti wayang, batik, dan tarian. Tidak hanya itu, mereka juga mempraktikkan percakapan Bahasa Indonesia dan menyampaikan salam-salam seperti “Halo, Pak, Bu” serta “Selamat malam”.

    Austin, seorang siswa kelas 6, mengatakan bahwa dia dan teman-temannya belum memiliki akun media sosial. Alasannya adalah undang-undang yang melarang anak di bawah usia 16 tahun untuk mengakses platform media sosial. Selain itu, banyak mahasiswa dan remaja di Australia mulai meninggalkan kecanduan smartphone dan beralih ke telepon jadul (dumbphone) yang hanya bisa digunakan untuk menelepon dan mengirim pesan singkat.

    Fenomena BookTok dan Kebiasaan Membaca Buku

    Dr Nasya Bahfen, dosen La Trobe University, Melbourne, mengatakan bahwa fenomena BookTok telah muncul sejak pandemi Covid-19. Gerakan ini menunjukkan bahwa generasi muda mulai lebih senang membaca buku daripada memegang ponsel. Banyak mahasiswa dan remaja mencari pacar yang kutu buku daripada yang ketagihan ponsel.

    Fenomena BookTok dimulai pada pertengahan hingga akhir tahun 2020, saat pembatasan wilayah akibat lockdown memaksa orang-orang menghabiskan waktu di rumah. TikTok menjadi pelarian utama, mempertemukan para pembaca lokal yang merasa kesepian. Akibatnya, buku-buku lama yang sudah terbit bertahun-tahun tiba-tiba habis dipesan dalam semalam karena direkomendasikan oleh pembuat konten (BookTokers).

    Penerbit dan toko buku di Australia mulai menyadari adanya pola ganjil tersebut. Buku It Ends with Us karangan Colleen Hoover sempat merajai daftar bestseller fiksi di Australia selama berbulan-bulan, mengalahkan buku-buku baru rilisan lokal. Puncak fenomena BookTok tercapai pada rentang tahun 2022 hingga 2023, di mana BookTok tidak lagi sekadar subkultur internet tersembunyi, melainkan telah mendikte pasar arus utama (mainstream).

    Toko Buku Kembali Laris

    Dampak BookTok terhadap industri retail buku di Australia sangat masif dan membalikkan prediksi banyak analis yang awalnya mengira generasi muda akan meninggalkan buku fisik demi gawai. Novel romantis, yang sebelumnya tidak menjadi pusat perhatian, kini menjadi salah satu genre yang paling diminati. Buku-buku seperti “It Ends with Us” berhasil menarik minat pembaca Gen Z dan Milenial.

    Toko buku besar kini memiliki rak khusus untuk novel romantis. Acara penandatanganan buku romantis besar-besaran diadakan di pusat konvensi. Pembaca novel romantis mengantre untuk pembukaan toko buku khusus novel romantis Romancing the Novel di Paddington, Sydney tahun lalu.

    Kesimpulan

    Perubahan perilaku masyarakat di Australia menunjukkan bahwa generasi muda mulai lebih sadar akan dampak negatif penggunaan smartphone dan media sosial. Banyak dari mereka memilih untuk beralih ke buku dan telepon jadul sebagai alternatif. Fenomena BookTok juga memberikan dampak positif terhadap industri buku, dengan peningkatan penjualan novel romantis yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap buku tetap tinggi meskipun teknologi digital berkembang pesat.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Seberapa Siap Kita Menghadapi Era Baru Perlindungan PRT?

    By adm_imr1 Juni 20261 Views

    Refly Harun Minta Hentikan Kasus Roy Suryo: Langgar KUHAP dan HAM

    By adm_imr1 Juni 20261 Views

    Pasal 361 KUHAP Jadi Dasar Jaksa Lawan Vonis Bebas Kasus Tol Bengkulu

    By adm_imr31 Mei 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pemain Kembali ke Kediri, Gabung Persik Bersama Kiper Bajul Ijo

    2 Juni 2026

    Oleh-Oleh Jurnalis Indonesia dari Australia: Murid Dilarang Medsos, Pacar Penggemar Buku, Ponsel Lawas

    2 Juni 2026

    Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini: Kabut, Hujan, dan Suhu Dingin 15°C

    2 Juni 2026

    Keluarga tewas saat berkemah di Temanggung, autopsi ungkap korban termuda

    2 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?